Edisi 10-08-2018
Polisi Minta DKI Tindak Pengelola Apartemen


JAKARTA - Polda Metro Jaya men catat sudah lima kali mem bongkar kasus prostitusi terselubung di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Polisi menyayangkan pihak pengelola apartemen yang dinilai kurang terbuka dan meminta Pemprov DKI Ja - karta menindak pengelola apar temen tersebut. “Ya sebenarnya pengelola ini kan enggak mau terbuka ju - ga. Setelah banyaknya ma sya - rakat yang komplain dari dinas terkait enggak mempan, ba ru - lah bikin laporan,” ujar Ka sub - dit Renakta Ditreskrimum Pol da Metro Jaya AKBP Azhar Nu groho. Padahal, ke terbukaan perlu mengingat se ringnya polisi membongkar ka sus prostitusi di sana. Pe nge lola diminta ter - buka agar peng huni yang be - nar-benar me netap tidak ter - pengaruh de ngan bisnis esekesek.

“Kan di apartemen itu banyak anak-anak,” tega s nya. Pi hak kepolisian sebe nar - nya su dah kerap mere ko men - dasikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk me nindak Apartemen Kali ba - ta City lan tar an banyaknya ka - sus pros ti tusi. Namun me - mang pihak pe ngelola tampak membandel dan enggan ber - koordinasi de ngan baik. “Ka - yak nya pe nge lo la Apartemen Kalibata City eng gak mau koor dinasi de ngan dinsos dan lain-lain,” se butnya. Dari pemeriksaan di ke ta - hui bahwa para pria hidung be - lang selalu menunggu di se - buah taman di apartemen ter - se but.

Di sana calon pelanggan akan didatangi mucikari yang menawarkan jasa prostitusi. Komisioner Komisi Per lindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Trafficking dan Eksploitasi Aimaryati Solihah meng aku prihatin dengan ka - sus prostitusi anak di Apar temen Kalibata City. Apalagi kasus itu bukanlah kali pertama yang dibongkar aparat ke polisian. “Untuk lima anak yang dipe kerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) itu se ka rang direhabilitasi di Rumah Per - lindungan Trauma Center Ci payung dan Panti Sosial Kar ya Wanita Pasar Rebo. Itu juga dalam pan tau an kami,” katanya.

Menurut Aimaryati, anakanak yang menjadi PSK itu ada - lah korban eksploitasi ko mer - sial. Mereka menjadi PSK ka re - na dibujuk, dikon di si kan, di - pak sa, atau bisa juga karena ke - inginannya.

Helmi syarif/sindonews