Edisi 12-09-2018
Semen Ekspos untuk Tampilan yang Menggoda


TEMA interior industrial kian menjamur. Tidak mengherankan bila tampilan dinding rastik semakin menjadi primadona.

Cara membuatnya pun tidak terlampau sulit, lho ! Pernahkah Anda menemukan dinding berciri-ciri seperti permukaan kasar, seperti pembangunan yang belum rampung, warna material yang terlihat mentah atau belum jadi, serta tampilan yang menyerupai rumah-rumah pedesaan atau bahkan pelapis bangunan pabrik? Jangan anggap remeh! Mungkin beberapa tahun silam, ketika interior serbamodern masih digemari, dinding-dinding ini akan dianggap kumuh, murahan, dan tidak ada menariknya sama sekali.

Namun, layaknya dunia fa shion , tren desain interior bergulir begitu cepat, tampilan rastik merupakan salah satu yang selalu digemari. Awalnya, tampilan rastik ini hanya populer dalam desain ruang publik, seperti pada toko, kafe, dan restoran.

Namun, belakangan ini sudah banyak pemilik hunian yang ingin mendandani interior rumahnya dengan tampilan “mentah” tersebut. Menurut Lukie Widya, desainer interior asal Bandung, tampilan rust dalam bahasa Inggris berarti ëkaratí atau ëberkaratí.

“Sebenarnya, rustic merupakan tampilan fisik sebuah produk yang megekspos tekstur asli materialnya,” ujar Lukie. Desainer muda ini menjelaskan, sering kali orang awam melihatnya sebagai satu kesatuan dengan tema industrial.

“Padahal, tampilan rastik nggak selalu berkaitan dengan tema industrial, bisa juga berhubungan dengan konsep lainnya,” kata Lukie. Kesan rustik bisa didapat dari elemen ruang mana pun, termasuk dinding.

Meski pada konsep awalnya tampilan ini menuntut tekstur asli sebuah material, kini pemahaman tentang rastik sudah jauh bergeser. Kesan mentah dan kasar pun menjadi sesuatu yang dibuat khusus sesuai permintaan pemilik hunian.

Tertarik mengenal lebih jauh, seperti apa inspirasi dinding rastik yang bisa Anda terapkan di rumah, cara membuatnya, serta aplikasinya? Kita akan membahas lebih panjang tentang tembok rastik.

Tembok rastik memiliki tekstur yang kasar dan bisa dibilang aneh dengan guratan-guratan tidak beraturan sehingga membuat dinding tercakar ini menjadi sebuah v ocal point dalam sebuah ruangan. “Untuk membuat guratan terlihat lebih natural, lapiskan acian di area dinding yang kita inginkan, tanpa dirapikan sama sekali.

Lalu, gurat acian tersebut menggunakan jari disebar dengan acak. Diamkan sekitar satu jam, baru cat dengan warna yang diinginkan,” ucap Lukie. Kesan rastik ini cocok bila Anda tambahkan di salah satu area duduk santai di ruah Anda.

Buat hanya satu dinding, Anda juga bisa menambahkan pencahayaan untuk memberikan suasana berbeda pada dinding cakar Anda. Tidak hanya bisa menampilkan dinding cakar, Anda pun bisa bernostalgia dengan mengaplikasikan dinding bertekstur kasar.

Tampilan dinding kasar ini memang pernah terkesan murah, tetapi sekarang dinding ini terkesan unik dan trendi. “Cara membuat dinding kasar ini pun gampang, permukaan dinding hanya di plester dengan saringan berupa kawat-kawat tipis.

Campuran semen di lempar-lempar pada saringan kawat di depan dinding, diamkan, lalu cat dengan warna yang diinginkan,” ucap Lukie. Anda bisa membuat dinding kasar pada teras belakang rumah dan area taman.

Sebagai pelapis, tidak ada salahnya Anda mencoba menggunakan warna-warna pastel untuk meredam kesan kasar yang ditimbulkan dinding rastik. Satu lagi tampilan rastik yang kerap ditemukan adalah semen ekspos atau yang sering dikenal orang awam dengan istilah beton ekspos.

Dinding seperti ini akan mengingatkan Anda akan suasana di pabrik, karenanya menjadi salah satu alasan mengapa dinding rastik tampak menjadi bagian dari tema industrial. “Cara membuatnya sama saja dengan proses pembuatan dinding biasa, yaitu menggunakan plesteran dan acian.

Namun, bedanya kita tidak harus melapiskan cat setelah dinding selesai. Biarkan apa adanya sesuai warna aslinya, yaitu abu-abu khas semen, sehingga dinding tersebut tampak unfinished ,” tutur Lukie. Jadi, tertarik mencoba mengaplikasikan tembok rastik pada hunian Anda? Selamat mencoba.

aprilia s andyna