Edisi 12-09-2018
Sandi Dekati Yenny Wahid, Jokowi Gandeng Ida Fauziah


JAKARTA - Tokoh perempuan menjadi salah satu incaran tim pemenangan masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Pre si den (Pilpres) 2019.

Strategi ini dilakukan oleh tim peme nang an masingmasing capres-ca wa pres untuk meraup dukung an pemilih perempuan. Tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, misalnya, terang-terangan mengajak Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, putra presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk bergabung. Ajakan ini disampaikan langsung oleh bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno saat berkunjung ke kediaman Gus Dur, Senin (10/ - 9) lalu. “(Saya bilang ke) Mbak Yenny, gabung saja jadi campaign manager kita,” kata Sandi di Glodok, Jakarta, Selasa (11 / - 9/2019).

Mantan wagub DKI Jakarta ini mengatakan, meski tawaran itu belum diterima, Yenny menyambut positif. “Mbak Yenny bilang ‘wah seru juga tuh, dipikirin deh’ katanya,” ucap Sandi. Sandi berkunjung ke Sinta Nuriyah Wahid untuk meminta doa restu maju cawapres. Dalam kunjungannya itu, dia pesan untuk menjaga keberagaman dan toleransi bangsa Indonesia. “Ya, tentu nya sebagai anggota dari keluarga Gus Dur, generasi ke-3 dari pejuang bangsa, me mastikan keberagaman dan toleransi itu menjadi harga mati di republik yang kita cintai ini. Tentunya kita harapkan Mbak Yenny, Bu Sinta tetapi menjadi mer cu suar, menjadi pilar, menjaga kebangsaan kita,” kata dia.

Sementara itu, tim pe me - nang an Joko Widodo-Ma’ruf Amin resmi membentuk Perempuan Indonesia Jokowi- Ma’ruf Amin (IJMA) untuk meraup dukungan dari pemilih perempuan. Perempuan IJMA dipimpin oleh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziah. Ida menuturkan, se bagai salah satu ketua DPP PKB, dirinya sudah terbiasa terlibat berbagai kesibukan di partai. Atas dasar itu, dirinya diminta untuk mengawal Perempuan IJMA. “Teman-teman memin ta karena saya memang back - ground -nya aktif di kegiatan sosial, makanya aktif di Suara Perempuan untuk Jokowi, Super Jokowi,” ujar Ida di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2018).

Ida menjelaskan, Perempuan IJMA akan dideklarasikan setelah penetapan calon presiden dan wakil presiden dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengenai anggota Perem puan IJMA, dia me ne rangkan anggotanya akan berasal dari Partai Koalisi Indonesia Ker ja (KIK). “Hampir semua perempuan partai bergabung di sini. Partai parlemen dan non- parlemen bergabung. Nama-namanya rahasia dan nanti saya kasih tahu,” ucap legislator ke la hiran Mojokerto, Jawa Timur ini. Mantan calon wakil gu ber nur Jawa Tengah tersebut memastikan bahwa Perempuan IJMA fokus untuk merebut suara perempuan di setiap daerah dari segala segmentasi usia, seperti kalangan ibu-ibu, maupun perempuan milenial.

“Rata-rata teman-teman ini juga sebagai calon legislatif, jadi dia kampanye dirinya dan kedua mengampanyekan Pak Jo kowi-Kiai Ma’ruf Amin. Ini bedanya dengan Super Jokowi, kan Super Jokowi background - nya nggak hanya pengurus partai,” paparnya. Untuk menggaet suara pe - rempuan di berbagai daerah, Ida akan meyakinkan bahwa pa sangan Jokowi-Ma’ruf bisa me nyelesaikan persoalan bang sa, salah satunya per eko - nomian. Selain itu, menekan angka ke matian ibu dan bayi, serta men jawab kebutuhan kesehatan, pendidikan, pengembangan eko nomi terutama sektor UMKM. Menurut Ida, 51% UMKM di Indonesia dijalankan pe rempuan. Dengan per eko no mian di bidang perempuan terus di dorong, hal itu akan sangat membantu kaum perempuan untuk maju secara eko nomi dengan member da yak an keahlian yang ada.

“Kita ingin lebih luas lagi. Tangguh menghadapi ini kan situasi global kalau perempuan kon disi ekonomi kuat insyaallah bisa tahan menghadapi gun cangan global ini,” kata alum nus IAIN Sunan Ampel, Su rabaya ini.

Kiswondari