Edisi 10-08-2018
Hantu Lokal Bersatu dengan Setan Western


SEBELUMIblis Menjemput menjadi proyek tunggal pertama sutradara-penulis Timo Tjahjanto untuk tahun ini. Sebelumnya Timo lebih banyak berkolaborasi dengan “saudara kembar”nya, Kimo Stamboel, dengan nama The Mo Brothers.

Meski kali ini melangkah sendiri, Timo tidak kehilangan ciri khasnya saat membuat film; adegan penuh darah di mana-mana. Sama seperti film horor belakangan yang laris, seperti Pengabdi Setan dan Kafir : Bersekutu dengan Setan , film ini juga mengambil tema yang sama, yaitu pesugihan atau persekutuan dengan iblis. Adegan pembuka - nya dengan jelas menunjukkan hal tersebut. Di sebuah rumah besar nan sepi, Lesmana (Ray Sahetapy) menyambut seorang dukun perempuan yang tampilannya khas di film horor; memakai gaun putih panjang, berambut amat panjang, serta berwajah dan berdandan menyeramkan (diperankan Ruth Marini, pemeran Sinto Gendeng dalam film Wiro Sableng mendatang). Sang dukun melakukan ritual pemujaan kepada iblis hingga pada suatu titik, uang bertebaran di ruang bawah tanah rumah ter - sebut.

“Pulanglah, masih banyak lagi di rumah,” ujar dukun perempuan tersebut. Tidak lama kemudian, penonton diberi tahu bahwa bisnis Lesmana melesat cepat. Namun, bersamaan dengan itu, perempuan yang dinikahinya selalu mengalami celaka. Hingga akhirnya dia menikah dengan mantan aktris Laksmi (Karina Suwandi) dan memiliki anak Maya (Pevita Pearce), Ruben (Samo Rafael), dan Nara (Hadijah Shahab). Sementara, anak dari istri sebelumnya, Alfie (Chelsea Islan) memilih mendendam pada ayahnya dan pergi dari rumah. Saat Lesmana bangkrut dan jatuh sakit, Laksmi berencana menjual vila tua milik suaminya. Alfie yang kebetulan juga sedang berada di sana membuat suasana menjadi panas.

Seperti bisa ditebak, iblis yang bersekutu dengan Lesmana pun ikut membuat panas suasana. Timo, yang sepertinya sangat banyak terpapar film-film gore dan zombie dari Barat, tampaknya terobsesi untuk membuat film horor lokal yang sesuai dengan referensinya tersebut. Jadi, selain bisa melihat hantu lokal semacam kuntilanak, penonton juga akan disuguhi hantu mirip zombi; senang menggigit dan mengisap darah. Adapun mereka yang kesu - rupan bertingkah layaknya Dara dalam film The Mo Brothers, Rumah Dara , yaitu melukai dan menghantam anggota tubuh de - ngan benda tumpul berkali-kali, menyantet mereka dengan bo - neka, bahkan memotong atau mencopot anggota tubuh dengan brutalnya.

Jadi, bagi yang ingin menonton film ini, bersiaplah menyaksikan adegan layaknya di film-film gore yang bersimbah darah serta penuh teriakan his - teris para pemainnya. Pilihan te - ror hantu yang berbeda seperti ini memang cukup berisiko bagi Ti - mo untuk menyenangkan penonton. Di luar itu, Pevita Pearce cukup meyakinkan berakting sebagai perempuan kesurupan ala pem - bunuh berantai. Matanya liar, bahasa tubuhnya mengerikan. Mungkin dia perlu dibuatkan film sendiri.

Herita endriana