Edisi 10-08-2018
Gempa Susulan Kuat Picu Trauma Warga


LOMBOK UTARA - Gempa susulan tak henti mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah gempa besar pada Minggu (5/8) malam.

Kemarin gempa susulan berkekuat an hing ga 6,2 Skala Richter (SR) yang terj a di pukul 13.25 WIT sangat me ngaget kan warga. Mereka yang sebagian besar ber ada di pengungsian atau rumah sakit ber lari an panik. Ingatan dampak gem pa yang begitu parah dan telah me newaskan lebih dari 250 orang mem buat warga makin ketakutan dan trauma. Saat gem pa meng gun cang, sebagian me re - ka tampak saling berangkulan. Dari keterangan Badan Meteorolo gi Klimatologi dan Geo fisika (BMKG), pusat gempa ke marin berlokasi di 8.36 LS 116.22 BT atau 6 ki lo me ter ba rat laut Lombok Utara. Pusat gem pa ber ada di ke da lam an 12 ki lo me ter dan tidak ber potensi tsunami.

Kepanikan antara lain te r li - hat di Posko Pusat Bencana Kabu paten Lombok Utara di La - pang an Supersemar, Tanjung, Ka bupaten Lombok Utara. Sejum lah pejabat yang tengah ber - kun jung, warga, hingga relawan pun berusaha mencari tempat aman ketika gempa meng gun - cang. Te pat saat gempa terjadi, Pen jabat Gubernur Jawa Barat Mo chamad Iriawan yang di - dam pingi Direktur Bank Bjb Ah mad Irfan baru saja me nyerah kan bantuan secara simbolis ke pada Bupati Lombok Utara Naj mul Akhyar dan Kepala Polda NTB Achmat Juri. Guncangan gempa yang tera sa sangat kuat dan menimbul kan bunyi berisik itu membuat ba ngunan Gedung RSUD Tan jung Lombok Utara di kawa san itu bergoyang hebat.

Sejum lah ge n teng berjatuhan. Bah kan, be berapa sepeda mo - tor pun terguling. Tak pelak, warga dan se jum - lah relawan pun panik dan lang - sung menjauhi bangunan ge - dung untuk mencari tempat aman. Tak terkecuali Penjabat Gu bernur Jabar, Direktur Uta - ma Bank Bjb, Kapolda NTB, B u - pa ti Lombok Utara, serta pe ja bat lain ikut bergeser meng hi n dari ba ngunan tinggi. “Ini kem bali ki - ta rasakan guncangan gem pa, mudah-mudahan ini yang te r - akhir,” ujar Iriawan sam bil tetap ber usaha tenang se saat setelah guncangan ge m pa berakhir. Gempa susulan kemarin di - ke tahui menewaskan Hernawati, karyawati biro perjalanan wi - sa ta yang berkantor di Ca kra nega ra, Kota Mataram.

Her na wa ti meninggal dunia karena ter tim - pa reruntuhan bangunan. Kasubbag Humas Polres M a - ta ram AKP I Made Arnawa me - nga takan, korban diketahui ber asal dari Karang Baru, Kota Ma taram. Selain satu korban me ninggal, gempa susulan juga mem buat seorang korban lukalu ka, Sigit, 30, yang menderita lu ka di bagian tulang belakang. Kor ban yang beralamat di Ka - rang Taruna, Kota Mataram, itu di ketahui masih satu kantor dengan Hernawati yang juga me - ning gal dunia. Ketakutan dan trauma juga di rasakan Yudi Kurniawan, s opir bus Damri rute Bandara Praya Lombok-Kota Mataram. Yudi mengaku terpaksa tinggal di ten da karena rumahnya rata de - ngan tanah.

Mula-mula, saat gem pa kekuatan 7 SR pada Ming gu (5/8), bagian dapur yang roboh. Lalu ketika gempa berkekuatan 6,2 SR giliran ba gi - an depannya turut roboh. Dia merasakan trauma se - tiap hari karena gempa terus ter jadi. Apalagi gempa terbaru ke kuatan 6,2 SR kemarin makin me mbuatnya takut. “Pas gempa su sulan itu saya tengah me - ngen darai bus Damri. Gun cang - an gempa terasa, kencang sekali se perti diguncang-guncang,” ung kapnya. Dia sangat ber ha - rap gempa segera berakhir. “Di - ki ra akan menurun, tapi ini te - rus terjadi dengan guncangan yang masih kuat.” Sementara itu, suasana jalan di Kota Mataram lengang pas ca - gem pa susulan berkekuatan 6,2 SR. Suasana lengang terasa dari Ban dara Internasional Praya, Lom bok, sampai ke Kota Ma ta - ram. Di antaranya di Jalan Swita dan Jalan Cakranegara serta ka - wa san kuliner di Jalan Maktal.

Masih Fluktuatif

BMKG mengimbau ma sya ra - kat yang berada di Pulau Lom bok agar tetap waspada ter ha dap gem pa susulan. “Kami meng ha - rap kan masyarakat te nang, na - mun tetap waspada. Ka rena ma - sih ada gempa su sul an seperti ta - di (6,2 SR),” kata Ke pala BMKG Dwi korita Karnawati. Dia mengimbau masyarakat agar menghindari bangunan ru sak atau tebing dan dataran ting gi yang berpotensi longsor. Menurut analisa BMKG, gem pa susulan masih ter de tek - si di Pulau Lombok. Meskipun si fatnya fluktuatif, Dwikortika me nyatakan potensi tsunami su dah tidak muncul lagi.

“Se karang itu isunya sudah geser, tidak ada tsunami,” ucapnya. Pusat Vulkanologi dan M i ti - ga si Bencana Geologi (PVMBG) me nyatakan wi la yah Lombok, khu susnya ba gi an timur dan uta ra, masuk da lam kawasan ra - wan terjadi gem pa bumi de ngan po tensi gunc ang an men ca pai 7- 8 Mo di fied Mer calli In ten sity. “Da ri h asil pe ta ka wa san ben cana yang ka mi ter bit kan itu Lom - bok dan se kitarnya, ter utama uta ra, ren tan be n ca na gempa bumi ka tegori me ne ngah,” ujar K epa la PVMBG Ban dung Kasbani. Setelah sempat terjadi perbed aan jumlah korban tewas, Ba dan Nasional Penang gu langan Bencana (BNPB) kemarin men catat, jumlah warga yang me ninggal dalam musibah gempa NTB sebanyak 259 orang.

Agung bakti sarasa/ant