Edisi 10-08-2018
Ratusan Ribu Taksi Online Belum Uji Kir


JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta pebisnis taksi online mengikuti peraturan izin operasional untuk dapat melintasi kawasan ganjil-genap.

Pasalnya, ratusan ribu taksi online yang beroperasi saat ini belum mengikuti uji kir. Wakil Gubernur DKI Ja karta Sandiaga Uno mengatakan, manajemen Grab Indonesia pada Rabu (8/8) mendatangi dir i - nya dan meminta agar ada dispen sasi untuk kendaraan roda empat. Dia telah menyam paikan kepada Kementerian Per - hu bungan (Kemenhub) agar ada stiker dan mengikuti uji kir apabila taksi online ingin me lintasi kawasan ganjil-genap. “Harus ada koordinasi dengan Badan Pengelola Trans - por tasi Jabodetabek (BPTJ). Ka lau sesuai aturan, kami tidak ma salah. Ini keputusan peme rin tah pusat dan kami ikuti atur an,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah meng akui, pebisnis aplikasi me - minta agar diberikan ke be bas an untuk melintas kawasan ganjilgenap dengan alasan se bagian besar armadanya sudah meng - ikuti aturan sebagai taksi online. Namun, saat ditanya jum lahnya, pebisnis aplikasi ter sebut hanya menyebut seki tar 6.000 armada. Padahal, berdasarkan data yang dimilikinya, lebih dari 100.000 taksi online yang ber - operasi di Jakarta. Dia meminta agar pebisnis aplikasi sebaiknya membenahi diri agar ikuti aturan, minimal uji kir. “Kami tetap berpegangan terhadap Peraturan Gubernur No 77/2018 tentang Kawasan Ganjil-Genap,” ungkapnya.

Ketua Or gan da DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mewakili Organda Nasional menyayang - kan sikap Men teri Perhu bung an (Men hub) Budi Karya. Apa lagi mem bo lehkan taksi online me - lintas di kawasan ganjil-genap. Shafruhan menilai Menhub tidak konsekuen dan konsisten sehingga marwah Peraturan Men teri (PM) 108 yang di an ta - ra nya berisi soal wajib uji kir, SIM A umum, pengenaan tarif atas dan bawah itu nilainya nol besar. Kepala Badan Pengelola Trans - portasi Jabodetabek (BPTJ) Bam - bang Prihartono me minta pe bis - nis aplikasi meng ikuti aturan yang sudah ada.

Menurut dia, selama arma da nya masih berpelat hitam, jelas tidak boleh melintasi ka wasan ganjil-genap. "Kalau mau ya silakan ganti pelat kuning dan ikuti aturan," katanya.

Bima setiyadi