Edisi 10-08-2018
Liga Primer Rasa Asing


LONDON – Liga Primer musim 2018/2019 akan bergulir dini hari nanti. Seperti biasanya, kom petisi ini tetap tidak bersahabat dengan pelatih lokal. Pasalnya, semua nakhoda yang berpotensi meraih gelar merupakan legiun asing.

Meski diselenggarakan di Inggris, Liga Primer bukanlah panggung bagi warga lokal, khususnya untuk pelatih. Terbukti, hanya ada empat arsitek asli Inggris yang ikut bersaing pada musim 2018/2019. Ironisnya lagi, mereka hanya melatih klub kecil, yakni Eddie Howe (AFC Bournemouth). Kemudian Sean Dyche (Burnley), Neil Warnock (Cardiff City), dan Roy Hodgson (Crystal Palace). Artinya, warga Inggris harus kembali mengubur harapannya melihat wakilnya menjuarai Liga Primer. Ya, impian mereka bahkan sudah hancur sebelum kompetisi dimulai. Ini bisa dimaklumi mengingat tim yang punya kans menguasai Liga Primer diasuh pelatih asing.

Sebut saja Pep Guardiola (Manchester City/Man City) yang berasal dari Spanyol. Lalu, Jose Mou rinho (Manchester United/ MU) yang berdarah Portugal. Kemudian Juergen Klopp (Liverpool) yang berpaspor Jerman dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur) yang mewakili Argentina. Sementara Chelsea dan Arsenal kini diasuh Maurizio Sarri (Italia) dan Unai Emery (Spanyol). Artinya, sejarah kelam di mana tidak ada pelatih asli Ing gris yang sanggup merebut gelar Liga Primer dipastikan akan terus berlanjut. Bahkan, bukan tidak mungkin pelatih asal Inggris itu yang bakal lebih dulu dipecat.

Jadi cukup wajar jika Liga Primer disebut liga rasa luar negeri. Arsenal, misalnya. Sejak hengkangnya Arsene Wenger, atmosfer Prancis di Emirates Stadium mulai berkurang. The Gunners masih memiliki Alexandre Lacazette dan Laurent Koscielny. Tapi, kehadiran Emery membuat aroma Arsenal lambat laun berubah menjadi rasa Spanyol. Faktanya, mantan pelatih Paris Saint-Germain itu membawa kekuatan dari Negeri Matador, seperti Juan Carlos Carcedo (asisten pelatih), Pablo Villa (asisten pelatih), dan Javi Garcia (pelatih kiper) plus Julen Masach (pelatih fitnes) dan Victor Manas (data analisis).

Menilik gaya melatih Emery, identitas Arsenal juga kemungkinan akan berubah menjadi rasa Spanyol. Pasalnya, arsitek berusia 46 tahun itu gemar menerapkan permainan terbuka dan menyerang. Sementara Chelsea kemung kinan tidak akan meng alami perubahan signifikan. Pasalnya, setelah ditinggal Antonio Conte, The Bluesmasih ditangani pelatih asal Italia. Sarri dipastikan akan membuat Chelsea tetap terasa Italia dengan merekrut Gianfranco Zola sebagai asisten pelatih. Bila dijabarkan, ada sekitar ada 10 warga Italia yang masuk staf kepelatihannya.

Pemain yang Sarri rekrut juga rata-rata bukan produk lokal. Sosok berusia 59 tahun itu memboyong Jorginho (Italia) yang merupakan mantan pemainnya saat di Napoli. Lalu, kiper Kepa Arrizabalaga (Spanyol) dari Athletic Bilbao. Bedanya, Sarri mungkin tidak akan mengikuti gaya Conte yang cenderung bertahan. Meski berdarah Italia, Sarri rupanya lebih suka memakai strategi menyerang. Hanya, dia mengawali kiprahnya dengan catatan kurang bagus, yakni dikalahkan Man City 0-2 di ajang Community Shield. Lalu, bagaimana dengan Liverpool? Selama diasuh Klopp, The Redsjuga seperti alergi produk dari Inggris. Terbukti, cukup banyak stafnya yang berasal dari Jerman.

Begitu juga dengan pemain. Klopp menghabiskan hingga 161,2 juta pound - sterling pada bursa musim panas tahun ini untuk membeli empat pemain yang semuanya warga asing, yakni Naby Keita (Guinea), Fabinho (Brasil), Alisson Becker (Brasil), dan Xherdan Shaqiri (Swiss). Sementara Man City tetap mengikuti kebijakan Guar diola. Artinya, aroma Spanyol belum akan hilang. Maklum saja, di Etihad Stadium kini ada sembilan warga Spanyol yang masuk staf, di antaranya Xabier Mancisidor dan Lorenzo Buenaventura. Mungkin hanya Mourinho yang sedikit netral. Rasa Portugal di kubu Setan Merahtidak terlalu kental. Sejauh ini hanya ada dua asistennya yang berasal dari Portugal, yaitu Ricardo Formosinho dan Silvino Louro.

Pochettino sepertinya satu aliran dengan Mourinho. Meski berasal dari Argentina, Pochettino tidak ngototmemasuk - kan kompatriotnya dalam staf kepelatihan. Cuma Miguel D’Agostino yang satu bangsa dengannya. Meski demikian, slot bagi wakil Inggris dalam jajaran stafnya hanya dua. Selebihnya berasal dari Spanyol dan Jerman.

M mirza





Berita Lainnya...