Edisi 06-09-2018
OJK Dorong Perbaikan Kualitas Fintech


JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) member ikan kemudahan bagi fintech pinjaman online dalam model pengen dalian internal per usahaan.

Otoritas meminta pelaku fintech berdiskusi bersama untuk menyepakati satu standar pengendalian internal. Direktur Pengaturan, Perizin an, dan Pengawasan Financial Technology OJK Hen drikus Passagi mengatakan, pihak nya memberikan kemudahan bagi 16 fintech pinjaman online yang sudah terdaftar untuk mendapatkan perizinan. Sa lah satunya dengan memfasi litasi diskusi pelaku fintech un tuk menentukan pengendali an internal perusahaan. Hal ini akan jauh lebih me ringan kan daripada dirancang setiap perusahaan. “Kami min ta fintech bersatu da lam hal comply regulasi. Silakan ber diskusi untuk menentu kan satu standar pengen dali an internal untuk jadi kesepakatan ber sa ma.

Tentunya berat kalau dipikirkan sendiri,” ujar Hendrikus dalam kegiatan studi banding fintech di Kantor Danamas, Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, pihaknya ingin mendorong transparansi aturan sehingga semua memiliki kualitas yang merata. Hal ini menghindari ketimpangan kualitas antara fintech lalu meru gi kan nasabah seperti yang ter jadi di China. Otoritas akan meng adakan kunjungan ke kan tor fintech untuk melakukan diskusi dan evaluasi ber sama fintech lain. “Kami ingin se mua comply karena industri ini di bangun bersama dan tidak ke hilangan arah. Nanti antara mereka bisa sa ling mengawasi karena pemahaman yang sa ma. Bisa saling menegur apa bi la ada yang terlalu mudah mem berikan pinjaman,” ucap nya.

Dia mengingatkan ada meka nisme yang tidak boleh dilanggar misalnya pergantian di reksi tanpa alasan yang kuat. Faktanya masih ada yang meng ganti diam-diam setelah ter daftar. Hal lainnya yang diper hatikan fintech harus meng gu nakan satu platform dan ja ngan sampai tiga. “Jangan meng ganti direksinya kare na su sah diatur komisaris atau ju ga karena ter lalu patuh re gu lasi. Itu pernah kami alami,” ujar nya. Presiden Direktur Danamas Dani Lihardja mengatakan, tren dunia sekarang mengarah pada transaksi nontunai melalui aplikasi teknologi informasi. Hal ini membuat fintech sangat berkembang pesat salah satunya dengan P2P (peer to peer lending). Dengan ini diharapkan bisa mencip takan banyak pengusaha kecil di se luruh wilayah Indonesia, tan pa masalah lokasi, transpor tasi, dan waktu. Pinjamme minjam dapat dilakukan 24 jam sepanjang hari dan malam.

Danamas telah menda patkan izin dari 01K dalam Keputus an Anggota Dewan Komisioner 01K Nomor Kep 49/D.05/ 2017 tentang Pemberi an Izin Usaha Perusahaan Pe nyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi PT Pasar Dana Pinjaman Tanggal 6 Juli 2017.”Melalui kesiapan Danamas dalam melayani kebu tuhan pendanaan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) ma syarakat, kami berharap dengan studi banding ini, kami da pat memberikan wawasan dan pengetahuan yang dapat diterapkan perusahaan fintech lainnya agar ke depan urusan perizinan OJK menjadi Iebih lancar,” ungkapnya.

Sebelumnya riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menyatakan pertum buhan fintech mampu men dongkrak konsumsi rumah tangga hingga Rp8,94 triliun. Sedangkan bagi produk do mestik bruto atau PDB pertumbuhan fintech bisa menyum bang sebesar Rp25,97 tri liun baik secara langsung ma upun tidak langsung.

“Apabila suatu fintech memberikan pembiayaan ke pa da UMKM dengan lima pekerja lalu berkembang, tentu para pe ker janya akan memiliki daya beli. Sedangkan saat ini sangat su lit mencari sektor ekonomi yang dapat diandalkan untuk me ning katkan konsumsi rumah tangga nasional,” ucap Eko nom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara.

Hafid fuad