Edisi 12-09-2018
Gigih Prakoso Jadi Dirut Baru PGN


JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menetapkan Gigih Prakoso sebagai di rektur utama baru PGN meng gantikan Jobi Triananda Has jim pada Senin (10/9).

Komisa ris Utama PGN I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja menuturkan, pergantian dirut PGN merupakan keputusan pemerintah. Adapun penunjukan dirut juga telah direstui oleh para pemegang saham dengan suara sekitar 76,9%.

“Pertimbangan pergantian pengurus, ini sesuai peraturan yang berlaku dan merupakan kewenangan dari pemegang saham dwiwarna seri A. Jadi, keputusan ini merupakan kewenangan pemerintah,” ujar Wirat saat RUPS LB di Hotel Four Season, Jakarta.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri Strategis, Usaha Pertambangan dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, penunjukan Gigih sebagai Direktur Utama PGN merupakan bentuk konsolidasi holding per usahaan migas.

Sebagaimana diketahui, PGN telah resmi mengambil alih 51% saham Pertagas dengan nilai akuisisi sebesar USD1,2 miliar atau setara Rp16,6 triliun. Transaksi tersebut ditandai dengan adanya penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat atau conditional sales purchasing agreement (CSPA) pada 29 Juni 2018 antara PGN dengan PT Pertamina (Persero) sebagai pemilik 49% saham Pertagas.

“Penunjukan ini sebagai salah satu upaya untuk bisa menyelaraskan kerja holding migas,” kata dia. Pada kesempatan itu, Jobi Triananda mengaku lega telah menjabat sebagai dirut PGN. Menurut dia telah banyak peng alaman dan pelajaran saat menjabat sebagai dirut.

“Alham dulillah, tugas saya sudah se lesai di PGN,” tuturnya. Jobi menyatakan siap ditempatkan di mana saja oleh pe merintah setelah masa jabatannya di PGN berakhir.

Pihaknya berharap pergantian dirut membawa kinerja PGN lebih baik lagi ke depan sehingga memberikan kontribusi besar kepada negara. “Tentu menjadi harapan kita semua bahwa PGN ke depan lebih besar dan lebih baik berkontribusi untuk negara,” katanya.

Sebelumnya Gigih Prakoso menjabat Direktur Perencanaan Investasi dan Mana jemen Risiko Pertamina. Sebelum menjabat sebagai di rektur Pertamina, Gigih pernah menjabat sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN.

Kinerja Semester I/2018

Di sisi lain, sepanjang semester 1/2018, PGN men ca tat kan pendapatan sebesar USD1,62 miliar dan laba bersih men capai USD145,94 juta atau lebih dari Rp2 triliun dengan kurs ratarata enam bulan pada 2018 sebesar Rp13.765 per USD.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama me ngatakan, realisasi itu lebih tinggi di bandingkan periode sama tahun lalu. Pada semester 1/ 2017, PGN memperoleh pendapatan sebesar USD1,41 miliar dengan laba bersih USD50 juta atau Rp670,3 miliar.

Artinya selama Januari-Juni 2018 perusahaan berhasil me ning katkan laba ber ih sebesar 191,8%. Menurut Rachmat, sum bangan terbesar bagi pendapatan dan laba bersih PGN selama setengah tahun ini berasal dari pendapatan distribusi gas bumi sebesar USD1,27 miliar dan penjualan minyak dan gas USD308 juta.

Pendapatan dari kegiatan usaha utama bisnis PGN tersebut meningkat dibandingkan realisasi semester 1/2017 sebesar USD1,16 miliar dari distribusi gas bumi dan sebesar USD212 juta dari penjualan migas.

“Tahun ini penuh tantangan bagi PGN, terutama akibat dampak dari masih melambatnya perekonomian global. Kami juga bekerja keras untuk menyukseskan integrasi PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak usaha PGN,” kata Rachmat di Jakarta, kemarin.

Sementara dari sisi produk hingga akhir Juni 2018, volume gas bumi yang didistribusikan PGN termasuk di dalamnya anak usaha PT Gagas Energi Indonesia kepelanggan mencapai sebanyak 835,56 BBTUD, naik 11,55 persen di bandingkan realisasi semester I/2017 sebanyak 749,02 BBTUD.

Kemudian volume gas yang ditransportasikan melalui jaringan pipa PGN dan anak usahanya PT Kalimantan Jawa Gas total sebanyak 727,4 BBTUD naik sedikit dibandingkan volume penyaluran gas semester I/2017 sebesar 723,9 BBTUD.

Gas disalurkan oleh PGN dan anak-anak usaha, yaitu PT Kalimantan Jawa Gas, PT Transportasi Gas Indonesia dan PT Gagas Energi Indonesia ke berbagai segmen pelanggan mulai dari industri besar dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), usaha kecil menengah (UKM), dan pelanggan rumah tangga.

“Jumlah pelanggan PGN bertambah signifikan. Sampai akhir semester 1/2018 total peng guna gas bumi kami sebanyak 203.151 pelanggan. Naik 16,96% dibandingkan total pelanggan di semester I/ 2017 sebanyak 173.681 pelanggan,” kata Rachmat.

Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

nanangwijayanto