Edisi 30-09-2018
Beragam Tarian di It’s… Showtime!


Sejumlah penari terlihat begitu piawai membawakan beragam tarian kontemporer, jazz, hiphop balet, bahkan tradisional.

Gerakannya begitu gemulai dan lincah, menampilkan koreografi apik perpaduan budaya Barat dan Timur, pada pertunjukan bertajuk It's...Showtime! Riuh tepuk tangan penonton yang berdecak kagum melihat aksi penari di atas panggung mewarnai media preview yang digelar sehari sebelum pentas It’s…Showtime! di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (28/9) kemarin.

Pertunjukan yang mengolaborasikan antara balet klasik dan beragam koreografi kon temporer itu memang selalu menampilkan tari tradisi. Pada pertunjukan It's... Showtime! penyelenggara acara, Indonesia Dance Company (IDCO) fokus mempersembahkan karya-karya terbaik anak bangsa dengan standar internasional.

Satu di antaranya dengan mengadakan annual performance yang melibatkan sekitar 25 penari. Pertunjukan yang berlangsung pada 29-30 September ini dibagi menjadi dua sesi. Di sesi pertama, tarian balet klasik berdurasi 40 menit, yaitu Giselle, Harlequenade, Swan Lake, Nutcracker, dan Le Corsaire.

Sementara di sesi kedua, berdurasi 45 menit yang berisi tarian balet yang sudah diakulturasikan dengan tarian jenis lainnya, yakni tradisional, hiphop, dan jazz. Dari tarian tradisional sendiri menyuguhkan tarian Indang asal Sumatera Barat.

Ada pula tarian asal Papua yang dikombinasikan dengan hiphop. Khusus tarian Indang atau yang biasa dikenal Didin Badindi, ada delapan penari perempuan dan laki-laki yang mengenakan pakaian khas Minang dan menari sesuai ritme empat gendang yang dimainkan.

Meski tarian khas pesisir Pariaman Sumatera Barat itu tidak 100% dihadirkan secara tradisi, namun tetap tidak kehilangan ciri khas dari tarian tersebut, kompak, takzim, dan menghentak.

Patut diakui, pertunjukan kali ini merupakan sebuah kemasan panggung yang unik dan menarik, bahkan bisa dibilang berbeda dari pertunjukan pada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, di pertunjukan tari Indangtahun ini ada live music yang dihadirkan dari atas panggung.

Menariknya lagi, keterlibatan penyanyi finalis ajang pencarian bakat menyanyi Rising Star Indonesia Fadhilah Intan hadir, memberi warna sendiri di pertunjukan tarian ini. Fadhilah yang juga murid dari Markupi Sijangga Dance Academy ini menyanyikan dengan apik lagu berjudul Cinta, dengan dibalut aksi para menari balet di atas panggung.

Claresta Alim, selaku artistic director IDCO, mengungkapkan rasa bangga bisa mewujudkan misinya membawa deretan penari terbaik Indonesia dalam pagelaran It’s Showtime!. Menurut dia, lewat pertunjukan kali ini, IDCO ingin memperlihatkan di mana penari Indonesia yang dikumpulkan mampu menunjukkan talenta menarinya, membawakan tari balet sekaligus tari tradisional, hiphop, dan jazz.

Claresta mengungkapkan, usaha pihaknya untuk menghadirkan kemasan tradisional khas Minang lewat koreografi yang diadaptasi menggabungkan 50% tradisi dan sisanya kontemporer ini bukan hal yang mudah, terlebih untuk mengemas tarian tersebut menjadi hal yang unik dan menarik.

“Kita patut berbangga, mereka (para penari) bukan hanya bisa bawakan tari balet, tapi juga tradisional dan kon temporer. Ini membuktikan bahwa balet bisa dikolaborasikan dengan tarian lainnya," ucap dia. Ia juga mengungkapkan pertunjukan kali ini tidak menggunakan alur cerita.

"Berbeda dengan pertunjukan kami sebelumnya yang menggunakan alur cerita, It’s… Show time! hanya akan mengusung konsep warna," jelasnya. Sebagai penggagas dalam per tunjukan ini bersama dengan Leonny Ariesa sebagai IDCO Managing Director dan Jonatha Pranadjadja sebagai IDCO Ballet Mistress, Claresta pun berjanji akan senantiasa menampilkan pertunjukan dengan konsep dan warna menarik dengan mengusung budaya Indonesia yang memiliki berbagai warna budaya yang menjadikan Indonesia indah dan kaya.

“Apalagi, saat ini banyak orang yang tidak menghargai perbedaan sehingga tidak melihat keindahan dari perbedaan yang ada. Oleh karena itu, melalui pertunjukan ini, kami ingin masyarakat Indonesia bisa melihat perbedaan tersebut lewat kemasan tarian yang indah dan menarik,” ucap Claresta.

Cucu dari Marlupi Sijangga ini juga menyampaikan, dalam usianya yang masih sangat belia, IDCO telah mengantarkan talenta penarinya meraih banyak prestasi dan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Penghargaan itu di an taranya Youth American Grand Prix, 2018-1st Champion. Youth American Grand Prix, 2017-1st Indonesian Finalists & 1st Indonesian Hope Award, Asian Grand Prix, 2017-1st Gold Indonesian Medalist, World Ballet Competition, 2017-1st Indonesian Finalist, Phyllis Bedells Bur - sary, 2017-3rd Indonesian Participant, dan Malaysia Int’l Ballet Grand Prix, 2016-1st Indonesian Champions.

thomasmanggalla