Edisi 25-07-2018
Teknologi BMS CY-16H Diluncurkan


JAKARTA –Direktorat Perhubu ngan Angkatan Darat (Dithubad) bersama PT Hariff DTE berhasil menciptakan teknologi komunikasi Battlefield Management System (BMS) CY-16H.

Teknologi karya anak bangsa tersebut berfungsi untuk mengirimkan data-data di lapangan dan mencegah ter jadi miskomunikasi di antara pasukan saat operasi di medan pertempuran. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi perusahaan yang berhasil mengembangkan industri berbasis teknologi.

Semoga peng - har gaan yang kami berikan bisa memacu untuk bekerja lebih keras lagi,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartato saat memberikan penghar gaan Rintisan Teknologi (Rintek) kepada Direktur Utama PT Hariff Daya Tunggal Engi neering (DTE) Budi Permana di Gedung Ke men terian Perindustrian kemarin.

Hadir dalam pemberian peng hargaan di ajang Innofest, Pameran Industri bertajuk “Internalisasi Industri 4.0: Buil ding Innovation For Making Indonesia 4.0”, yakni Direktur Perhubungan Angkatan Darat (Dirhubad) Brigjen TNI Widjang Pranjoto. Dalam ke sempatan itu, Airlangga mengatakan, ini merupa kan penghargaan tertinggi dari pe me rintah kepada perusa haan yang secara luar biasa menghasilkan invensi dan ino - vasi teknologi.

Direktur Uta ma PT Hariff DTE Budi Per mana menjelaskan, BMS CY-16H merupakan produk Inte grated Command & Control System (ICCS) yang dapat me ng aman - kan komunikasi di seluruh hierarki yang ada di TNI AD mulai dari pos ko man do hingga pa - sukan.

“Pusat komando da pat memantau posisi dan kon disi pasukan yang ada di medan perang,” katanya. Layaknya smartphone, kata dia, selain dapat mengo mu nikasikan suara, teknologi ini juga da pat mengomunikasikan datadata yang ada di la pa ngan dengan kecepatan tinggi sehingga dapat meminimalkan miskomu nikasi dan mem percepat proses pengambilan keputusan.

“Saat ini kami juga tengah mengembangkan BMS Personel untuk digunakan pasukan infanteri TNI AD,” ujarnya. Dia menambahkan, BMS CY-16H saat ini sudah ter pa - sang di sebagian kendaraan tempur (ranpur) dan kenda ra - an taktis (rantis) milik TNI AD.

“Teknologi ini juga dapat di gunakan oleh dua matra lainnya, yaitu TNI AU dan TNIAL,” katanya. Produk BMS CY-16 H ter pilih setelah menyisihkan 16 finalis lain karena dianggap memiliki banyak kelebihan dalam segi fitur.

Tidak hanya itu, BMS CY-16H juga merupakan mur - ni karya anak bangsa sebab ti - dak ada campur tangan asing da lam pembuatannya. “Itu di - buk tikan dengan tingkat kom - ponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi,” katanya.

Direktur Perhubungan Angkatan Darat (Dirhubad) Brigjen TNI Widjang Pranjoto mengakui, melalui penelitian dan pengembangan pertahanan bersama Dithubad sejak 2012, seluruh rangkaian pembuatan teknologi tersebut mulai dari rancangan hingga produksi didasarkan atas doktrin TNI AD dan dikerjakan sepenuhnya oleh engineer Indonesia.

sucipto