Edisi 12-09-2018
KPU Bantah Data Ganda Pemilih Capai 25 Juta


JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan jumlah data ganda dalam daftar pemilih tetap (DPT) hanya berkisar antara 1-2 juta.

Saat ini proses perbaikan daftar pemilih tetap telah dimulai bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dari jenjang terendah. KPU sebelumnya mene tapkan DPT Pemilu 2019 sebanyak 187,7 juta dalam rapat pleno Rabu (5/9). Menanggapi pe netapan ini, Koalisi Partai Politik Pendukung Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menya takan ada indikasi data ganda pemilih dalam DPT. Koalisi Parpol Pendukung Prabowo- Sandi memprediksi data pemilih ganda mencapai 25 juta orang. “Kami sudah koordinasi dengan seluruh Bawaslu provinsi seIndonesia menjelaskan tentang kondisi data ganda tersebut dan sampai sekarang sedang dilakukan pencermatan bersama. Jadi perwakilan partai politik, Bawaslu dan KPU melakukan pencermatan ber sa ma,” ujar Komisioner KPU Viryan Aziz di Jakarta, Senin (10/9).

Dia menjelaskan, jumlah data ganda pemilih tidak akan lebih besar dari temuan Ba - waslu yang melaporkan ada 1 juta data ganda di 285 ka bu pa - ten/kota. Jumlah tersebut sudah mencapai 50% dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Ya dari awalnya 76 daerah menjadi kurang lebih 285 daerah datanya itu satu juta. Jadi 285 kemudian kan berarti sampai 50%,” ujarnya. Prediksi KPU, sambungnya, jauh di bawah angka 25 juta data ganda yang sempat diklaim koalisi partai politik pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilihan Presiden 2019. Viryan juga menga takan KPU akan tetap menindaklanjuti temuan data ganda, baik dari parpol maupun Ba waslu dengan menurunkan data itu agar dicek KPU kabupaten/kota.

Dia juga mengatakan pihaknya tetap menindaklanjuti temuan data ganda, baik dari parpol maupun Bawaslu. “Kita punya komitmen untuk terus menerus melakukan upaya agar dapat menyajikan daftar pe mi - lih seakurat mungkin,” jelasnya. Sementara itu, Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menuturkan bah wa koalisi Prabowo-Sandi memb icarakan tindak lanjut validasi DPT merespons penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Karena kan memang diberi waktu 10 hari oleh KPU un tuk menyelesaikannya,” kata Edd y di Posko Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta, Senin, (10/9) Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menuturkan, koalisi sebelumnya menemukan pemilih ganda dalam DPT Pe - milu 2019 mencapai 25 juta pemilih. Setelah dilakukan pe nyisiran, jumlah itu menyusut. “Jadi ada sekitar 6,8 Juta pemilih yang merupakan duplikasi dari apa yang telah di siapkan oleh KPU. Datanya berasal dari Dukcapil dan Kementerian Dalam Negeri,” kata Priyo.

Ribuan E-KTP Dibuang di Serang

Ribuan kartu tanda pen duduk elektronik (e-KTP) di te mukan terbuang dan berceceran di kebun bambu di Kampung Banjarsari, Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Ber dasarkan informasi yang di himpun, ribuan e-KTP tersebut ditemukan tersimpan dalam sebuah dus dan karung. Kepala Disdukcapil Kabu paten Serang Asep Saepudin Mustafa mengatakan, total ada 2.910 keping KTP dan sembilan kartu keluarga (KK) yang di temukan warga di tempat pembuangan sampah dan semak belukar.

Barang tersebut ke mudian diamankan di Koramil Cikande. Dari total 2.910 keping tersebut, di antaranya 513 KTP manual (KTP lama, bukan e-KTP), dan 111 e-KTP yang rusak secara fisik maupun data. "Kami melakukan uji data dengan alat pembaca (reader) terhadap empat KTP elektronik dan sembilan kartu keluarga. Se mua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP elektronik dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan," ucap Asep dalam rilis yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan sebagaimana laporan yang diterimanya bahwa e-KTP tersebut rusak dan sudah tidak berlaku. Dia mengatakan, seharusnya e-KTP yang sudah tidak berlaku ataupun rusak harus dipotong-potong agar tidak disalahgunakan. “Infonya begitu (e-KTP lama dan rusak). Dan, diminta yang lama dan rusak (e-KTP) dipotong-potong se telah didata. Padahal instruksi ya sudah,” ungkapnya.

Mula akmal/ abdul rochim/dita angga