Edisi 30-09-2018
Tangkal Mitos dan Hoaks tentang Penyakit Jantung dan Kolesterol


Pada 2016, sekitar 31% dari penyebab kematian di seluruh dunia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kematian di seluruh dunia akibat penyakit kardiovaskular ini mencapai 17,9 juta orang per tahunnya. Ironisnya, lebih dari 75% kematian akibat penyakit jantung terjadi pada negara ekonomi lemah dan menengah.

Tak sedikit kasus penyakit jantung ini timbul akibat lambatnya penanganan. Hal ini disebabkan beragam pemicu, salah satunya penyebaran hoaks. Berangkat dari kenyataan ini, dr Vito Anggarino Damay, SpJP (K), MKes, FIHA, FICA, memberanikan diri untuk meluncurkan karya tulisan ilmiahnya dalam sebuah buku berjudul Sebelum Anda Pergi k e Dokter Jantung .

Buku yang dirilis dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jantung Sedunia 2018 ini dalam acara peluncuran menghadirkan narasumber Ketua Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia Dr Doddy Partomihardjo, SpM dan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia Cabang Banten Dr Roy Christian, SpJP (K).

Peluncuran ini bertempat di Maxx Box Lippo Village Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (28/9) sore. Dalam buku ini dr Vito begitu lugas dan gamblang menjawab banyaknya mitos yang beredar di masyarakat tentang penanganan orang yang terserang jantung atau stroke serta memberikan solusi dan penjelasan ilmiah dari berbagai pertanyaan yang ia dapat. Tersering mengenai penyakit jantung dan pola hidup sehat seharihari yang dilakukan untuk bisa meminimalkan bahaya penyakit jantung dan kolesterol ini.

Dokter Vito yang dikenal sebagai dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah RS Siloam Lippo Village Karawaci ini memang sengaja meluncurkan bukunya dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jantung Sedunia 2018 guna memberikan informasi yang benar dan bisa melarutkan berita yang salah tentang bahaya penyakit jantung.

Dokter yang aktif sebagai pembicara kesehatan mengenai jantung dan kesehatan umum lewat acara Ayo Hidup Sehat di sebuah stasiun televisi swasta ini mengatakan, penerbitan bukunya ini sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang dokter yang ahli di bidangnya, yakni yang berkaitan dengan masalah penyakit jantung.

“Saya berharap buku ini bisa menolong masyarakat umum, kader kesehatan, paramedis maupun dokter agar lebih cerdas dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyakit jantung.

Buku ini cocok dibaca semua kalangan, bahasanya ringan dan saya tulis seperti sedang mengobrol dengan pasien sehingga pembacanya dapat dengan mudah paham dan mengerti isinya,” ujar dosen tetap di Fakultas Kedokteran, Universitas Pelita Harapan, ini.

Dalam buku setebal 265 halaman ini, suami dari dr Stella Marleen ini menjelaskan, walau buku yang ditulisnya ini merupakan buku ilmiah, kemasannya scientific yang nge pop .

“Jadi kalau baca buku ini bahasanya ringan, khas bahasa sehari-hari, mudah dicerna. Dalam buku saya menjawab berbagai masalah mengenai jantung dan kolesterol itu seperti ngobrol sama teman yang suka nanya tentang apa yang dialami,” ungkapnya.

Dokter Vito mengaku senang karena buku yang ditulisnya ini mendapatkan perhatian luas di masyarakat. Kendati baru dirilis, sebanyak 500 eksemplar laris di pasaran dalam waktu satu minggu.

Karena banyak permintaan, buku ini akan kembali dicetak ulang “Sebagai seorang dokter, ketika menerangkan suatu penyakit berikut bahaya serta pencegahannya, itu kalau punya 50 pasien, ya 50 kali pula menerangkan. Tapi kalau lewat buku, bisa ribuan orang mendengarkan.

Selanjutnya ribuan orang yang membaca buku tadi juga akan memberitahukannya ke orang lain sehingga tentu lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tandasnya.

Pembicara lain dr Roy Christian memaparkan, penyakit jantung dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya yang disebabkan oleh berkurangnya kerja jantung sehingga membuat penderita terbatas aktivitasnya.

“Setelah membaca buku ini diharapkan pembacanya bisa lebih awal mengetahui gejala penyakit ini sehingga bisa lebih cepat mencegahnya. Semua bisa dipelajari di buku ini,” terang dr Roy Christian.

Sementara itu dr Doddy Partomihardjo mengemukakan, penyakit jantung sangat dipengaruhi pola hidup dan pola makan yang buruk dan yang sangat disayangkan masih banyak orang yang tidak mengetahui adanya penyakit jantung lainnya.

“Ada penyakit jantung lain yang belum banyak diketahui oleh masyarakat seperti gangguan irama jantung, penyakit katup jantung, penyakit jantung rematik, dan kardiomiopati.

Maka dari itu masyarakat hendaknya menjaga pola hidup dan pola makannya dengan baik agar terhindar dari penyakit yang sering menyerang secara tiba-tiba ini,” ungkapnya.

thomasmanggalla