Edisi 12-09-2018
Jojo Tersingkir di Babak Pertama, Ginting Melaju


JAKARTA - Peraih medali emas bulu tangkis Asian Games 2018 nomor tunggal, Jonathan Christie, tampil antiklimaks di Japan Open.

Secara mengejutkan, pebulu tangkis rangking 12 BWF itu tersingkir di babak pertama setelah kalah dari wakil India HS Prannoy dua set langsung 18-21 dan 17-21. Padahal Jojo - panggilan -Jonathan Christie merupakan tumpuan Indonesia pada ajang pembuka rangkaian BWF World Tour Asia, yakni Jepang, China, dan Korea sepanjang September ini.

Kekalahan ini seolah mengulang hasil pertemuan keduanya pada partai beregu bulu tang kis Asian Games saat Indonesia berhadapan dengan India. Saat itu, Jojo takluk dari Prannoy dengan skor 15-21, 21- 19, dan 19-21.

Sebelumnya, Jojo juga mengakui jika Pran noy bukan lawan mudah ditaklukkan pada babak pertama Japan Open 2018. Kekalahan ini sekaligus mem buat Jojo gagal menghadapi tunggal putra Indonesia lainnya Anthony Ginting.

Sebelumnya Ginting berhasil melaju ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan unggulan kedelapan asal Hong Kong, Ng Ka Long Angus, dua set langsung 21-14 dan 21-15. Kemenangan ini sekaligus menjadi pengobat luka Ginting sete lah pada pertemuan sebelumnya di China Open 2017 tak luk dari Ng.

Pada babak ke dua, Ginting akan menghadapi Prannoy. Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung juga melaju ke babak kedua setelah mengatasi perlawanan pebulu tangkis Rusia E Kosetskaya dua set langsung 21-18 dan 21-17.

Pada babak selanjutnya Gregoria akan meladeni wakil Thailand juga seterunya R Intanoan yang sukses menak lukkan wakil Jepang M Mitani lewat pertarungan tiga set. Sementara itu, pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melewati babak pertama setelah menyingkirkan wakil Belanda, Robin Tabeling/ Cheryl Seinen dengan skor 21-15, 22-20.

Meski mengawali turnamen dengan hasil positif, Praven mengaku jika permainan mereka belum maksimal. “Penampilan kami memang belum maksimal, ini adalah pertemuan pertama kami dengan mereka, jadi agak kaku mainnya.

Kami juga masih menyesuaikan diri dengan lapangan dan sekarang punya gambaran untuk pertandingan selanjutnya,“ kata Praveen dilansir laman PBSI, kemarin. Melati menambahkan, permainan lawan sempat berkembang di set kedua dan membuat mereka tertinggal.

Hal ini tidak lepas dari strategi pertahanan rapat yang diterapkan Robin/Cheryl. “Diserang tidak langsung ‘mati’. Jadi pertandingan lebih ramai di game kedua,” kata Melati. Di babak kedua, Praveen/ Melati berjumpa pasutri asal Inggris, Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Praveen, mengaku penasaran untuk bisa menaklukkan pasangan ini. Karena dari delapan pertemuannya bersama tiga partner yang berbeda, Praveen masih belum bisa memetik kemenangan. Saat berpasangan dengan Vita Marissa, skor pertemuan Praveen dengan Duo Adcock adalah 0-1.

Dengan Debby Susanto, Praveen tercatat lima kali kalah. Sedangkan bersama Melati, Praveen dua kali kalah dalam dua pertemuan mereka. “Kami sudah melakukan evaluasi. Maunya cari satu kemenangan dulu dari mereka supaya bisa lebih percaya diri.

Mereka bagus di pola permainan no lob , memang harus tahan banget, Chris juga kidal, jangan sampai salah arah bola,” tutur Praveen. Sayangnya, sukses Praven/ - Melati gagal diikuti ganda campuran lainnya Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto sete lah ditundukkan unggulan perta ma asal China, Zheng Siwei/ Huang Yaqiong dua game lang sung dengan skor 14-21 dan 12-21.

abriandi

Berita Lainnya...