Edisi 10-08-2018
Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik dalam Pilpres 2019


JAKARTA – Badan Pengawas Pe milu (Bawaslu) memastikan akan mengusut dugaan mahar politik yang terjadi saat pe mi lih an presiden (Pilpres) 2019.

Lang kah ini dilakukan me nyu sul beredarnya isu mahar se jum lah uang Rp500 miliar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno un - tuk Partai Ama nat Nasional (PAN) dan Par tai Keadilan Se - jah tera (PKS). Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Andi Arief me nu - ding Sandiaga meng ge lontorkan uang Rp500 miliar ma singmasing kepada PAN dan PKS. Uang tersebut digunakan se ba - gai kompensasi agar PAN dan PKS menyetujui Sandi men jadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Pra bo wo Subianto.

“Bawaslu akan menelusuri ke benaran berita tersebut. Ta - hap pengusutan dimulai de - ngan proses klarifikasi. Ba was - lu akan memanggil sejumlah pihak yang memang dibu tuh - kan keterangannya. Nanti bisa dilihat dari klarifikasi apakah benar ada telah terjadi sebuah du gaan (mahar),” ujar Komi - sio ner Bawaslu Fritz Edward di Gedung KPU Jakarta. Edward menegaskan apa - bila terbukti terjadi pemberian dana dari Sandi ke PAN dan PKS maka akan dimasukkan pa da Sentra Penegakan Hu - kum Terpadu (Gakkumdu). Lem baga itu akan mem buk ti - kan ada tidaknya aliran uang. “Dan nanti kita akan me - nunggu waktu putusan peng - adil an yang berkekuatan hu - kum tetap,” ungkapnya.

Jika terbukti di pengadilan, sam bungnya, PAN dan PKS ter ancam diberikan sanksi tak boleh mengusung pasangan ca lon di periode mendatang. Bu kan cuma itu, pasangan ca - lon yang diusung dua partai itu juga terancam didiskualifikasi. Begitupun dengan Komisio - ner Bawaslu Mochamad Afi - fud din yang mengatakan tidak pu nya wewenang untuk mela - ku kan pemanggilan dan pe - nya dapan terkait mahar sebe - lum adanya laporan. “Jika ada yang melapor du - ga an tersebut, maka pihak Ba - was lu baru bisa menelusuri. Kami juga punya wewenang untuk me lakukan penya dap - an sebe lum menerima lapor - an,” tegasnya.

Kendati demikian Edward memprediksi jika isu mahar ter sebut hanya menjadi isu saja yang membuat panas kon di si jelang pencalonan capres dan cawapres. “Saya takut ha nya jadi isu-isu saja. Atau buat meramaikan saja,” ungkapnya.

Mula akmal