Edisi 10-08-2018
Pelatihan Kewirausahaan bagi Perempuan


MESKImemiliki kekayaan berlimpah, Sara Blakely tidak lupa berbagi dengan yang membutuhkan. Dengan kekayaannya, perempuan 47 tahun ini mendirikan sebuah yayasan untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan bagi perempuan muda.

Pada 2006, Blakely meluncurkan Sara Blakely Foundation. Yayasan ini dibangunnya untuk membantu perempuan meraih pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. “Sebenarnya saya telah mempertimbangkan pendirian yayasan nirlaba ini sebelum pendirian Spanx,” ujar Sara, dilansir forbes.com. Sebelum mendirikan yayasan ini, Sara mengikuti sebuah acara kompetisi bernama The Rebel Billionaire. Berkat bantuan pengusaha ternama Richard Branson, pendiri Virgin Group, Sara berhasil meraih juara kedua dan mendapatkan uang sebesar USD750.000 (Rp10,8 miliar).

Uang inilah yang dia gunakan untuk membangun Sara Blakely Foundation. Sejak peluncurannya, Sara Blakely Foundation telah mendanai beasiswa untuk para perempuan muda di Community and Individual Development Association City Campus di Afrika Selatan. Para perempuan muda tersebut dibekali pendidikan untuk menjadi seorang pengusaha. Sara muncul untuk kedua kalinya di The Oprah Winfrey Show pada 2006. Tidak untuk memasarkan produk, kali ini Sara menyumbangkan USD1 juta (Rp14 miliar) kepada Oprah Winfrey Leadership Academy, yayasan kepemimpinan untuk perempuan muda. Pada 2013, Sara menjadi miliarder perempuan pertama yang bergabung dengan komunitas Giving Pledge.

Komunitas yang beranggotakan miliarder terkenal Bill Gates dan Warren Buffett ini bertujuan mengumpulkan orang terkaya di dunia untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan yang ditujukan untuk amal. “Mimpi saya adalah ada lebih banyak pengusaha perempuan muda. Kami membutuhkan kontribusi perempuan,” ujar Sara. Dalam 10 tahun pertama, perusahaan pakaian dalam yang didirikan Sara, Spanx, telah memberikan lebih dari USD14 juta (Rp201 miliar) kepada berbagai organisasi amal. “Uang itu menyenangkan untuk dibuat, dibelanjakan, dan diberikan,” ujar Sara.

Dwi nur ratnaningsih