Edisi 12-09-2018
NasDem Bantah “Bermain” Kebijakan Impor


JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (NasDem) membantah pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (RR) yang menyebutkan seolah-olah Ketua Umum NasDem Surya Paloh “bermain” di balik kebijakan impor sejumlah bahan pangan seperti gula, garam, dan beras.

Ketua DPP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah sekaligus Komandan Strategis NasDem Syahrul Yasin Limpo mengatakan pernyataan RR tersebut tidak benar dan fitnah. “Pernyataan yang di - sam paikan oleh RR terhadap Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam jumpa pers di Kantor DPP NasDem, Jakarta, kemarin. Mantan gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menga takan, pernyataan RR yang disampaikan lewat televisi nasional dan media sosial Twitter, dinilai telah merendahkan martabat Presiden Joko Wi dodo (Jokowi) dengan meng gambarkan seperti sosok yang mudah ditekan oleh pihak lain.

“Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh baik dalam ka pasitas sebagai ketua partai maupun pribadi tidak pernah turut campur dengan kebijakan impor yang dilakukan pe me rintah, apalagi hingga ikut meng - atur ataupun mengambil keuntungan dari situ,” paparnya. Surya Paloh, kata Syahrul, juga tidak memiliki bisnis terkait impor beras, gula, maupun garam seperti yang dikesankan dalam pernyataan RR yang menyebut seolah-olah Surya Paloh “bermain” dalam ke bi - jakan impor tersebut.

“Partai NasDem selalu memegang komitmen tanpa syarat dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Ketua Umum Surya Paloh tidak pernah meminta jatah menteri, apalagi proyek kepada pemerintah. Ketua Umum Surya Paloh juga tidak pernah bermasalah jika men - teri yang berasal dari Partai NasDem tidak bagus kiner janya dan oleh karenanya harus di-reshuffle . Selama terjadinya reshuffle kabinet, sudah bebera pa kali menteri dari Partai NasDem diganti dan hal itu tidak menjadi masalah,” katanya. Syahrul mengatakan, reshuffle merupakan hak pre ro - gatif presiden sehingga NasDem selalu menghormati dan menerima keputusan Presiden terkait kabinetnya. Hal ini, katanya, menandakan bahwa baik Jokowi maupun Surya Paloh sangat profesional dan menjunjung prinsip merit system dalam kabinet.

Terkait dengan kebijakan impor yang dilakukan pemerin tah, NasDem, kata Syahrul, sama sekali tidak memiliki sang kut-paut, baik secara langsung maupun tidak. Pasalnya, kebijakan impor yang di pu tus - kan pemerintah memiliki dasar dan alasan yang kuat berdasarkan data dan situasi pasar. Penetapannya dilakukan atas kesepakatan lintas kementerian yang dipimpin Menteri Koordinator Darmin Nasution. Kebijakan impor merupakan bagian dari tugas pemerintah mengelola kondisi perekonomian bangsa dengan perhitungan yang terukur dan dapat dipertanggun g jawabkan.

“Sebagai partai pen du - kung pemerintah, NasDem memberikan dukungannya ter hadap kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah,” kata - nya. Terhadap pernyataan yang dinilai sebagai fitnah tersebut, Syahrul mengatakan bahwa NasDem akan mengajukan somasi atau peringatan hukum kepada RR untuk menarik pernyataannya. Sebelumnya, da lam sebuah acara yang di ta yangkan di dua televisi swasta nasional pada 6 September 2018, RR menyebut kan biang kerok soal permasalahan impor pangan adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dalam impor garam, misalnya, kata RR, kuota impor dilebihkan sebanyak 1,5 juta ton dari yang se harusnya dilakukan pemerintah.

Akibatnya, petani garam marah. Hal serupa juga terjadi pada impor gula yang disebut RR kuotanya ditambah hingga 2 juta ton, impor beras ditambah 1 juta ton, termasuk impor ban. “Jadi biang keroknya sebe tulnya Saudara Enggar, ya, cuma Presiden Jokowi nggak berani negor , takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh karena ini brengsek,” kata RR.

Abdul rochim