Edisi 30-09-2018
Ocean SaviOur Kapal Penjaga Laut


Perusahaan YachtMarket yang berbasis di Inggris membuat kapal berukuran besar untuk menjaga laut dari sampah.

Perusahaan tersebut terinspirasi oleh film dokumenter BBC Blue Planet yang diriwayatkan naturalis legendaris Sir David Attenborough.Dengan julukan Ocean Saviour , kapal dirancang untuk mengambil lima ton sampah plastik setiap harinya.

Sampah yang diambil ditampung ke dalam tabung sampah yang ada di dalam kapal. Untuk pertama kalinya kapal pembersih sampah laut dapat menggerakkan dirinya sendiri dengan mendaur ulang limbah laut menjadi bahan bakar.

Semakin banyak sampah plastik yang didapat, kapal dapat bergerak secara terus-menerus, begitu pun sebaliknya. Proses awal dari daur ulang adalah menghaluskan sampah plastik yang didapatkan sebelum diproses lebih lanjut.

Untuk menjadikan bahan bakar, mesin onboard akan menghancurkan sifat sampah menjadi senyawa bahan bakar menggunakan polusi atmosfer minimal. Digambarkan sebagai the combine harvester of theas , kapal telah dirancang dengan dua pengait di kedua sisi kapal sepanjang 70 meter.

Pengait tersebut akan mengalirkan polusi mengambang ke konveyor. Rencana perusahaan perintis kapal ini terungkap saat mengikuti pameran kapal di Southampton Boat Show . Perusahaan memaparkan bagaimana cara kapal membawa limbah samudra di atas Ocean Saviour.

Termasuk teknologi canggih yang digunakan dalam proses daur ulang. Richard Roberts dari TheYachtMarket adalah salah satu pendiri proyek. Menurutnya dia terinspirasi untuk membuat kapal setelah menonton Blue Planet seperti dikutip dailymail.

Desain kapal menggunakan ecoyacht senilai 40 juta GBP. Kapal ini telah diresmikan di Southampton, Inggris. Menurut Richards, pertunjukan yang mengejutkan dari pemborosan di lautan mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang praktis tentang masalah tersebut.

Berdasarkan angka yang dikeluarkan Dinas Kelautan Inggris, ada 8 juta ton sampah plastik di perairan Inggris. Angka tersebut sebagai acuan bahwa perlu ada alat untuk mengambil sampah di laut. Roberts juga beranggapan bahwa produksi sampah sebanyak 335 juta ton per tahun merupakan lima kali lipat jumlah yang dihasilkan selama 50 tahun terakhir.

“Ini mengejutkan untuk berpikir saat ini ada lebih dari 5 triliun keping plastik di lautan yang memiliki dampak merugikan besar pada ekosistem dan keanekaragaman hayati lautan sehingga penting sekali bagi kita untuk membuang plastik sebelum dipecah menjadi plastik mikro dan melalui Ocean Saviour kami bertujuan untuk membantu membasmi lautan masalah ini,” Kata Roberts.

Sampah di laut sering kali menjadi masalah buat beberapa negara yang memiliki wilayah perairan cukup luas. Tim pembersih lingkungan sering sekali diterjunkan untuk mengambil setiap sampah yang mengambang di laut.

“Mereka (tim pembersih laut) harus naik turun sepanjang garis pantai kami sepanjang waktu, mereka bisa juga menjadi pemanen gabungan dari lautan,” tambah salah satu pendiri proyek. Roberts mendirikan proyek bersama rekannya, Simon White.

Ide yang diusung awalnya adalah penyelamatan laut dengan metode daur ulang air. Tapi setelah melihat fenomena yang ada, sampah menjadi penyebab dari buruknya kualitas air. Mereka juga bekerja sama dengan arsitek angkatan laut Ricky Smith yang merancang Catamaran.

Ricky mengkhususkan diri dalam menciptakan kapal ramah lingkungan dan akan dikerahkan di Samudra Pasifik. “Ocean Saviour mengusulkan revolusi lingkungan dalam lingkungan tempat tinggal kita, sebagai komunitas, melakukan tugas besar dan mendesak untuk mengumpulkan plastik dari lautan dan saluran air secara fisik,” kata Ricky Adanya kapal penjaga lautan ini menjadi juru selamat lingkungan hidup laut.

Biota laut juga dapat berkembang lebih banyak jika kualitas airnya bagus. “Proyek Ocean Juru Selamat sangat luas dan akan membutuhkan masukan di banyak tingkatan,” tambah sang arsitek angkatan laut.

Sebagian besar limbah pabrik modern tidak punya tempat untuk pembuangan. Akibatnya limbah pabrik dibuang ke laut. “Ini adalah perang salib untuk pembebasan lautan kita dari limbah yang diciptakan oleh teknologi brilian kita dan mengabaikan lautan kita,” kata Ricky.

Selain Ricky Smith, Roberts juga mengajak pakar desain Dr Andrew Baglin dalam proyek ini. Desain kapal dipercayakan sepenuhnya kepada Andrew. “Ada beberapa variabel ketika menghitung jumlah plastik yang dapat dikeluarkan dari air per hari,” kata Andrew.

Operasional kapal harus disesuaikan dengan fungsi dari kapal itu sendiri. Dimulai dari susunan kolektor yang akan dipasang hingga mesin daur ulang sampah yang digunakan. “Ini termasuk jarak ke port , area operasi kapal, dan ukuran susunan kolektor yang dipasang, yang semuanya dalam pengembangan yang cermat,” tambah Andrew.

Minggu ini pembersihan lautan terbesar di dunia sedang berlangsung di Samudra Pasifik yang bertujuan mengatasi polusi di Great Pacific Garbage Patch. Kurang lebih ada 1,8 triliun potongan detritus dan setidaknya 87.000 plastik yang harus dibersihkan.

fandy