Edisi 12-09-2018
CPNS Dosen Dialokasikan untuk 35 PTN Baru


JAKARTA – Kementer ian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meng khususkan kuota calon pegawai negeri sipil (CPN S) dosen untuk 35 kampus perguruan tinggi negeri baru.

Pada penerimaan CPNS 2018 ini, Kemenristekdikti men dapatkan jatah kuota 9.200 orang, dari jumlah kuota yang diajukan sebanyak 14.000 orang ke Kementerian Pen da yagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Ke men pan RB). Kuota sebanyak 9.200 CPNS tersebut terbagi untuk 8.000 formasi dosen dan 1.200 tenaga ad ministrasi tek nis. Dosen yang direkrut ini merupa kan do sen pegawai negeri khusus un tuk kampus di bawah Ke men ristekdikti dan tidak untuk dosen di bawah Kementerian Agama (Kemenag). “Kami ha nya dapat kuota 9.200 orang. Kuota ini mayo ritas untuk do sen,” kata Menteri Riset Tek nologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat pelantikan empat pimpinan per - guru an tinggi negeri (PTN) di Kantor Ke men ristekdikti, Ja - karta, kemarin.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini menjelaskan bahwa 8.000 dosen baru yang akan direkrut itu nanti akan disebar ke seluruh PTN. Do sen berstatus PNS ini akan di sebar dengan jumlah mayo ri tas lebih besar ke PTN-PTN ba ru yang memang belum me miliki tenaga pengajar yang cu kup. Berdasarkan data Kemenristekdikti, ada 35 PTN baru yang ma yoritas berasal dari kampuskampus swasta yang akhirnya beralih menjadi negeri. Terpisah, Komisi X DPR da - lam Panja Standar Nasional Pendidikan Tinggi mene mukan permasalahan terkait ke - butuhan dosen. Rasio jumlah dosen terhadap mahasiswa me n urun karena perguruan tinggi meningkatkan daya tam pung untuk mendukung Ren stra Kemenristekdikti, namun tidak diikuti penam bahan dosen tetap PNS.

“Oleh karena itu, peme rintah perlu mencabut mo ratorium penerimaan PNS untuk dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian. Kebutuhan dosen terus meningkat karena untuk memenuhi rasio dosen dan mahasiswa. Se - lain itu juga untuk menutupi 10.000 dosen yang akan pensiun. Hetifah menyebut bahwa berdasarkan perkiraan Kemenristekdikti, kebutuhan dosen meningkat menjadi lebih dari 10.000 orang. Untuk mengejar kebutuhan dosen, pemerintah berupaya menambah melalui ber bagai program beasiswa. Dari perhitungan diperkirakan akan terdapat gap beasiswa untuk dosen sekitar 8.500 orang karena kuota beasiswa hanya di per untuk kan bagi sekitar 1.500 orang.

Ketua Ikatan Lintas Pegawai PTN Baru (ILP PTNB) Fadhillah Sabri mengatakan, jika pemerintah membuka formasi hanya untuk dosen PNS baru, maka perlu dijelaskan tentang nasib dosen-dosen lama yang bekerja di PTN baru tersebut. “Ini kan yang mau diangkat dosen-dosen ba ru. Sedangkan yang lama akan ditinggal hingga ‘mati’ dengan sendirinya,” katanya saat di hubungi kemarin. Fadhillah menjelaskan, ILP PTNB berharap pemerintah merealisasikan amanat Perpres No 10/2016 tentang Dosen dan Tendik pada PTN baru yang diteken Presiden Joko Widodo pada 2016.

Isi pada Pasal 3 ayat 1 Perpres ter sebut menyatakan bahwa do sen dan tendik pada 35 PTN baru akan diangkat menjadi pegawai pemerintah de ngan perjanjian kerja (PPPK).

Neneng zubaidah