Edisi 22-07-2018
GMF Perluas Kerja Sama Perawatan Pesawat


JAKARTA- PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) Tbk menanda-tangani amandemen perjanjian kerja sama operasi dengan PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Amandemen perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) GMF-MMF ini akan mencakup perawatan General Aviation, Non-General Aviation dan juga Private Jet&Defense, dari semula yang hanya mencakup perawatan pesawat untuk General Aviation.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dan Direktur Utama MMF Suharto dan disaksikan oleh Deputi Bidang Restruktur - isasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro di Jakarta akhir pekan lalu.

Aloysius Kiik Ro mengatakan, KSO tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mengembangkan industri perawatan pesawat dalam negeri. ”Dua anak usaha BUMN ini memiliki potensi bisnis yang tinggi dengan kemampuannya masingmasing.

Dengan bekerja sama, tentu industri MRO dalam negeri akan menjadi lebih optimal baik dari segi pengembangan kapasitas dan kapabilitas maupun daya serap pasarnya,” kata Aloysius. Sementara Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan, KSO yang sudah berjalan selama kurang lebih 1 tahun tersebut menunjukkan respons positif dari pasar.

Menurut dia, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan berdampak pada kebutuhan transportasi udara yang cukup tinggi. ”Peredaran pesawat jenis general aviation jumlahnya sangat besar di Indonesia, tapi untuk perawatannya masih belum digarap dengan maksimal sehingga bisnisnya diambil oleh pihak luar.

GMF dan MMF melihat hal ini sebagai peluang untuk dapat membawa keuntungan bagi kedua belah pihak,” ujar Iwan. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama MMF Suharto, mengatakan, pihaknya menyambut baik amandemen tersebut. Melalui kerja sama tersebut pihaknya memiliki gambaran untuk mengembangkan KSO secara serius.

”Oleh karena itu, kami menambahkan jenis pesawat yang dapat dikerjakan di KSO ini,” ujarnya. Dia menambahkan, KSO antara MRO Plat Merah ini akan mengutilisasi fasilitas Hangar milik MMF di Kawasan Indonesia Timur ke depannya. Sebelumnya KSO antara GMF-MMF ini sudah dimulai sejak November 2016.

Dalam perjanjian tersebut, GMF memberikan kontribusi dalam hal penambahan tools & equipment, sistem, dan infrastruktur IT sebagai penunjang serta pemberian certified training terhadap personel yang akan didedikasikan untuk KSO.

Sementara MMF memberikan sarana dan prasarana seperti hanggar di Surabaya dan Biak, ruang kantor dan ruang penyimpanan material, memfasilitasi certificate of approval(AMO) dari DKUPPU, serta beberapa tools & equipment.

”Para pelanggan KSO tidak perlu khawatir akan kualitas layanan kami, hal ini merupakan jaminan yang akan kami jaga sebagai konsistensi dalam melakukan pekerjaan perawatan pesawat,” paparnya.

ichsan amin

Berita Lainnya...