Edisi 12-09-2018
Ekonomi Syariah Sebagai Pendorong Era Baru Ekonomi RI


Indonesia merupakan pasar potensial bagi tumbuh kembangnya ekonomi syariah. Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 220 juta, sekitar 87% di antaranya memeluk agama Islam.

Jumlah umat Islam Indonesia yang demikian besar menjadi market ekonomi syariah yang sangat menjanjikan. Memang ada sejumlah kendala sehingga pertumbuhan ekonomi syariah, baik lembaga maupun permodalannya, masih terbilang lamban. Kendala kepercayaan misalnya menjadi persoalan tersendiri. Umat Islam Indonesia masih banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara lembaga keuangan syariah dengan lembaga keuangan konvensional. Walaupun harus diakui, kendala kepercayaan ini juga ada andilnya dari lembaga keuangan syariah yang nakal, yang belum secara paripurna menerapkan prinsip syariah di dalamnya.

Karena itu, masih sangat diperlukan langkah-langkah penyadaran dan sosialisasi baik terhadap masyarakat luas maupun para pelaku ekonomi syariah sendiri. Kendala lainnya adalah masih belum kompetitifnya lembaga keuangan syariah dalam memberikan pelayanan kepada nasabah dibandingkan dengan lembaga keuangan konven sional. Kemudahan yang diberikan lembaga keuangan konvensional masih belum tertandingi oleh lembaga keuangan syariah. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bersama untuk semakin meningkatkan fasilitas dan kemudahan yang di berikan LKS agar lebih kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada nasabahnya. Kendala lainnya adalah belum tersedianya sumber daya manusia yang mumpuni, yang bukan hanya terampil dan ca kap terhadap teknis ekonomi, tapi juga menguasai dan me mahami prinsip-prinsip nor matif ekonom i syariah.

Dalam hal ini peran perguruan tinggi dan universitas sangat penting untuk meme nuhi kekurangan SDM dimaksud. Di samping itu, ada pula kendala yang terkait dengan peraturan perundangan, terutama terkait dengan aturan tentang pajak ganda pada transaksi syariah, dan aturan tentang instrumen keuangan lainnya misalnya sukuk dan sebagai znya. Peraturan perundangan yang ada dinilai belum mem berikan keberpihakan dalam menciptakan iklim berinvestasi yang menguntungkan dalam sektor keuang an syariah. Alhamdulillah, kendala per atur an perundangan ini semakin bisa diminimalkan seiring de ngan mulai tumbuhnya kesung guha n dari pemerintah untuk mem berikan fasilitas yang sama bagi tumbuh kembang nya ekonomi syariah.

Kendati demikian, di luar kendala-kendala tersebut, Indonesia tetap saja menjadi pasar yang sangat potensial bagi bisnis ekonomi syariah. Hal tersebut rupanya dapat dimanfaat kan secara baik oleh Singapura dan Malaysia. Dua negeri jiran tersebut memberikan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan fasilitas lembaga keuangan syariah yang ada di negaranya masing-masing. Kebijakan yang dilakukan oleh dua negara tetangga tersebut dilandasi oleh kesadaran bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial un tuk eks pan si bisnis ekonomi sya riah. Dalam hal ini pe me rintah kita dinilai keting gal an dari dua ne gara tetang ga tersebut.

Namun, saat ini Pemerinta h Indonesia mulai menunjukkan kebijakan yang jelas terkait de ngan pengembangan ekonomi syariah. Pemerintah telah mulai mencanangkan perlunya percepatan pertumbuh an dan perkem bangan dalam sektor ini. Pemerintah juga intensif membe nahi bebe rapa per atur an per undangan yang dinilai menjadi faktor peng hambat kebijak an perce pat an tersebut. Terakhir, keha dir an Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di harap kan dapat men ja di era baru dalam perkem bang an ekonomi syariah di Indo nesia. KNKS yang lang sung diketuai oleh Presi den Joko Widodo di harap kan dapat meng ur ai hambatan kebijak an dalam mengem bangkan ekonomi sya riah di Indonesia.

Presiden Joko Widodo telah men ca nang kan Jakar ta sebagai Pusa t Ke uangan Syaria h Dunia. Tentu saja ihwal terkait de ngan pencapaian penca nangan tersebut, baik terkait dengan peraturan ataupun kebijakan lainnya, saat ini sedang dilaku kan pembenahan-pem benah an. Bukan hanya sektor keuanga n syariah yang dilakukan pem benahan, tapi juga sektor bisnis dan wisata syariah. Apabila komitmen peme rintah ini dapat berjalan dengan mulus, maka dapat dipastikan Indonesia dapat menjadi pasar ekonomi syariah yang betulbetul mempunyai prospek cerah. Selain Indonesia menjadi potensial market karena jumlah penduduknya yang mayoritas muslim, juga karena ekonomi syariah memberikan manfaat ekonomi (economic benefit) bagi para pelakunya.

Sistem Ekonomi Alternatif

Tren global menunjukkan bahwa ekonomi syariah dapat menjadi sistem alternatif dalam mengembangkan ekonomi. Tren ini terbukti bahwa saat krisis moneter lembaga keuangan yang memakai sistem syariah tidak banyak terkena pengaruh krisis tersebut. Karena itu, sangat tepat jika Indonesia juga mengako modasi sistem ekonomi syariah sebagai salah satu penyangga sistem perekonomian nasional sehingga di Indonesia berlaku dual economic system . Penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam menjadi faktor kekuatan bagi laju pertumbuhan ekonomi syariah di negeri ini.

Dengan begitu, Indonesia menjadi potensial market bagi bisnis di bidang ini. Meski demikian, harus disadari bahwa ekonomi syariah bukan hanya berpaku pada sistem ekonomi, tapi juga harus mendasarkannya pada prinsipprinsip syariah. Karena itu, setiap regulasi, aktivitas bisnis, instrumen bisnis, dan ihwal lain yang terkait dengan aktivitas ekonomi syariah harus memperhatikan dua hal tersebut, yakni prinsip-prinsip ekonomi dan prinsip-prinsip syariah. (selesai)

KH MA’RUF AMIN
Rais Aam PBNU,Bakal Calon Wakil Presiden



Berita Lainnya...