Edisi 12-09-2018
Kompetensi Jasa Konstruksi Didorong


JAKARTA – Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) bekerja sama dengan Institut Arbitrer Indo nesia (IARBI) menyelenggarakan ujian Kompetensi Arbitrer di Hotel Veranda Pakubuwono, Jakarta.

Sedikitnya terdapat 50 peserta mengikuti ujian tersebut. Mereka berasal dari LPJK pusat dan daerah. Pelaksanaan ujian dihadiri Ketua IARBI Agus Kartasasmita dan sejumlah pengurus pusat LPJK.

Pengurus IARBI Bambang Hariyanto mengatakan, ujian kompetensi arbitrer dalam rangka meningkatkan kompetensi para pelaku usaha jasa kons truksi anggota LPJK.

“Pelaku usaha jasa konstruksi dituntut untuk memiliki wawasan dan mema hami proses penyelesaian sengketa jasa konstruksi melalui mekanisme arbitrase,” tutur Bambang yang juga adalah arbitrer dan anggota tim ahli pada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Bambang menjelaskan, wawasan arbitrase wajib di miliki oleh para pelakuusaha konstruksi sebab dalam Pasal 88 UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi disebutkan bahwa ta hapan penyelesaian sengketa jasa konstruksi harus melalui tahapan mediasi, konsiliasi, dan arbitrase.

Dia menambahkan, saat ini Indonesia merupakan pa sar infrastruktur sangat besar sehingga memaksa semua organisasi konstruksi dan pelaku usaha jasa konstruksi perlu memahami tentang kontrak konstruksi.

“Pemahaman atas kontrak konstruksi yang baik termasuk mengantisipasi kemungkinan jika terjadi sengketa, bagaimana menyelesaikannya secara cepat dan tepat serta terhormat dengan tetap memperhatikan aspek keadilan serta kepastian hukum,” ujar Bambang.

Untuk dapat mengikuti ujian kompetensi peserta harus terlebih dulu mengikuti pendidik an tingkat dasar arbitrase, pendidikan tingkat lanjutan arbitrase, dan membuat karya tulis di bidang arbitrase.

Materi ujian terdiri atas teori arbitrase selama 120 menit dan praktik arbitrase selama 180 menit dengan menghasilkan ru musan putusan lengkap arbitrase. Peserta yang lulus akan diberikan Sertifikat Kompetensi dan berhak untuk menjadi anggota IARBI. Bambang berharap para peserta yang lulus pada waktunya kelak dapat menjadi arbitrer yang profesional.

ichsan amin