Edisi 10-08-2018
Cuaca Memperparah Kebakaran California


LOS ANGELES – Angin kencang, cuaca kering, dan suhu tinggi berlangsung di California kemarin hingga dapat menghalangi upaya pemadaman keba karan terbesar da lam sejarah negara bagian itu.

Angin berkecepatan 56 km per jam dengan suhu di atas 32 derajat celsius serta ke lem - baban 10% pada Kamis (9/8) siang hingga Sabtu (11/8) di California bagian utara. Para pemadam kebakaran bekerja keras menghadapi Kebakaran Mendocino Complex dan Carr. Badan Cuaca Nasional me nya - takan para pemadam kini da lam peringatan Bendera Merah. “Kombinasi angin kencang, kelembaban relatif rendah dan suhu panas dapat menambah perilaku ekstrem kebakaran,” ungkap Badan Cuaca Nasional dikutip kantor berita Reuters . Lebih dari 4.000 pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi Mendocino Com - plex yang menghanguskan le - bih dari 122.215 hektare pada Rabu (8/8), menjadi kebakaran terbesar dalam sejarah Cali - fornia.

“Dua pemadam kebakaran terluka dan 119 rumah han cur,” kata Departemen Ke hu tanan dan Proteksi Kebakaran Cali - for nia (Cal Fire). Sekitar 100 mil di timur laut, dekat Redding, sebanyak 4.700 kru pemadam meng ha dapi Ke - bakaran Carr seluas 176.000 acre yang mene waskan tujuh orang, termasuk dua pemadam kebakaran. Carr te lah meng han - curkan 1.077 rumah. Dua kebakaran itu baru diatasi 47% dan sisanya masih tak terkendali. Saat ini ada 15 kebakaran besar lainnya ter - jadi di California. Jika ditotal seluruhnya, semua kebakaran itu menghancurkan lebih dari 1.500 bangunan dan me mak - sa puluhan ribu orang mengungsi. Di selatan wilayah Hutan Na - sional Cleveland, Keba kar an Holy seluas 4.129 acre me ng - hancurkan 12 bangunan.

“Seorang pria usia 51 tahun ditahan dan menghadapi dua dakwaan aksi pembakaran dan satu dakwaan ancaman melawan penangkapan,” ungkap pernyataan pengelola Hutan Nasional Cleveland. Keba karan itu telah memaksa 20.000 orang.

Muh shamil