Edisi 10-08-2018
Masih Butuh Adaptasi


MONTREAL- Angelique Kerber masih kesulitan saat bertanding di lapangan keras. Terbukti, petenis asal Jerman itu harus tersingkir setelah kandas dari Alize Cornet (Prancis) dua set langsung 4-6, 1-6 pada babak kedua Piala Roger 2018.

Kerber, unggulan keempat, bermain kurang mengesankan dan melakukan hingga 20 unforced error . Itu membuatnya sulit mengembangkan per - mainan, khususnya pada set kedua di mana harus menyerah dengan skor cukup telak. Pada - hal, mantan petenis nomor satu dunia itu sedang berada dalam performa yang cukup konsisten, termasuk berhasil menggondol gelar Grand Slam Wimbledon tahun ini. “Ini satu pertandingan bahwa saya harus belajar lagi. Saya mengambil libur beberapa pekan setelah Wimbledon. Jadi, saya tahu harus datang ke sini, memainkan banyak pertandingan, dan juga terbiasa dengan lapangan keras lagi,” kata Kerber, dilansir Reuters.

Kerber juga beralasan masa transisinya dari lapangan rumput ke lapangan keras menjadi kendala. Petenis berusia 30 tahun itu mengaku masih butuh adaptasi. Apalagi, Piala Roger merupakan turnamen pertamanya setelah menjuarai Wimbledon. Petenis bertangan kidal itu mengakui untuk tampil di sebuah turnamen berbeda lapangan membutuhkan strategi yang berbeda. Jadi, Kerber berharap bisa melakukannya dengan baik di turnamen berikutnya. “Tentu saja ini bukan rencana saya hanya bermain satu pertandingan. Tapi, pada akhirnya ini adalah tenis. Setiap turnamen dimulai pasti dari nol. Sekarang, saya akan mencoba untuk memper siap - kan diri di turnamen berikut - nya,“ ungkap Kerber.

Setelah ini Kerber akan fokus menjalani latihan lebih keras untuk tampil di Turnamen Cincinnati Masters pada pekan depan. Tahun lalu, petenis berpostur 173 cm ini tersingkir di laga pertama setelah kandas 4-6, 6-1, 6-7 dari petenis Rusia Ekaterina Makarova. Pencapaian terbaik Kerber di ajang Primer itu hanya mampu menjadi finalis pada edisi 2012 karena dikalahkan petenis China Li Na 6-1, 3-6, 1-6. Khusus untuk tahun ini dia baru meraih dua gelar. Selain Wimbledon, dia juga sempat meratui Sydney International.

Sementara itu, petenis asal Rusia Maria Sharapova pamer kekuatan saat menyingkirkan rekan senegaranya, Daria Kasatkina, 6-0, 6-2 dalam tempo 1 jam dan 16 menit. Tapi, mantan petenis nomor satu dunia yang sempat berperingkat 149 pada 2017, setelah menjalani hukuman doping 15 bulan, itu merasa tidak mudah mendapatkan kemenangan tersebut. “Saya telah merasakan semua jenis pertandingan dalam karier saya. Saya akan mengambil apa yang bisa saya dapatkan selama saya mendapatkan kesempatan untuk bermain pada pertandingan berikutnya,” ucap petenis yang kini berperingkat 22 dunia itu.

Pada babak ketiga nanti peraih lima gelar grand slam ini akan menghadapi unggulan keenam asal Prancis Caroline Garcia yang berhasil menying - kirkan Magdalena Rubarikova dengan skor 4-6, 6-1, 6-3. Dalam lima pertemuan sebelumnya melawan Garcia, Sharapova sudah mencatatkan empat kemenangan dan sekali kalah. Meski unggul dalam rekor pertemuan, petenis berusia 31 tahun itu tetap harus waspada. Pasalnya, pada perjumpaan terbarunya di Stuttgart tahun lalu, dia kalah dari Garcia.

Raikhul amar