Edisi 30-09-2018
Bantuan Mulai Mengalir


BANTUAN untuk masyarakat yang menjadi korban gempa di Palu mulai berdatangan kemarin.

Kondisi ini terjadi setelah Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu yang sempat ditutup karena terdampak gempa kembali dioperasikan. Hingga petang kemarin, tercatat sudah ada 13 pesawat dan helikopter yang mendarat dan lepas landas di bandara itu untuk bantuan kemanusiaan.

Pesawat dan helikopter tersebut membawa bantuan sembako, genset, dan tim medis untuk evakuasi dan bantuan keselamatan pasca-gempa bermagnitudo 7,4 tersebut. Namun bantuan baru bisa disuplai ke Palu.

Donggala belum bisa dicapai karena hingga kemarin daerah yang juga menjadi wilayah terdampak gempa terparah itu belum bisa dijangkau. Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan, saat ini layanan navigasi di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sudah berfungsi.

Ke-13 pesawat dan helikopter yang membawa bantuan sudah mendarat dan lepas landas di bandara. Di antaranya PK-TPF/EC15 penerbangan dari Balikpapan (khusus MEDIVAC dan bawa bantuan), helikopter Superpuma dari Makassar (membawa tim TNI AU, otoritas bandara, dan tim Airnav).

Selanjutnya ada ATR PKWFP yang terbang dari Balikpapan. Pesawat carter ini membawa logistik membawa 2 personel ATC AirNav Indonesia, sembako, genset, dan evakuasi). Kemudian PKJBE yang terbang dari Mamuju membawa tim medis.

“Total ada 27 personel AirNav Indonesia dari berbagai daerah yang diberangkatkan ke Palu untuk memastikan berjalannya layanan navigasi penerbangan di Palu. Ke-27 personel tersebut terdiri dari 15 ATC, 5 ACO, dan 7 teknisi,” ungkapnya.

Dalam kondisi darurat, operasional bandara dilakukan dengan prosedur VFR (Visual Flight Rules). AirNav Indonesia juga telah menerbitkan NOTAM untuk prosedur ini dengan nomor H0757/18 NOTAMN, “Yang menginformasikan bahwa karena alasan pasokan listrik yang belum memadai, penerbangan sementara ini hanya dapat dilakukan melalui prosedur VFR,” tandas Yohanes dalam rilis yang diterima KORAN SINDO kemarin.

Untuk mempercepat arus bantuan logistik, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) juga masih terus mengupayakan pemulihan fasilitas transportasi di Pelabuhan Pantoloan, Palu, agar dapat beroperasi kembali.

”Saat ini Kemenhub sudah mengirim kapal bantuan yang berisikan makanan, obat-obatan, dan fasilitas lainnya. Kapal tersebut dikirim dari Samarinda, Bitung, dan Makassar,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Baitull Ihwan.

Menurut dia, dermaga di Pelabuhan Pantoloan yang berada di Palu kondisinya tidak mengalami kerusakan cukup parah. Hanya saja beberapa bagian dermaga mengalami patah.

“Dermaga tidak mengalami kerusakan, maka kapal bantuan pun dapat bersandar ke sana. Namun dari informasi yang beredar mengatakan bahwa Dermaga Donggala patah,” ujarnya.

ichsan amin