Edisi 10-08-2018
Kejagung Tahan Mantan Petinggi Pertamina


JAKARTA - Mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Bayu Kristanto resmi ditahan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung hingga 20 hari ke depan.

Bayu yang sebelumnya sudah di te - tapkan tersangka, ditahan se usai menjalani pemeriksaan se la ma sembilan jam di Ge dung Bundar. “Tersangka ditahan ber da - sar kan surat perintah pe na - han an Direktur Penyidikan pa - da Jaksa Agung Muda Tin dak Pidana Khusus Nomor: Print- 18/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 8 Agustus 2018,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Adi Toe garisman kemarin. Kasus dugaan korupsi ini terjadi pada 2009. Pertamina, melalui anak perusahaannya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi sa ham se - besar 10% terhadap ROC Oil Ltd untuk menggarap Blok BMG. Perjanjian dengan ROC Oil atau Agreement for Sale and Purchase -BMG Pro ject diteken pa - da 27 Mei 2009.

Nilai tran sak - sinya mencapai USD31 juta. Akibat akuisisi itu, Pertamina harus menanggung biaya yang timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG sebesar USD26 juta. Melalui dana yang sudah dike - luar kan setara Rp568 miliar itu, Pertamina ber harap Blok BMG bisa mem produksi minyak hin g - ga seba nyak 812 barel per hari. Hasil penyidikan Kejagung menemukan dugaan pe nyim - pangan dalam proses pengu - sul an investasi di Blok BMG. Pengambilan keputusan in ves - tasi tanpa didukung fea si bility study atau kajian ke la yakan hingga tahap final due di li gence atau kajian lengkap mu takhir. Diduga direksi meng am bil keputusan tanpa perse tujuan Dewan Komisaris. Aki batnya, muncul kerugian ke uangan negara cq Pertamina se besar USD31 juta dan USD 26 juta atau setara Rp568 miliar.

Selain Bayu, Kejagung juga menetapkan mantan Dirut Pertamina Karen Galaila Agus - tiawan, Chief Legal Councel and Compliance Pertamina Ge nades Panjaitan, dan man - tan Direktur Keuangan Per ta - mina Frederik Siahaan sebagai tersangka. Namun, sampai ki - ni ketiganya belum ditahan. Sementara Bayu mengaku bukan pelaku tindak pidana korupsi, melainkan korban. Me nurut dia, pelaku sebe nar - nya adalah mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agus tiawan. “Saya ini hanya kor ban dari Karen Agus tia - wan. Pelaku sesungguhnya Ka - ren. Dia yang menjual aset, te - tapi nilainya nol,” ujar Bayu.

M yamin