Edisi 10-08-2018
Hamas dan Israel Saling Serang


GAZA - Tiga warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza. Di Israel, tujuh warga terluka akibat serangan roket yang diluncurkan Hamas di Sderot dan beberapa kota di dekat perbatasan Gaza.

Petugas kementerian kesehat an Gaza menyatakan, se - orang perempuan dan putrinya berusia satu tahun tewas akibat serangan udara pesawat Israel di wilayah Jafarawi. Seorang ge - ril yawan Hamas juga dila por - kan tewas di Gaza utara. Se di kit - nya 12 warga Palestina terluka akibat serangan tersebut. Juru bicara Hamas Ab dull atif al-Kanoo mengungkapkan, agre - si Israel terus berlanjut. “Rakyat Palestina hanya mem bela diri dan bertugas untuk merespons agresi terhadap rak yat kita,” kata al-Kanoo, dilansir Al Jazeera. Dia mengungkapkan, se - rang an bertubi-tubi yang di la - kukan Israel ke Gaza me nun juk - kan tindakan barbar karena me - narget warga sipil.

“Penjajah (Israel) akan mendapatkan pem balasan dan membayar mahal atas kejahatan yang di la - ku kan,” katanya. Kemudian, suara sirene pe - ringatan roket berdengung terus-menerus di Kota Sderot dan kota Israel di perbatasan dengan Gaza sejak Rabu (8/8) hing ga kemarin. Banyak pen du - duk yang memilih berlindung ke bungker umum atau ber - tahan di dalam rumah. Sayap militer Hamas me nya - ta kan, mereka di belakang ser - ang an roket ke wilayah Israel. Mereka meluncurkan lebih dari 180 roket dari Gaza ke wilayah Israel. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan jet tempur telah menargetkan lebih dari 150 lokasi strategis, termasuk pabrik senjata dan fasilitas pe - nyimpanan roket.

“Serangan Israel dilaksanakan untuk me - res pons serangan roket dari Ja - lur Gaza ke wilayah Israel,” de - mi ki an keterangan IDF. Militer Israel kemarin mem - pe ringatkan Hamas tentang eska lasi ketegangan akan se ma - kin meningkat. “Permainan akan terus berlanjut. Hamas akan memahami dalam be be ra - pa jam mendatang, sama se pe r ti beberapa bulan yang lalu,” ujar pejabat militer Israel. Kemudian, anggota kabinet Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Yuval Steinitz, mengungkapkan me re ka tidak ingin memicu pe rang. “Kita tidak tertarik untuk melanjutkan konfrontasi yang lebih luas. Tapi, pada saat yang bersamaan kita tidak membuat konsesi dengan Hamas,” ujar Steinitz. Di Gaza, sirene ambulans berlalu-lalang di Gaza. Banyak keluarga yang menangis dan merana karena rumah mereka dihancurkan bom tentara Israel.

Utusan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Timur Tengah Nickolay Mla - denov mengaku sangat “was pa - da” terhadap perkembangan ter akhir di Palestina dan Israel. Dia menyerukan kedua belah pi hak untuk menghentikan aksi saling serang. “Langkah bersama kita mence gah situasi dari ledakan hing - ga saat ini. Jika eskalasi ke te - gangan saat ini tidak bisa di hentikan, situasi akan memburuk. Itu akan berdampak buruk bagi seluruh orang,” ungkap Mladenov. Empat bulan terakhir, ke tegang an di perbatasan Gaza- Israel semakin meningkat. Le - bih dari 160 warga Palestina dibu nuh tentara Israel.

Andika hendra