Edisi 22-09-2018
Menanti Pilpres Berkualitas dan Berintegritas


JAKARTA –Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 01, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno nomor urut 02.

Kepastian itu diperoleh setelah kedua pasangan capres-cawapres tersebut mengikuti pengundian yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tadi malam. Dalam rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan capres- cawapres yang dilaksanakan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, KPU mengingatkan kedua pasangan tersebut dan pihak terkait lain agar bisa mewujudkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang berkualitas dan berintegritas serta menjunjung tinggi prinsip langsung, umum, jujur, adil, bebas, dan rahasia.

Jokowi maupun Prabowo sama-sama ber sepakat mewu judkan harapan tersebut. Jokowi me nyatakan komitmennya untuk mewujudkan kontestasi pilpres dengan beradu program dan gagasan, ide, serta adu rekam jejak dan prestasi. Sebaliknya pertarungan dijauhkan dari saling fitnah dan hina.

Sedangkan Prabowo menekankan pelaksanaan pemilu yang sejuk untuk mencari yang terbaik, bukan mengaduk-aduk kekurangan dan kelemahan masing-masing. Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan pesan tersebut karena Minggu (23/9) besok sudah memasuki masa kampa nye yang ditandai dengan Deklarasi Pemilu Damai.

Dia menegaskan KPU mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengedukasi para pemilih agar dapat menentukan pilihannya secara berdaulat sebagaimana semangat KPU yang ingin menyuarakan semangat Pemilih Berdaulat, Negara Kuat.

“Dengan sinergi para pemangku kepentingan ini kita berharap semangat persatuan dan kesatuan menjadi landasan gerak dalam berdemokrasi meng hadapi tahapan Pemilu Serentak 2019,” ujar dia.

Penetapan nomor urut pasangan capres-cawapres diawali dengan pemilihan nomor urut pengundian yang dilakukan dua cawapres, yakni Ma’ruf Amin dan Sandiaga. Hasilnya Ma’ruf Amin mendapatkan nomor 10, sedangkan Sandiaga mendapatkan nomor urut 1.

Karena angka yang didapatkan Sandiaga lebih kecil, capres Prabowo diberi kesempatan pertama untuk mengambil nomor urut, kemudian diikuti Jokowi dengan hasil Jokowi mendapat nomor 01, Prabowo nomor 02.

Sebelum dilakukan pengundian nomor urut, kedua pasangan calon bertemu dan berdiskusi untuk menentukan penulisan nomor urut hingga akhirnya disepakati ada penambahan angka “0” di depan angka 1 dan 2. Hal ini salah satunya dimaksudkan agar nomor urut pasangan capres-cawapres berbeda dengan nomor urut parpol.

Sebab dari sejumlah parpol yang bersaing dalam Pemilu 2019, ada dua parpol yang memiliki nomor urut sama dengan nomor urut pasangan caprescawapres, yakni PKB di nomor urut 01 dan Partai Gerindra nomor urut 02.

“Disepakati apabila pasangan calon mendapatkan nomor satu, KPU akan menuliskan dengan angka ‘01’. Begitu pula nomor dua disosialisasi dengan menuliskan nomor urut ‘02’,” tutur Arief. Seusai pengundian dan penetapan nomor urut, Jokowi meng aku senang bisa mendapatkan nomor urut 01.

Dia bahkan mengaku sejak awal sudah mengharapkan nomor urut tersebut. “Ini juga lebih memudahkan dalam berkomunikasi dengan masyarakat karena memang kita ingin Indonesia ini bersatu,” katanya. Dalam sambutannya, Jokowi juga mengajak semua pihak untuk mewujudkan pilpres sebagai pendidikan politik yang baik dan politik yang penuh dengan kematangan berdemokrasi.

Hal ini diwujudkan dengan beradu program dan gagasan, ide, serta adu rekam jejak dan prestasi. “Jauhkan dari sa ling memfitnah, menghina, menjelekkan karena itu bukan nilai-nilai yang kita anut, yaitu nilai keindonesiaan. Jangan sampai karena pilpres, silaturahmi di antara kita tidak baik.

Saya ingin masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo, Pak Sandi karena beliaubeliau ini adalah sahabat saya sejak lama,” tuturnya. Jokowi mengakui, dalam memajukan Indonesia ada cukup banyak kendala dan rintangan yang dihadapi bangsa.

“Tapi tidak boleh kita menyerah. Hanya ada satu pilihan, yaitu Indonesia maju,” tuturnya. Adapun Prabowo dalam sambutannya berharap Pemilu 2019 dilaksanakan dengan sejuk untuk mencari yang terbaik.

Harapan ini bisa terwujud bila semua pihak bersikap tenang dan tidak emosional serta mam pu menahan diri dalam menghadapi pesta demokrasi ini. Selain itu dia berharap semua pihak bisa menjalankan kewajibannya untuk tujuan ber sama kemajuan bangsa.

“Kita satu keluarga besar NKRI. Karena itu kita harus menyikapi persoalan bangsa sebagai persoalan bangsa kita,” katanya. Sementara itu Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai nomor urut 01 bagi pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin sangat menguntungkan karena akan lebih mudah dalam berkampanye.

“Nomor 01 lebih mudah untuk kam panye. Orang sering kali kalau kampanye kan nunjuknunjuk jari,” ujar HT. Tak lupa, HT berpesan agar dalam berkampanye nanti seluruh pasangan calon dan partai politik bisa berkampanye secara sehat dan berkualitas. “Kampanye harus dilakukan secara kualitas.

Tak ada hate speech, fitnah, dan hal-hal yang berbau SARA. Kita tidak ingin ada black campaign sehingga masyarakat bisa memilih secara jernih. Itu saya rasa satu pesan moral yang sangat baik dan kita berkomitmen untuk mengawal hal tersebut,” tuturnya.

Senada, Sekjen PKB Abdul Ka dir Karding mengaku bersyukur pasangan Jokowi- Ma’ruf Amin mendapatkan nomor urut 01 karena ini artinya sama dengan nomor urut PKB yang juga nomor 1. Karding berharap PKB akan mendapatkan keuntungan efek ekor jas atau cocktile effect dengan nomor yang sama meski pun dalam penulisannya beda.

“Nomor satu itu syukur alhamdulillah, itu seiring dan sama dengan nomor PKB. Saya berharap PKB dapat cocktile effect dari Pak Pokowi atau sebaliknya, kami lebih mudah mengampanyekan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” tuturnya. Di pihak lain, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani bersyukur pasangan Prabowo- Sandiaga mendapatkan nomor urut 02.

Dirinya berpendapat bah wa nomor urut 02 merupakan semangat victory atau kemenangan. “Bagi kita memenangi pemilu 17 April tahun depan dan tagline -nya adalah ‘Bersama Prabawo-Sandi Indonesia Adil Makmur’,” kata Muzani di Jalan Kertanegara tadi malam. P

engamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, nomor urut tidak punya pengaruh signifikan dalam memenangi pilpres. “Sama sekali tidak ada pengaruhnya,” kata Emrus yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Emrus - Corner ini kemarin.

Menurut dia, ketika pa - sangan calon (paslon) petahana mendapat nomor urut 01, hal itu bisa dimaknai tetap RI-1. Namun seandainya Jokowi men dapatkan nomor urut 02 pun itu bisa dimaknai dua periode. Begitu pula bagi Prabowo seandainya mendapat nomor urut 01 bisa dimaknai menjadi RI-1 untuk ke depan.

Tapi kalau mendapat nomor urut 02 bisa dimaknai sebagai victory atau kemenangan. Apalagi nomor urut Gerindra yang notabene parpol pimpinan Prabowo juga bernomor urut 2. “Jadi yang mana pun nomor mereka miliki tetap suatu hal positif untuk paslon tersebut.

Saya ber kesimpulan nomor ini tidak ter pengaruh,” kata Emrus. Dia juga menganalisis secara psikologis karena ada dua paslon, jika nomor urut dipasang mendatar tidak akan mengarahkan pemilih memilih nomor 01 dan 02.

Adapun jika di posisi vertikal, ada kecenderungan orang akan memilih yang di atas daripada bawah. Secara psikologis, jika disusun secara vertikal, yang mendapat nomor urut 01 akan diun tung kan.

Meski demikian, menurut dia, kalau rakyat rasional me milih atas dasar program dan sosok, urutan ver tikal tidak akan ada pengaruhnya. “Karena mereka akan kritis melihat siapa di atas dan bawah dan me lihat sosok serta program,” katanya.

abdul rochim/ mula akmal