Edisi 19-08-2018
Kementan Kampanye Pangan Lokal di Borobudur


MAGELANG - Menyambut Hari Kemerdekaan Ke-73 tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengampanyekan pangan lokal kepada khalayak dan wisatawan di Candi Borobudur.

Selain wisatawan lokal, sasaran kampanye itu juga diutamakan kepada turis mancanegara. “Tujuan kita di sini adalah setiba di negara tujuan, para wisatawan tersebut dengan sukarela menceritakan keunggulan hasil pangan Indonesia di antaranya kopi dan kedelai,” jelas dr Hanson - Ahli Kinesiology di Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Dia menerangkan, Kinesiology adalah teknik untuk melihat kemampuan tubuh melalui respons otot. Dengan metode ini, tubuh mampu me milih makanan yang cocok dan baik melalui respons otot. Hal ini langsung dicontohkan di dalam kegiatan tersebut.

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi optimistis program konsumsi pangan lokal Indonesia bisa menjangkau lebih banyak generasi muda. Hal ini juga berdampak positif dalam menang gulangi kebiasaan mengon sumsi pangan impor yang dianggap lebih murah.

Menurutnya, jika pemuda sudah sadar pentingnya mengonsumsi pangan lokal, ke depan petani akan semakin sejahtera dan bahagia. “Kami dorong dinas pertanian bagaimana memanfaatkan pangan lokal seperti kedelai, kentang, kopi yang berdampak ke wisatawan.

Diharapkan naik-turun tangga tidak lelah,” jelas Suwandi. Dia menekankan, pangan lokal memiliki potensi yang luar biasa misalnya kedelai lokal non-GMO, rasanya jauh lebih legit.

Buah impor dan lokal rasanya saja lebih enak. Pangan lokal jelas cita rasa dan asal usulnya, tanpa treatment. “Pangan lokal unsurnya lebih segar dibanding impor. Ayo kita sukai pangan lokal kita,” tegasnya.

yanto kusdiantono

Berita Lainnya...