Edisi 12-09-2018
Sejumlah Daerah Siap Bantu Bangun Sekolah di Lombok


LOMBOK – Pembangunan kem bali infrastruktur pendidikan di Pulau Lombok, Nusa Teng gara Barat (NTB) yang rusak dan hancur diterjang rentet an gempa bumi menjadi fokus perhatian pemerintah.

Saat ini sejumlah provinsi akan membantu pembangunan sekolah di Lombok yang sampai saat ini masih dilanda gempa. “Beberapa daerah akan ikut bersama kita bangun sekolah yang kena gempa,” kata Menteri Pendidikan dan Ke budayaan Muhadjir Effendy saat mengunjungi korban gempa di Lombok, NTB, kemarin. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah memang men desak karena saat ini sis wa masih belajar di tenda kelas darurat. Kemendikbud men ca tat ada 1.171 sekolah yang ter dampak gempa. Dari jum lah tersebut, 511 sekolah rusak berat. Mendikbud mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah ber komitmen untuk mem bangun tiga sekolah di Lombok.

Pem prov Jawa Timur, Pem kot Malang, Pem kot Sura baya juga akan mem bantu. Muhadjir menyatakan nama sekolah yang akan di ba ngun nanti bisa diberi nama oleh daerah yang menyum bang. Bantuan ini bisa sebagai wujud kenang-kenangan atau pe ninggalan abadi bentuk per sau da raan, kerukunan, dan so li daritas anak bangsa. Kemen dikbud akan membantu data daerah yang memerlukan se ko lah dengan berkoordinasi de ngan dinas pendidikan setempat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur Lalu Suandi menyampaikan bah - wa semangat anak-anak didik untuk belajar masih tergolong baik. Kegiatan psikososial yang dilakukan berdampak positif bagi mental siswa ter dampak gempa. “Memang kalau kami lihat, lebih baik jika para siswa berada di sekolah daripada hanya beraktivitas di tendatenda pengungsian,” ujarnya.

Pada masa tanggap darurat yang berakhir pada 25 Agustus 2018 yang lalu, Kemendikbud telah mendirikan 112 tenda yang menjadi kelas-kelas sementara di berbagai wilayah Lom bok. Selain itu, tercatat 5.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah telah di bagi kan melalui Posko Pen di dikan, dan dilakukan layanan psiko sosial dan psikoedukasi, serta trauma healing. Kemen dikbud juga akan meng gu lir kan Kartu Indonesia Pintar khusus siswa korban gempa Lombok. Total bantuan yang di siapkan Kemendikbud untuk pemulihan NTB pascabencana gempa senilai Rp258 miliar.

Alokasi mengenai anggaran optimalisasi tersebut dije laskan Direktur Jenderal Pendidik an Dasar dan Menengah Ke mendikbud Hamid Muham mad dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR pada 29 Agustus lalu. Sementara itu, staf ahli Menteri Sosial Bidang Per ubahan dan Dinamika Sosial Asep Sasa Pur nama men je laskan, pihaknya me m berikan ban tuan pemu lihan yang terdiri atas san tunan sosial, jaminan hidup, dan bantuan stimulan lainnya. Santunan untuk kor ban meninggal 565 jiwa (data per 27 Agustus) dan masing-masing ahli waris men da pat kan Rp15 juta.

Selain itu, juga diberikan bantuan Pro gram Keluarga Ha rapan kepada 325.320 keluarga senilai total Rp615 miliar dan pe nyaluran Bantuan Pangan Be ras Sejah te ra/Bantu an Pangan Nontunai kepada 473.049 ke luarga dengan nilai total Rp624 miliar.

Neneng zubaidah