Edisi 12-09-2018
Bidik Perkantoran MJEE MEIN Rilis Produk Terbaru


PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) dan PT Mitsubishi Electric Indonesia (MEIN) meluncurkan sejumlah produk baru yang siap dipasarkan di Indonesia.

Selain untuk segmen pasar premium yang biasanya menjadi sasaran utama produk Mitsubishi Electric (MELCO), kali ini ada produk yang ditargetkan untuk memperluas pangsa pasar dengan membidik segmen kelas menengah ke atas (uppermiddle ).

“Ini adalah joint product introduction event antara MJEE dan MEIN. Kami menilai ini saat yang tepat untuk merilis produk baru, untuk mengantisipasi keperluan pasar Indonesia yang akan terus berkembang pada masa depan,” kata Presiden Direktur MJEE Christian Satrya .

Satrya mengatakan, MJEE akan merilis tipe elevator dan eskalator yang terbaru dengan harga yang lebih kompetitif. “Untuk produk premium, kami sudah punya banyak produk unggulan. Yang belum tergarap adalah pasar uppermiddle.

Meski harganya lebih kompetitif, kami jamin kualitasnya tetap terjaga karena semua menggunakan standar Mitsubishi Electric,” ucap Satrya. Adapun target pasar yang akan dituju yakni shopping mall untuk eskalator, sedangkan untuk elevator antara lain residensial atau apartemen dan gedung perkantoran yang tidak terlalu tinggi (mid-rise office buildings).

Sementara itu, Presiden Direktur MEIN Susumu Oshibe menjelaskan, produk unggulan yang akan dipasarkan adalah AC Hybrid VRF System beserta Lossnay (energy recovery ventilator ). “Produk Hybrid VRF System merupakan pertama kalinya di Indonesia karena tidak ada yang sama secara spesifik dengan produk ini.

Targetnya hotel, rumah sakit, serta aplikasi lain,” kata Oshibe. Sedangkan untuk Lossnay yang berfungsi memulihkan energi dari exhaust air/fresh air intake bisa ditujukan untuk perkantoran, hotel, mal, perumahan, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan AC dan udara segar pada saat bersamaan.

Dia menambahkan, mengingat pentingnya penghematan energi dan daur ulang energi, produk tersebut mengusung teknologi terbaru yang bisa membuat sirkulasi udara di dalam ruangan lebih segar.

Produk ini juga akan mendatangkan penghematan hingga 30% konsumsi listrik sehingga akan menguntungkan perkantoran, pusat perbelanjaan, maupun perumahan yang menggunakan produk ini karena dapat mengurangi tagihan listrik.

“Produk ini menggunakan teknologi terbaru dan konsumen bisa mendapatkannya di beberapa dealer Mitsubishi Electric,” sebutnya. Oshibe optimistis, dengan teknologi baru yang diusung produk tersebut, juga kemampuannya menghemat konsumsi listrik, produk tersebut akan direspons positif pasar Indonesia.

Satrya mengaku bahwa tahun ini memang pertumbuhannya tidak terlalu baik dibanding tahun sebelumnya. Ini tidak lain karena faktor nilai tukar rupiah yang melemah dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Saya rasa ini juga dialami dunia usaha pada umumnya. Tahun ini kami merevisi target 10%-20% lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” katanya. Dia menjelaskan, MJEE memiliki pabrik di Indonesia dengan kandungan lokal yang sudah disertifikasi TKDN mencapai 32% dan sisanya masih diimpor.

Dalam hal ini, produk elevator Mitsubishi Electric adalah satu-satunya merek internasional yang memiliki pabrik di Indonesia dan paling hemat devisa. Meski demikian, pelemahan nilai tukar rupiah ini masih cukup berdampak pada direct material cost dan volume penjualan saat ini.

Ke depannya MJEE optimis bahwa pasar Indonesia akan kembali membaik. Apalagi, pihaknya menilai adanya komitmen yang sangat kuat dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian.

“Kami sudah lebih dari 20 tahun di Indonesia dan berkomitmen untuk terus ada dan berkembang. Kami menilai Indonesia tetap merupakan pasar yang sangat potensial. Itulah sebabnya kami tetap merilis produk baru saat ini karena kami yakin pasar Indonesia akan pulih dan kembali tumbuh,” kata Satrya.

anton c