Edisi 10-08-2018
Dekati Puncak Haji, Pengawasan Katering Diperketat


MEKKAH – Mendekati prosesi puncak haji berupa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina (Armina), Kementerian Agama mulai memperketat pengawasan layanan, terutama katering bagi jamaah serta transportasi.

Hal itu ka rena masing-masing penyedia me - la yani jumlah jamaah yang se - makin besar tiap hari. “Pada fase puncak ini kami harus perketat pengawasan karena masing-masing penyedia melayani jamaah dengan jumlah tambah besar sehingga pekerjaan jauh lebih berat lagi,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Pe nye - lenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Sri Ilham Lubis saat memberi pen - jelasan ke Media Center Haji (MCH) di kawasan Syisyah, Mekkah, kemarin. Dia menjelaskan bahwa ka - tering pada awalnya hanya melayani sepertiga kapasitas. “Kini mereka melayani full, dari yang awalnya mereka me - nyiap kan setelah subuh, se ka - rang lebih awal menjadi tengah malam,” tuturnya.

Menurut Sri, teknik me ma - sak sayuran menjadi penting. “Memasak sayuran harus ter - akhir karena sayuran mudah basi,“ imbuhnya. Selain itu, Direktorat PHU juga terus mengingatkan ja - maah agar makan tepat waktu. “Kami beri edaran ke jamaah agar makan tepat waktu dan ke penyedia katering agar me nya - jikan makanan yang tidak mu - dah basi,” kata Sri. “Kami minta kepada katering, hindari sa - yuran yang rentan basi, mi - salnya buncis. Sekali lagi, pada saat peak season ini kita harus ekstra hati-hati.” Dari segi transportasi, Di - rektorat PHU me ng ingat kan jamaah yang baru datang ke Mekkah untuk melakukan um - r ah wajib bukan bertepatan de - ngan waktu salat. “Agar tidak bersamaan dengan jamaah yang sudah tinggal di sini be be - rapa hari yang hendak salat di Masjidilharam,” papar Sri.

Begitu pula dengan jamaah yang hendak melaksanakan salat di Masjidilharam, Sri me - minta agar datang lebih awal dan pulang agak akhir. “Ya, lebih baik berzikir dulu di Mas - jidilharam, seraya menunggu bus agak longgar,” ucapnya. Sementara itu, ber dasarkan catatan MCH, hingga ke marin sebanyak 397 ke lom pok ter - bang (kloter) telah men d arat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri atas 159.602 anggota ja maah dan 1.985 petugas. Jum lah ini akan terus naik hingga pem berangkatan klo ter ter ak hir ke Ta - nah Suci pada 15 Agus tus mendatang.