Edisi 12-09-2018
Menkumham Bantah Sahkan Tagar #2019 PrabowoPresiden


JAKARTA – Kementerian Hu kum dan HAM (Kemenkumham) membantah tagar #2019PrabowoPresiden telah terdaftar di Direktorat Jenderal (Ditjen) Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkum ham.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly menjelaskan, memang ada notaris yang mendaftarkan TAGAR2019PRABOWOPRE SIDEN. Menurutnya, notaris nakal itu menyiasati dengan mendaftarkan nama TAGAR 2019PRABOWOPRE SIDEN. “Jadi, perlu saya tegaskan kalau ada #2019Pra bo woPresiden itu penyiasatan dan melanggar undang-undang,” ung kap Yasonna di kantornya, Jakarta, Senin (10/9). Yasonna mengatakan, pelanggaran itu terjadi atas dasar Pasal 59 ayat 1 UU Nomor 16 Ta hun 2017 tentang Penetapan atas Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

Di situ disebutkan dengan tegas melarang nama ins tansi pemerintah digunakan sebagai nama perkum pulan. Maka bila ada yang memohon nama perkumpulan memakai nama presiden, sistem AHU daring di Kemenkumham akan menolaknya. Namun, ada notaris yang nakal menyiasati dengan mendaftar kan badan hukum per kumpul an: TAGAR2019 PRABOWO PRE SIDEN. “Notaris yang mendaftarkan badan hukum perkumpulan itu agak nakal,” katanya. Yasonna menambahkan, Ditjen AHU Kemenkumham akan menolak nama badan hukum perkumpulan #2019Prabowo Presiden lantaran membawa nama presiden. Namun, pendaftar badan hukum perkum pulan itu mendaftar kannya dengan nama TAGAR - 2019 PRA BOWOPRE SIDEN.

“Kata PRESIDEN tidak tertulis satu, tapi ada pemisahan kata PRE dan SIDEN. Nama per kumpulannya TAGAR - 2019 PRABOWOPRE SIDEN,” jelasnya. Diketahui beredar surat pengesahan Ditjen AHU Ke - men kumham tentang nama ba dan hukum perkumpulan TAGAR2019PRABOWOPRE SIDEN yang didaftarkan oleh se orang notaris yang ber ke du - dukan di Tangerang Selatan. Notaris itu mendaftarkan nama badan hukum perkum pul - an tersebut pada 3 September 2018 dengan nomor pen daftaran 6018090331100056. Sebelum #2019Pra bowo - Presiden, sudah terdapat gerak an #2019GantiPresiden. Menurut peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, pergantian nama tersebut sebagai sebuah pembelajaran politik.

Dia berpendapat nama #2019Pra bo - wo Presiden merupakan salah satu langkah untuk meme - nang kan pasangan bakal calon presiden Prabowo Subianto. Dia menyebut hal itu sebagai se suatu yang lumrah. “Menurut saya tidak apa-apa, yang seperti itu adalah pembelajaran politik. Menurut saya itu kan suksesi, jadi kontestasi melalui suksesi adalah kompetisi,” ungkapnya. Siti menilai hal itu wajar dalam berkompetisi jika para pen dukung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin membuat gerakan serupa. Dia mengatakan yang tidak boleh adalah menyikapi gerakan tagar tersebut secara emosional.

Binti mufarida