Edisi 12-09-2018
Angkot Milenial Beroperasi di Bogor


BOGOR– Puluhan angkutan perkotaan (angkot) modern atau milenial segera beroperasi akhir September 2018. Sebanyak 25 angkot yang dilengkapi fasilitas wah ini akan memanjakan penumpang.

Angkot mewah ini menggunakan platform Suzuki APV atau disebut juga Suzuki Mega Carry dengan kabin yang dilengkapi AC dan fitur entertainment berupa audio dan televisi LCD. ”Angkot modern sudah resmi diluncurkan ditandai serah-terima unit angkot secara simbolis dari Kodjari pada Pemkot dan Pemkab Bogor,” ujar Dewi Jani Tjandra, pimpinan komunitas pengusaha angkot di Kota Bogor yang tergabung dalam Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari), kemarin. Pihaknya juga menghendaki tarif yang relatif murah dan bisa bersaing dengan transportasi daring. ”Kami tetapkan batas tarif atasnya Rp7.000. Kami juga tengah mengupayakan sinergi dengan beberapa bank sehingga pembayaran bisa dilakukan cashless agar bisa membuat tarif jadi lebih murah lagi, yaitu Rp4.000 sekali naik,” ungkapnya.

Dengan strategi ini, banyak warga Bogor kembali berminat naik angkot untuk mendukung mobilitas harian mereka. Menurut Dewi, penggarapan sistem entertainment angkot modern dipercayakan pada Audioworkshop. Sesuai namanya, angkot modern mengedepankan unsur kepraktisan dan kenyamanan penumpang dengan akses masuk menggunakan pintu otomatis dengan bukaan pintu hidrolik dan kabin yang nyaman karena dilengkapi AC. ”Untuk mengedepankan aspek keamanan, angkot modern juga dilengkapi kamera pemantau/ CCTV. Kami menyiapkan angkot modern ini sebagai sarana bagi perusahaan untuk beriklan,” katanya.

Untuk tahap awal hingga akhir September 2018, Kodjari menyiapkan 26 angkot modern dan awal 2019 ditargetkan tersedia 120 unit. ”Intinya, angkot modern ini akan menjadi pilot project angkutan perkotaan yang nyaman dan aman serta didukung sopir terlatih, berseragam, serta dilengkapi identitas,” ujar Dewi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Rachmawati mengatakan, keberadaan angkot modern ini sekaligus menjadi bagian program konversi angkot 3:2 (tiga menjadi dua). Rencananya angkot modern akan beroperasi pada Selasa (25/9) pada lintasan TransPakuan Koridor (TPK) 4.

”Beroperasinya menunggu selesai surat-surat perizinan dari kita dulu,” ucapnya. Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor Jimmy Hutapea menuturkan, angkot modern ini berbeda dengan angkot konvensional. ”Angkot dilengkapi dengan fasilitas kekinian mulai dari AC, TV, Wi-Fi, CCTV, dan tempat untuk mengecas handphone. Selain itu, pembayaran ongkos angkot menggunakan e-money. ”Keberadaan angkot modern tentunya bisa membuat masyarakat kembali menggunakan angkot karena lebih nyaman, aman, ramah, serta tertib dibandingkan angkot biasa,” katanya. Beroperasinya angkot modern akan mengurangi jumlah angkot konvensional sebanyak 180 angkot diganti angkot modern sebanyak 120 unit. ”Jadi berkurang 60 angkot karena kan konversinya 3:2 (tiga menjadi dua),” ucapnya.

Konversi angkot ini juga menjadi bagian program penataan ulang trayek (rerouting) angkot. ”Saat ini secara regulasi reroutingangkot sudah berjalan hanya saja progresnya belum berjalan 100%,” kata Jimmy. Dishub menargetkan program reroutingdapat 100% berjalan pada akhir September terutama setelah beroperasinya angkot milenial. ”Rerouting dan konversi angkot kan satu kesatuandari programpenataantransportasi di Kota Bogor,” ujarnya.

Angkot modern ini akan melintasi jalur TPK 4 yakni, Ciawi, Baranangsiang, Otista, BTM, Sempur, Pajajaran, Warung Jambu, Pomad, hingga Ciparigi. ”TPK 4 merupakan merger dari trayek 09, sepertiga dari trayek 21, trayek 03, trayek 02, serta trayek 07,” kata Jimmy.

Haryudi