Edisi 12-09-2018
Kementan Lakukan Peremajaan Sawit Rakyat


JAMBI –Kementerian Petanian (Kementan) melakukan peremajaan kelapa sawit di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada Senin (10/9).

Kegiatan ini merupakan bagian untuk menjaga komoditas sawit sebagai komoditas strategis nasional agar bisa tetap berkelanjutan. Secara nasional terdapat 14,03 juta hektare (ha) lahan sawit di Indonesia, dengan luas lahan sawit rakyat 5,61 juta ha dan 2,4 juta ha di an taranya perlu peremajaan.

“Sawit masih menjadi komoditas ekspor terbesar Indonesia dengan volume ekspor 2017 sebesar 33,52 juta ton CPO senilai USD21,26. Tindakan peremajaan ini sangat penting dilakukan untuk menjaga produk tivitas sawit, dan terpenting untuk keberlangsungan pendapatan petani di masa depan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil.

Jambi menjadi salah satu provinsi yang menerima dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Badan yang di kelola Kementerian Keuangan tersebut menghimpun dana dari ekspor CPO yang harganya telah melebihi USD750 permetrik ton, dengan pungutan sebesar USD50 per metrik ton.

Dana tersebut tidak menjadi bagian dibebankan pada harga tandan buah segar (TBS) yang dibayarkan kepada petani. Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, di Jambi terdapat 789.000 ha lahan sawit, yang 578.000 ha di antaranya adalah sawit rak yat.

Dari jumlah itu, ada 63.000 ha yang perlu diremajakan. Tahun 2018 ini, pemerintah pusat menargetkan peremajaan di Jambi seluas 20.000 ha lahan sawit, tapi kesiapan Pemda Jambi baru 15.700 ha.

“Ini adalah kesempatan, pemerintah sedang memberikan perhatian kepada petani, seharusnya pemda dan petani merespons dengan baik. Selain Jambi, tahun 2018, peremajaan ditargetkan menjangkau 185.000 ha di 20 provinsi dan 75 kabupaten.

Kebutuhan benih diprediksi bisa mencapai 27,7 juta batang yang dipasok dari 17 industri benih nasional,” kata Amran. Kementan sebagai anggota komite pengarahan mendapat tugas untuk kegiatan peremajaan, penyediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia (SDM), serta penelitian dan pengembangan.

Oleh karena itu, sesuai tugas dan fungsinya, maka Kementan memberikan rekomendasi teknis dalam kegiatan peremajaan sawit rakyat tersebut. “Ada beberapa hal perlu dipertimbangkan mengapa peremajaan ini harus dilakukan dan kenapa peremajaan tersebut perlu dilakukan, antara lain usia tanaman sudah di atas 25 tahun, lalu produktivitas tanaman rendah, yakni di bawah 10 ton TBS perhektar per tahun, dan berasal dari benih illegitim atau tidak berser ti fi - kat.

Jadi, pemilihan benih pun harus tepat, karena kalau keliru dampaknya sampai dengan 25 tahun,” ujar Amran. Rekomendasi Kementan untuk bantuan dana peremajaan kelapa sawit di Jambi sampai saat ini sudah berhasil mencairkan dana peremajaan un tuk lahan seluas total 889.700 ha dengan total dana Rp22,2 miliar.

Dana tersebut di terima 5 (lima) koperasi khu sus untuk Kabupaten Merangin, Kabupaten Muaro Jam bi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat meliputi kelompok tani KUD Hitam Jaya Kabupaten Merangin seluas 139,18 ha; ke lom pok tani KUD Sarana Makmur Kabupaten Merangin seluas 222 ha; kelompok tani KUD Tani Makmur Kabupaten Merangin seluas 190 ha; kelom pok tani KUD Tandan Buah Segar Kabupaten Muaro Jambi seluas 167,75 ha; dan kelompok tani KUD Sawit Kita Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 171,7 ha.

“Khusus untuk Kabupaten Muaro Jambi dilakukan peremajaan seluas 167,75 ha dengan nilai bantuan Rp4,1 miliar. Mereka yang menerima bantuan sudah memenuhi kriteria termasuk harus tergabung dalam kelompok tani, ga poktan, koperasi dan kelembagaan lainnya, serta kriteria lain yang sudah ditentukan,” kata Amran.

Selain peremajaan sawit, pada kesempatan tersebut Kementan juga menyerahkan bantuan kepada Kabupaten Muaro Jambi berupa benih kopi liberika sebanyak 31.000 batang dan kompos sebanyak 89.900 kg kepada empat kelompok tani.

Kementan juga memberi bantuan benih karet untuk kegiatan peremajaan karet di Kabupaten Batang hari (100 ha) sebanyak 50.000 Batang dan Kabupaten Sarolangun (290 ha) sebanyak 145.000 batang.

Lalu, bantuan benih kelapa untuk kegiatan peremajaan tanaman kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (430 ha) sebanyak 51.600 batang dan Kabupaten Tanjung Ja bung Barat (300 ha) sebanyak 36.000 batang.

Benih jagung hibrida seluas 1.400 ha sebanyak 21 ton untuk dua kelompok tani. Sejumlah bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) yang juga diberikan kepada sejumlah kelompok tani adalah combine harvester ukuran sedang, combaine harbester ukuran kecil, power tresher, dan corn seller. Sementara secara simbolis Amran juga mem berikan tractor, cultivator, dan pompa air untuk be - berapa kelompok tani.

sudarsono