Edisi 12-09-2018
Membantu Bisnis Para UKM


PEREKENOMIAN Indonesia berpotensi mengalami peningkatan yang baik di bidang UKM-UMKM.

Saat ini pelapak yang bergabung dengan Bukalapak sudah mencapai lebih dari 4 juta dan lebih dari 50 juta pengguna. Pelapak yang tergabung dalam Bukalapak sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Medan, Aceh.

Di Bukalapak juga ada penghargaan bagi pelapak yang sukses dan mampu memberikan perubahan ekonomi untuk warga sekitar. Salah satu pelapak yang mampu memberikan perubahan ekonomi bagi warga sekitar adalah Ressy Chandra Puspita, 39, dari Yogyakarta.

Ibu dua anak tersebut merupakan salah satu ibu rumah tangga yang tergabung dalam Bukalapak. Di Bukalapak, Ressy berjualan sabuk bonceng untuk anak usia 3-12 tahun.

Sejarah awalnya, Ressy ingin mengantarkan anaknya ke sekolah, tetapi bingung karena anak keduanya yang masih sangat kecil tidak bisa ditinggalkan di rumah karena tidak ada orang. Jadi, mau tidak mau, dia harus diajak.

Ressy pun membeli kian kanguru untuk menggendong anaknya yang kecil. Setelah anaknya berusia 2 tahun, Ressy mencoba membuat sabuk gendong sendiri. Tidak disangka, ternyata banyak temannya yang tertarik dengan kain gendongan tersebut.

Kemudian pada 2010, dengan modal awal Rp1,5 juta, Ressy mencoba berjualan sabuk gendong anak yang terbuat dari kain di Facebook. Karena responsnya tidak terlalu bagus, akhirnya pada 2012 Ressy mencoba belajar web dan berjualan disana, tetapi responsnya tetap sama.

Setahun kemudian, Ressy baru mengenal Bukalapak dan mempelajari sistem yang ada di Bukalapak. Pada 2013, Ressy bergabung dengan Bukalapak dan memulai berjualan disana dengan nama produk Zatra.

Zatra merupakan singkatan dari nama kedua anaknya yang bernama Mufarriz Raif Hadi Saputra dan Zhafira Sarannisa Maheswari. Sejak bergabung di Bukalapak, permintaan sabuk gendong anak yang diproduksi Ressy pun meningkat.

Enam bulan bergabung di Bukalapak, Ressy bergabung dengan komunitas Bukalapak. Komunitas Bukalapak merupakan wadah bagi pelapak untuk lebih mengenal berbagai UKM pelapak di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.

Di komunitas, para pelapak juga bisa belajar bagaimana tips dan trik memajukan UKM. Di setiap kota selalu ada komunitas Bukalapak sebagai wadah para pelapak yang tergabung di dalamnya, begitu pun di Yogyakarta.

Di Yogyakarta, Ressy terpilih sebagai rangka atau ketua di komunitas Bukalapak. Di Yogyakarta, awalnya pelapak yang tergabung di komunitas mencapai 11 pelapak, tetapi hingga kini bertambah mencapai 229 pelapak.

Peminat sabuk Bontang Ressy pun terus meningkat, tidak hanya di Yogyakarta, tetapi juga di kota lainnya. Bahkan, di setiap kota sudah ada distributor dan reseller . Di setiap kota, Ressy sudah mempunyai 10 distributor yang berjualan sabuk boncengnya.

Sabuk bonceng anak yang dijual Ressy semakin bervariasi. Ada sabuk bonceng titah yang dipadupadankan dengan kain tenun yang dibanderol Rp180.000. Ada juga sabuk bontang anak standar seharga Rp120.000.

Karena ada permintaan untuk anak yang lebih dewasa untuk usia 5-7 tahun, akhirnya Ressy pun membuatnya dengan ukuran yang lebih besar dari sabuk bonceng standar dan dibanderol seharga Rp130.000.

Terakhir, ada kain saling wrap yang dibanderol Rp210.000. Untuk memenuhi semua pesanan ini, Ressy mempekerjakan 15 penjahit yang terdiri dari ibu rumah tangga yang memiliki hobi menjahit di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Dari 15 penjahit itu, Ressy mampu memproduksi 800-1.000 sabuk bonceng dengan berbagai jenis. Selain Ressy, ada juga pelapak yang membantu pekerjaan Ressy sebagai ranger atau ketua, yaitu Perdana Adi Nugroho, 36.

Bapak dua anak ini merupakan salah satu anggota komunitas Bukalapak Yogyakarta. UKM yang Adi bangun bergerak di bidang strap kulit sapi asli bernama Hevy Leather. UKM ini berawal karena hobi dengan kamera tua.

Kemudian, Adi bergabung dengan komunitas fotografi untuk belajar. Mereka akhirnya mencoba membuat strap kulit untuk kamera tuanya itu dengan modal awal Rp2 juta untuk membeli kulit sapi.

Di UKM ini, Adi bertugas memasarkan barang, sementara Yuli bertugas mencari kulit sapi berkualitas di berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri. Tahun 2015, Adi pun mulai bergabung dengan Bukalapak. Tidak lama, strap kulit yang diproduksinya laku keras.

Adi mulai memproduksi lebih banyak lagi dan bervariasi. Harga strap kulit yang dibanderol pun terjangkau,meski terbuat dari kulit asli. Harganya dimulai Rp130.000–Rp275.000.

Dalam sebulan, Adi memiliki keuntungan bersih mencapai Rp15 juta–Rp20 juta. Untuk memenuhi pesanan yang semakin meningkat, Adi memproduksi strap kulitnya di dua tempat. Setiap tempat mampu memproduksi 200 strap kulit dengan berbagai variasi.

mg1