Edisi 12-07-2018
Kesegaran Sajian Island Comfort Food


BERKONSEP island comfort food dengan menambahkan elemen buah tropis dalam sajian, Roosevelt bisa men jadi ide restoran yang bisa Anda sambangi untuk hangout atau berakhir pekan.

Terletak di lantai atas Hotel The Goodrich Suites di kawasan Selatan Jakarta, De La House menghadirkan sebuah tempat seru untuk berkumpul bersama teman bernama Roosevelt. Nama Roosevelt terinspirasi dari film dokumenter yang berkisah tentang paduan yang pas dari bakat dan kepemimpinan. Interior ruangnya memanfaatkan cahaya alami sehingga seolah terpancar sudut-sudut langit yang dikombinasikan dengan interior berwarna elektrik. Menurut Edo Gunawan, Manajer Pengembangan Bisnis De La Housse, Roosevelt menawarkan perspektif yang berbeda bagi tamunya soal Jakarta.

“Roosevelt adalah outlet terbaru dan merupakan karya kami yang kelima, yang menawarkan perspektif baru kepada masyarakat Jakarta tentang kotanya. Tempat ini menawarkan gabungan nuansa industrial dengan sentuhan modern,” ujar Manajer Pengembangan Bisnis De La House Edo Gunawan. Suasana hangat seolah menyambut tamu yang datang untuk menikmati makanan dan minuman lezat dalam alunan musik dan suasana yang bersahabat. Menurut Head Chef Roosevelt Bobby Zean, menu-menu yang dihadirkan juga banyak terinpirasi dari dokumenter Roosevelt yang menggambarkan peperangan di kepulauan sekitar Amerika Tengah. Tidak mengherankan, menu yang dihadirkan pun bernuansa island food. Beberapa di antaranya coconut pumpkin salad dan tomato salad .

Disajikan dengan orange juice, pumpkin, dan olive oil, sejak awal langsung terasa nuansa kesegaran bahanbahan di dalamnya. Terdapat potongan berbagai macam tomat, termasuk cheery tomato dan momotaro tomato yang rasanya hampir seperti semangka, juga ditam - bahkan red wine vinegar. Untuk hidangan utama, yang menjadi andalan adalah lamb chop dan dry aged beef. Dry aged beef menggunakan daging wagyu tajima atau daging sapi hitam Jepang yang tekstur dagingnya benar-benar lembut dan hampir lumer di lidah. Dry aged beef ini disajikan bersama saus bernage dan chimichurri dari Amerika Selatan.

Dry aged beef merupakan daging sapi yang telah melalui proses aging atau ageing , yakni proses menyiapkan daging sapi untuk konsumsi dengan memutus jaringan tisu di dalamnya. Cara yang dilakukan biasanya dengan menggantung daging atau menyimpannya di rak khusus selama beberapa minggu hingga mengering. Karena jaringan tisu di dalamnya sudah terputus, daging yang dihasilkan jauh lebih lembut. Untuk sentuhan ala Indonesia, ada menu steak lamb cutlat , menu kambing yang dibumbui dengan konsep island comfort food saus segar dari tomat. “Sengaja saya buat menu ini yang rasanya agak Indonesia, mirip tongseng, cuma di-grill . Saus pelengkapnya saya berikan coconut limes,” ungkap Chef Bobby.

Hidangan yang tidak kalah menggiurkan adalah tajima burger yang disajikan dengan kentang goreng. Bukan sekadar burger, daging yang dipakai untuk burger ini yaitu wagyu tajima dengan tingkat marbel 9. Begitu digigit, dagingnya terasa juicy diapit roti yang juga lembut. Sebagai penutup hidangan, jangan lewatkan dessert manggo lava yang menyertakan white chocolate dengan mangga dan vanilla ice cream mixed berry. Semuanya terasa segar dan lembut di mulut sebagai penutup. Selain hidangan tadi, Roosevelt menawarkan minuman beralkohol, wine , termasuk koktail spesial yang menyegarkan.

Dyah ayu pamela