Edisi 12-09-2018
Badai, 1,5 Juta Warga Mengungsi


HOLDEN –Lebih dari 1,5 juta orang diperintahkan me ng ungsi dari rumahnya di se panjang pantai tenggara Amerika Serikat (AS) saat Badai Florence kian mendekat kemarin.

Florence akan menjadi badai pa ling kuat yang menerjang Caro lina dalam hampir tiga dekade terakhir. Florence merupa kan badai kategori 4 dengan kecepatan angin 210 km per jam, dan diperkirakan menerjang wilayah AS itu pada Jumat (14/9). “Wilayah yang diterjang badai itu diperkirakan Carolina Utara dekat perbatasan Carolina Selatan,” papar Pusat Badai Nasional (NHC) di Miami, dilansir Reuters. Warga pun segera mengaman kan rumahnya dengan me nutupi jendela dengan pa pan dan tindakan lain. Mereka memadati toko-toko grosir untuk membeli persediaan makan an, air, dan suplai kebu tuhan pokok lainnya. Para petugas di Carolina Selatan menyiapkan jalur tambahan di jalan-jalan uta ma untuk mempercepat pro ses evakuasi warga.

Gubernur Carolina Selatan Henry McMaster menyebut pengalaman saat Badai Hugo pada 1989 yang menewaskan 27 orang di negara bagian itu. Dia meminta warga mematuhi perin tah evakuasi untuk meng hindari korban tewas atau ter luka akibat badai. “Saya lebih memilih aman dibandingkan menyesal. Kami ingin orang ke luar dan aman,” kata McMaster pada aca - ra “GoodMorningAmerica” ABC. Badai itu terletak sekitar 1.530 km timur-tenggara Cape Fear, Carolina Utara pukul 5 pagi waktu setempat. “Badai itu akan menjadi sangat berbahaya pada Kamis (13/9) malam,” papar pernyataan NHC.

Badai itu akan menambah banjir di pantai dengan badai yang mengakibatkan keting gi - an air laut mencapai 3,7 meter. Florence dapat mengakibatkan curah hujan 51-76 cm di ber ba - gai wilayah sehingga me ningkat kan risiko banjir di wilayah penduduk. Badai itu pun dapat bertahan selama beberapa hari setelah menerjang wilayah da - ratan AS. “Florence sempat se di - kit melemah tapi kembali menguat pada Selasa (11/9),” ungkap NHC. Gubernur Virginia Ralph Nor tham mengeluarkan perintah evakuasi pada sekitar 245.000 warga di wilayah rawan banjir sejak pukul 8 pagi waktu setempat. Gubernur Carolina Selatan Henry McMaster memerintahkan sekitar 1 juta warga di wi la - yah pesisir agar segera mengungsi pada kemarin siang.

Sebanyak 250.000 orang ha - rus dievakuasi dari utara Outer Banks, Carolina Utara, kemarin setelah lebih dari 50.000 warga diperintahkan meninggalkan Hatteras dan Ocracoke. Gubernur Carolina Utara, Carolina Selatan, Virginia, dan Maryland telah mendeklarasikan k eadaan darurat. Mengingat buruknya dampak badai tahun lalu di AS, warga Carolina mulai ritual persiapan bencana dengan menutupi jendela de - ngan papan dan membeli ke bu - tuhan pokok, air dan bahan bakar minyak (BBM). Di Ocracoke Island, Carolina Utara, bagian dari Outer Banks, war gasetempat TomPahl, 66, menyatakan segera menutupi jendela rumah dengan papan. “Ka mi tidak memasang papan un tuk menutupi rumah kami se la ma beberapa tahun, tapi sa ya me rasa perlu melakukannya seka rang,” kata Pahl yang be ker ja se bagai komisioner Hyde County.

Beberapa tetangga Pahl membicarakan tentang evakuasi dari pulau itu yang hanya bi sa dilakukan dengan feri dan pe - sawat, tapi dia belum memu tus - kan tindakan selanjutnya. “Hal palingtidakmenyenangkansa at badai ialah membuat kepu tus an untuk tetap tinggal. Tak se orang pun memutuskan un tuk tinggal hingga feri terakhir berangkat,” ujar Pahl. Diklasifikasikan sebagai kate gori 4 dari lima skala kekuatan badai sesuai Saffir-Simpson, Florence merupakan badai paling kuat yang mengancam wila yah daratan AS tahun ini dan pertama yang menargetkan Carolina sejak 1989, saat Badai Hugo menerjang Charleston, Carolina Selatan.

AS diterjang sejumlah badai besar tahun lalu, termasuk Badai Maria yang menewaskan 3.000 orang di Puerto Rico, dan Ba dai Harvey yang menewaskan 68 orang dan menyebabkan ke rugian senilai USD1,25 miliar di Houston.

Syarifudin