Edisi 12-09-2018
Pintar Memilih Hunian yang Tepat dan Nyaman


BISNIS properti seperti rumah atau apartemen sering kali dijadikan pilihan untuk investasi jangka panjang.

Sebelum membeli properti, ada baiknya Anda pandai-pandai memilih tempat potensial dan saat yang tepat untuk berinvestasi. Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan, tidak semua hunian atau properti bisa dijadikan investasi.

Sebelum membeli, seorang konsumen sebaiknya mencermati wilayah mana yang nanti bisa berkembang dengan baik. Hal kedua adalah konsumen harus bisa mencermati pemekaran wilayah pertumbuhan yang sudah jenuh.

“Wilayah yang bagus dijadikan investasi adalah Serpong. Namun, sekarang masyarakat telah jenuh dan wilayah yang dijadikan investasi bergeser ke daerah ke daerah Bintaro,” ujar Ali.

Salah satu pengembang yang sudah membangun kota mandiri di Bintaro adalah PT Jaya Real Property (JRP) Tbk. Setidaknya hal tersebut bisa dilihat dari kesuksesan kota mandiri Bintaro Jaya yang dikembangkan di lahan seluas 2.499 hektare.

Sejak tahun 1979, Grup Jaya mulai mengembangkannya dengan konsep kawasan sebagai pusat hunian baru yang saling terintegrasi. Bintaro Jaya juga diplot sebagai Proyek Residensial Ramah Lingkungan dan Hijau (Green Property) dari Housing Estate.

Hal ini karena desain lanskap dan infrastruktur jalan yang rapi, asri, hijau, dan sejuk. Segala fasilitas, infrastruktur, dan produk hunian yang baik itu merupakan upaya JRP dalam memenuhi komitmennya sebagai pengembang terpercaya. “Menjaga komitmen sangat penting, termasuk janji serah terima produk.

Kalau kami janjikan dua tahun rampung, ya harus dipenuhi janji itu. Meleset sedikit, konsumen tidak akan percaya lagi,” ucap Manajer Pemasaran Bintaro Plaza Residences, Dimas Prasasto.

Dimas menambahkan, ini sebagai salah satu bentuk komitmen dan tanggung jawab pihaknya sebagai pengembang. “Karena dengan telah terbitnya sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS) unit, kami telah menyelesaikan kewajiban kami terhadap hak konsumen,”ujarnya.

Dari 642 unit Altiz Tower, semuanya sudah habis terjual. Sebanyak 90% unit telah dihuni, baik oleh eksekutif domestik maupun ekspatriat asing, sehingga tarif sewa (rental rate) Altiz tower pada 2018 ini mencapai 10% per tahun. Mengikuti kesuksesan tower pertama, tower kedua BPR Breeze Tower sudah terjual hingga 81% dari total 930 unit.

Menjelang akhir masa penjualan, BPR tetap memberikan kemudahan cara bayar kepada calon konsumennya. “Untuk bulan ini kami sedang ada promo beli unit DP 5% cashback hingga Rp75 juta dan diskon harga hingga Rp300 jutaan,” kata Dimas.

Dengan harga mulai dari Rp500 jutaan, konsumen sudah bisa merasakan manfaat berinvestasi di Breeze Tower pada awal 2019 saat serah terima bertahap dimulai. Bintaro Plaza Residences berada di jantung kota Bintaro Jaya, tepat berada di samping Plaza Bintaro Jaya.

Kawasan BPR sudah ramai dan lengkap dikelilingi deretan areal komersial. “Superblok lain masih berencana akan dilengkapi fasilitas a sampai z, sedangkan kami sudah memiliki itu semua.

Shopping mall ada tiga, yaitu, Plaza Bintaro Jaya, Bintaro Xchange Mall, dan Lotte Mall Bintaro. Saat ini sedang dibangun RS Mitra Keluarga persis di seberang kondominium,” kata Dimas.

Lokasi kawasan CBD Bintaro Plaza sangat strategis dan dimanjakan kemudahan sarana dan fasilitas transportasinya. Mereka yang bekerja di koridor segitiga emas, Jalan Sudirman-Thamrin- Kuningan, bisa memanfaatkan stasiun komuter Pondok Ranji (rute Maja-Tanah Abang) yang hanya berjarak 300 meter dari kondominium BPR.

Menuju Senayan dan Sudirman bisa mengandalkan Trans Bintaro dengan titik keberangkatan dari Bintaro Xchange Mall dan pemberhentian terakhir di Ratu Plaza.

Menggunakan mobil pribadi juga efisien, karena hanya 4 menit dari pintu keluar Tol Pondok Ranji. “Kondominium ini cocok untuk kalangan profesional yang bekerja di Jakarta karena waktu tempuh dengan keluarga,” katanya.

aprilia s andyna