Edisi 12-09-2018
Pascagempa, Pasokan Listrik di Lombok Normal


LOMBOK UTARA - PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah terdampak gempa di Pulau Lombok sudah normal 100%.

Hanya saja untuk pelanggan rumah tangga belum semua bisa disambungkan karena masih banyak rumah yang rusak. ”Pelanggan yang mengalami kerusakan ada 50.000. Dari jumlah itu, ada sekitar 19.000 pelanggan pascabayar yang dihentikan sementara karena terdampak gempa.

Baru 1.000 pelanggan yang sudah disambungkan lagi,” ujar General Manajer PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Rudi Purnomoloka di sela-sela penyerahan bantuan dari PLN Peduli kepada korban gempa di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, kemarin.

Dia menambahkan, sejak terjadigempabumipada29Juli lalu disusul tanggal 5 Agustus dan 19 Agustus serta beberapa gempa susulan lainnya, telah mengakibatkan beberapa fasilitas kelistrikan rusak. ”Di rumah- rumah, pelanggan 90% tidak nyala karena bangunannya ambruk,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, setelah musibah gempa, PLN langsung memulihkan dengan prioritas memperbaiki jalur-jalur utama yang melistriki rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya. Selain itu, fasilitas publik dan kantor pemerintahan juga didahulukan perbaikannya.

”Saat itu, sebelum gempa beban puncak Lombok dan sekitarnya mencapai 220 MW (megawatt), lalu saat gempa jadi 50 MW. Sekarang setelah normal, beban puncaknya 190 MW,” ujar dia.

Adapun kondisi kelistrikan di lokasi wisata tiga gili di Lombok dan Senggigi dari beban puncak 20 MW normal, saat ini hanya tinggal 20%. ”Wisatawan belum banyak yang berkunjung, jadi konsumsi listrik di hotel-hotel dan lokasi wisata masih sedikit.

Kalau infrastrukturnya semua sudah bagus lagi,” kata Rudi. Saat melakukan pemulihan, PLN Lombok mendapat bantuan dari regional wilayah lain, seperti Bali dan Jawa Timur. Total 23 tim bantuan yang keseluruhan jumlahnya mencapai 280 personel melakukan perbaikan infrastruktur listrik.

Terkait kerugian akibat gempa, PLN wilayah NTB memperkirakan sekitar Rp70 miliar. Jumlah itu hanya untuk kerugian infrastruktur dan jaringan, tidak termasuk potensi kerugian dari pembangkit yang terpaksa menggunakan bahan bakar minyak karena gangguan di PLTU.

”Angkanya bisa saja bertambah jika dihitung lebih detail dengan kerusakan infrastruktur terparah di wilayah Lombok Utara,” katanya. Kendati demikian, ujar dia, musibah gempa di Lombok tidak mengganggu program kelistrikan 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Senior Manajer CSR PLN Ida Zubaidah mengatakan, melalui program PLN Peduli, perusahaan listrik pelat merah itu bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menerjunkan tim medis untuk membantu pengobatan masyarakat.

”Hal yang juga penting, kita ingin membantu trauma healing karena secara kejiwaan korban di sini sangat terganggu. Bayangkan, mereka berkalikali terkena gempa, belum lagi isu tsunami yang terkadang masih menyebabkan ketakutan,” kata Ida.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti mengatakan, dalam kerja sama bantuan kali ini, pihaknya menerjunkan 19 tim medis terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, psikiater, dan farmasi untuk ditempatkan di sejumlah titik pengungsian di Lombok Utara.

yanto kusdiantono