Edisi 12-09-2018
Tekanan Kenaikan Harga Diperkirakan Lebih Tinggi


JAKARTA –Bank Indonesia (BI) menyatakan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang diperkirakan lebih tinggi di bandingkan bulan sebelumnya.

Indikasi tersebut ter lihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan men datang sebesar 140,2 me ningkat dari 135,8 pada bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agus man mengatakan, tekanan kenaikan harga diperkirakan me ningkat pada Januari 2019 terindikasi dari nilai IEH 6 bulan mendatang sebesar 177,7 lebih tinggi dari 170,9 pada bulan sebelumnya.

“Responden mem perkirakan penjualan eceran pada tiga bulan mendatang (Oktober 2018) relatif meningkat,” ujar Agus man di Jakarta, kemarin. Hal ini, kata Agusman, tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) tiga bulan mendatang sebesar 140,5 meningkat dibandingkan 128,4 IEP pada bulan sebelumnya.

Selain itu, responden juga memperkirakan pertumbuhan penjualan eceran pada Januari 2019 sedikit meningkat terindikasi dari IEP 6 bulan naik dari 160,3 pada Desember 2018 menjadi 161,6 pada periode Januari 2019.

Adapun survei Penjualan Eceran Bank Indonesia mengindikasikan penjualan eceran pada Juli 2018 tumbuh lebih tinggi. Indeks Penjualan Riil pada Juli 2018 tercatat sebesar 216 atau tumbuh 2,9% (yoy) lebih tinggi dibandingkan 2,3% (yoy) pada Juni 2018.

“Peningkatan penjualan eceran antara lain dipengaruhi oleh tingginya permintaan pa da musim tahun ajaran baru dan dampak dari pencairan gaji ke-13 PNS dan pensiunan,” kata Agusman.

Dia menuturkan, berdasarkan kelompok komoditas, meningkatnya penjualan eceran terutama didorong kinerja penjualan kelompok komoditas sandang yang tercatat tumbuh 13,0% (yoy) lebih tinggi dibandingkan -11,2% (yoy) pada Juni 2018 dan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang tumbuh sebesar 15,4% (yoy) lebih tinggi dari 10,7% (yoy) pertum buhan bulan sebelumnya.

Dia mengatakan, penjualan eceran diperkirakan tetap tumbuh stabil pada Agustus 2018. Hal itu tercermin dari IPR yang diprakirakan tumbuh sebesar 2,8% (yoy) relatif stabil dibandingkan dengan 2,9% (yoy) pada Juli 2018.

Menurut Agusman, pertum buhan tersebut ditopang oleh penjualan pada kelompok sandang, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada kelompok komoditas sandang yang tumbuh 21,6% (yoy) meningkat dibandingkan 13,0% (yoy) pada Juli 2018.

Selanjutnya juga didukung oleh penjualan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya dan kelompok barang budaya dan rekreasi yang masing-masing diperkirakan tumbuh 8,0% (yoy) dan 7,6% (yoy) meningkat dari 5,3% (yoy) dan 5,6% (yoy) pada Juli 2018.

kunthi fahmar sandy