Edisi 12-09-2018
Tangguh Berkat Liburan


NEW YORK - Novak Djokovic membeberkan rahasia kesuksesannya kembali merajai grand slam tahun ini.

Petenis asal Serbia itu mengaku menjalani liburan kecil ke Pegunungan Alpen sehingga membuat kepercayaan dirinya bertambah saat bertanding.

Ya, Djokovic sempat kehilangan performa terbaik setelah mengalami cedera siku yang membuatnya absen hampir enam bulan pada tahun lalu. Bahkan, dia tak mampu mengeluarkan permainan terbaiknya sejak kembali bermain pada awal tahun ini.

Petenis berusia 31 tahun itu tak mampu bersaing dengan rivalnya seperti Rafael Nadal dan Roger Federer. Bahkan, kekalahannya dari petenis nomor 72 dunia Marco Cecchinato pada perempat final Prancis Terbuka, Juni lalu, membuat Djokovic semakin frustrasi dan pesimistis untuk bisa kembali bersaing dengan para pesaingnya.

Berutung dia memiliki pasangan hidup yang selalu setia menemainya. Bersama istri nya, Jelena, Djokovic melakukan perjalanan naik Gunung Mont Sainte- Victoire di kawasan selatan Prancis.

Hal itu justru menjadi satu hal positif dalam kariernya. “Saya menyarankan Anda untuk mendaki gunung. Sejumlah hal hebat akan terjadi dalam hidup Anda. Kami duduk dan hanya melihat dunia dari perspektif itu,” kata Djokovic, dilansir tennisworld .

“Saya menghirup inspirasi dan motivasi baru. Saya memikirkan tenis, memikirkan emosi yang dimainkan tenis dalam diri saya. Itu semua positif. Saya hanya merasa seperti memiliki napas baru untuk olahraga,” sebutnya.

Hasilnya, Djokovic mampu bangkit dan memenangkan tiga gelar juara, termasuk dua trofi di ajang slam terakhir tahun ini. Setelah merebut gelar Wimbledon dengan menga lahkan Kevin Anderson 6-2, 6-2, 7-6, Juli, Djokovic menjuarai Amerika Serikat Terbuka setelah merebut kemenang an atas Juan Martin del Potro 6-3, 7-6 (7-4), 6-3 di Arthus Ashe Stadium, akhir pekan lalu.

Catatan itu tentu membuatnya senang karena pendakian ke Pegunungan Alpen membuahkan hasil. “Yang tersisa adalah sejarah dalam hasil. Saya bermain pada final Queen, memenangkan Wimbledon, menjuarai Cincinnati, dan sukses di AS Terbuka.

Saya pikir kami akan segera lebih sering mendaki lagi,” ucap Djokovic. Dengan kesuksesan itu, Djokovic sudah menyamai prestasi petenis Amerika Serikat pada masa lalu, Pete Sampras, untuk mengoleksi 14 gelar juara grand slam.

Kini, mantan petenis nomor satu dunia itu tinggal mengejar rekor dua petenis kawakan dunia yang masih terus bertanding, yakni Federer, 37; dan Nadal, 32, yang masing-masing memenangkan 20 dan 17 gelar grand slam.

Selain Djokovic, Del Potro juga berada dalam kondisi terbaik. Dia mengakui bahwa ini musim yang tersehat dan terbugar dalam kariernya.

Pasalnya, petenis berusia 29 tahun ini berada dalam momentum yang terlihat dari hasil yang didapatnya musim ini. Meski hanya menjadi runner-up di AS Terbuka, Del Potro kini berada di bawah Nadal, Djokovic, dan Federer yang berpeluang untuk terkualifikasi di ATP Finals.

“Saya merasa prima. Pergelangan tangan saya merespons dengan baik karena saya telah melakoni banyak pertandingan dalam dua pekan terakhir.

Saya juga merasa luar biasa dengan backhand dua tangan saya. Saya akan tetap bermain tenis dalam beberapa musim mendatang,” ungkap Del Potro.

raikhul amar

Berita Lainnya...