Edisi 30-09-2018
Ajang Membudayakan Olahraga Kaum Perempuan


BOGOR– Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengapresiasi gelaran Pekan Olahraga Perempuan (POP) yang diadakan Fatayat NU.

Menurut dia, ajang ini bisa menjadi pemicu agar olahraga bisa menjadi budaya dan gaya hidup bagi perempuan. “POP ini harus menjadi semangat bagi kita terutama kaum perempuan untuk berolahraga dan melahirkan generasi penerus atlet Indonesia melalui ibu-ibu hebat di sini,” ungkap Imam Nahrawi di Bogor kemarin.

Didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, eventyang diikuti 26 kontingen dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang ini adalah zona ketiga setelah Jateng, DIY, dan Jawa Timur.

Kali ini bertempat di Padepokan Voli Sentul yang diikuti oleh sebanyak 245 orang peserta. Dengan mengetengahkan pembudayaan olahraga sebagai tema besarnya, POP berhasil menyedot perhatian masyarakat.

“Olahraga kantidak hanya bicara soal prestasi dan piala atau medali. Menurut saya, lebih pada edukasi bagaimana kita mengajarkan anak-anak nilai sportivitas dan kerja sama. Jadi perlu dikedepankan nilai edukasinya juga,” tandasnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai spirit kehidupan sebab olahraga bisa menghasilkan brandingyang baik untuk mengangkat martabat bangsa.

Selain itu, Imam juga berharap olahraga dapat menjadi standar penilaian atau masuk di kurikulum pendidikan. Selain tentang nilai sportivitas, ujarnya, hal penting lain agar potensi olahraga anak dapat dideteksi sejak dini dan mudah dikembangkan.

Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan, POP ini digelar sejak 28 September hingga 1 Oktober dengan mempertandingkan tiga cabang olahraga (cabor), yaitu bulutangkis, voli, dan hadang.

Dari tiga cabor ini, hadang yang paling menarik. Olahraga tradisional semacam ini yang harus terus dilestarikan. “Secara teknis permainan, hadang memiliki banyak nilai. Fatayat mengajak para perempuan untuk mau bergerak sehat.

Apalagi ini permainan kita zaman dulu,” tandasnya. Anggia berharap, POP menjadi eventtahunan agar lebih banyak lagi perempuan yang terjun ke bidang olahraga. Meski tidak bertujuan mencetak atlet, melalui POP perempuan bisa membiasakan diri untuk berolahraga dan menjadi pencetus pembudayaan olahraga di masyarakat.

nugroho