Edisi 22-09-2018
Perjuangan Para Penggila Konser


KEGIATAN sehari-hari yang padat dapat membuat kita kehabisan waktu untuk menikmati hidup atau sekadar melakukan me time.

Berhenti sejenak untuk mengurangi potensi stres yang dapat memperburuk suasana hati, tidak ada salahnya untuk dilakukan. Bagi sebagian orang, berjalanjalan atau berbelanja mungkin dapat dijadikan pilihan untuk mengusir rasa penat.

Namun, untuk para pencinta musik, mendatangi konser artis yang digemari menjadi hal wajib dan pastinya sayang untuk dilewatkan. Apalagi sekarang sudah semakin banyak promotor yang membawa artis luar negeri papan atas untuk mengadakan konser di Indonesia.

Menonton konser secara live memang mengasyikkan, selain bisa bertemu penyanyi atau grup band kesukaan, kita juga bisa ikut bernyanyi bersama para penggemar lain, atau bahkan bisa berfoto dengan penyanyinya. Untuk mendapatkannya, perlu perjuangan yang lebih, mulai dari antre membeli tiket, mencari spot terbaik, dan masih banyak lagi.

Bahkan, ada yang sampai rela pergi ke negara lain demi menyaksikan konser band kesukaannya karena band tersebut tidak mampir ke Indonesia. Hal itu yang dirasakan Nabilah Vika Syahirah, salah satu penikmat konser musik. "Sejak 2013. Tepatnya ketika One Direction konser di Jakarta.

Aku datang ke acara konser karena ngefans sama penyanyinya, bukan cuma suka sama visualnya, tapi juga suka lagu-lagu mereka," tutur gadis yang akrab disapa Vika.

Sejak 2013, Vika memang sudah banyak datang ke acara konser untuk melihat band atau artis kesayangannya manggung . Sebut saja One Direction, Shawn Mendes, dan Wanna One. Bahkan, ia mengaku saat ini sedang menantikan konser Charlie Puth.

Berjam - jam Antre Tiket Online

"Yang paling penuh drama sih waktu konser Wanna One, ya. Karena Wanna One itu grup baru, dan K-Pop juga lagi berkembang pesat. Orangorang berlomba juga buat dapat tiketnya," cerita mahasiswi cantik Jurusan Ilmu Komunikasi ini.

Selain berburu tiket untuk dirinya sendiri, Vika juga melihat dan memanfaatkan peluang untuk membuka jasa titip atau yang biasa dikenal jastip , untuk orang-orang yang tidak ingin repot antre atau berebut mendapatkan tiket konser.

"Kebetulan juga aku buka jastip tiket Wanna One kemarin, dan ada 12 orang yang ikut. Jadi, aku berburu tiket dari jam 11 siang sampai jam 6 sore di depan laptop buat dapat tiketnya," katanya. Tidak hanya di Indonesia, tahun lalu Vika pun rela terbang ke Singapura demi melihat aksi panggung dari Shawn Mendes.

Hal itu karena tidak masuknya Indonesia ke dalam daftar konser Shawn Mendes sehingga Singapura dipilih Vika sebagai negara terdekat. "Aku suka banget sama Shawn, dan kebetulan tur dia kemarin enggak ada jadwal di Indonesia, jadi aku relain ke Singapura," ucapnya bersemangat.

Sebagai salah satu penggila konser, gadis yang juga memiliki online shop ini juga memakai atribut dari sang idolanya saat datang menonton konser. Ia juga berburu merchandise yang ada di sekitaran venue .

"Kalau nonton K-Pop paling bawa hand banner , kipas, sama bando. Kalau Western gitu , enggak, paling pakai bajunya aja . Kalau ada official merchandise di sana, pasti bakal datang buat beli jastip , dan buat diri sendiri. Oh ya, dulu suka berburu freebies , tapi sekarang jadi pembagi freebies , hahaha," ucap Vika.

Kecewa Berat Konser Batal

Berbeda dengan Vika, Anysa Isyawari yang juga sesama penikmat konser pernah merasakan kecewa karena konser yang beberapa jam lagi akan dimulai harus dibatalkan. Seperti yang kita ketahui, sebelum konser pengganti pada 25 Agustus lalu, Paramore yang merupakan grup band asal Amerika Serikat sempat batal manggung di Indonesia pada Februari.

Itu karena vokalis Hayley Nichole Williams jatuh sakit sehingga tidak memungkinkan tetap tampil di konser. "Aku sudah beli tiketnya dari awal, pas Februari batal, sebenarnya agak kecewa. Malah nangis sedih gitu pas di venue , tapi aku enggak refund tiketnya karena percaya mereka pasti balik," kata gadis manis berhijab ini.

"Pada 2011 aku enggak bisa nonton , makanya pas mereka balik lagi ke Indonesia harus aku bela-belain banget. Karena nonton konser Paramore adalah salah satu wishlist aku. Waktu diumumkan pembukaan tiketnya, aku langsung buka web . Ikut yang early bird , harganya lebih murah daripada yang tiket biasa.

Agak panik, takut kehabisan sih, tapi dapat asal internetnya kencang," tutur Anysa tentang perjuangannya mendapatkan tiket. Sama seperti kebanyakan fans yang datang karena tidak sabar ingin melihat idolanya, Anysa yang sudah antre sejak pagi berharap dapat mengejar front row meskipun konser baru dimulai pukul 20.00 malam.

"Waktu Februari itu aku ngantre dari jam 10 pagi, sudah cukup ramai padahal konsernya jam 8 malam. Jadi ada 2 gate , untuk gate luar dan gate dalam. Sekitar jam 2 gate pertama dibuka, kita lari semua buat baris lagi di depan gate 2," ceritanya. "Pas lagi ngantre .

Kira-kira jam 5, orang di sebelah aku berisik. Dia di Whatsapp temannya yang bertanya 'Paramore ga k jadi tampil?'. Kita panik. Sampai akhirnya buka Facebook Fan Page Paramore, dan benar mereka batal konser di Jakarta sama Manila karena kondisi Hayley yang sakit," kenang gadis asal Malang ini.

Anysa mengaku kecewa berat. Ia sudah jauhjauh dari Malang ke Jakarta. "Aku sama temanku berdua kayak pelukan, merenung dan sedih sampai nangis kecil. Sebelum aku pulang, banyak yang sorak-sorak ke panitia.

Tapi ternyata sebelum dibubarkan, panitia mempersilakan penonton masuk ke venue, ngeliatin empty stage ," sambungnya. Meski pulang ke Malang tanpa membawa cerita keseruan melihat konser Paramore, Anysa tetap berbesar hati hingga kabar gembira tentang kepastian konser pengganti akhirnya diumumkan.

Selang 6 bulan berlalu, akhirnya Paramore menebus kekecewaan dan kesedihan penggemarnya di Indonesia. "Momen paling berkesan, berdirinya lama banget! kaki pegal tapi semua terbayar karena ngeliat Hayley cantik banget dan super energik.

Walaupun desakdesakan dan terdorong-dorong waktu nonton, tapi puas banget! Nyanyi, teriak, joget dan dengar suara Hayley secara langsung tuh terbayar sudah," katanya. Ia sempat iri ketika ada penonton dipanggil ke atas panggung. "Lucky banget! Tapi dia memang patut naik ke atas panggung.

Front row, pakai jaket kayak Hayley di lagu Still Into You, dan juga ngantre dari jam 4 pagi, kebayang dong? Aku juga ikut senang," cerita Anysa antusias. Selain deretan grup band luar negeri seperti Paramore, Muse, Fall Out Boy, Panic At The Disco, dan One Direction, gadis yang juga senang menulis seputar make - up di blog pribadinya ini juga senang hadir di konser band dalam negeri, seperti Maliq & D'essentials, Sheila On 7, dan Kahitna.

"Karakter orang Indo nesia itu kalau lagi nonton konser enggak sabaran dan masih suka nyerobot . Jadi enggak tertib gitu loh. Aku penasaran sih kalau nonton konser di luar Indonesia kayak gimana . Mungkin jauh lebih tertib kali ya," bebernya.

NOVIRA ANDIANI

GEN SINDO

Universitas Negeri Jakarta