Edisi 30-09-2018
Lezatnya Coto Kuah Putih


Menu coto yang kaya bumbu tentu sudah Anda kenal. Apalagi dengan kuah kentalnya yang berwarna kecokelatan, pasti sangat familier di lidah para pemburu kuliner Nusantara.

Namun, bagaimana dengan coto kuah putih yang tampilannya berbeda dari coto kebanyakan? Kekayaan kuliner Makassar memang tidak perlu diragukan lagi. Selain beragam sajian bisa dinikmati, rasanya pun dijamin sangat lezat dan bakal membuat lidah menagih untuk porsi yang lebih banyak.

Selain pallubasa, ikan bakar, mi ke ring, atau pisang epe dan pisang ijo, Ma kassar juga memiliki satu lagi ma sakan berbahan dasar daging yang sangat sayang dilewatkan. Yang ini jenisnya coto, tapi berkuah putih.

Warung yang menjual coto kuah putih di Makassar ini sudah berdiri sejak 1987. Lokasinya ada di Jalan Abdullah Daeng Sirua sehingga orangorang mengenalnya dengan sebutan Coto Dg Sirua.

Coto ini sangat disenangi oleh masyarakat bukan hanya karena rasanya lezat, melainkan juga lantaran warna kuah yang unik dan berbeda dari coto kebanyakan, yakni putih. Saat disajikan panas, pengunjung bisa mencium aromanya yang sangat khas dan menggugah selera.

Untuk melengkapi kelezatannya telah disiapkan bumbu serupa kecap, sambal tumis, jeruk, dan garam yang dapat dicampurkan sesuai selera. Tidak hanya itu, terdapat pula makanan pendamping seperti ketupat yang dibungkus daun pandan sehingga aromanya menjadi sangat khas, aneka kerupuk, serta kacang goreng. Pemilik warung makan Coto Kuah Putih Dg Sirua, Muhammad Tahir, mengatakan bahwa coto yang disajikan di rumah makannya memiliki teknik pemasakan yang sangat rahasia.

Hanya, bumbu yang dipakai memang tidak terlalu spesial karena meng gu nakan bahan lokal. Sementara warna putih kuahnya dihasilkan dari teknik memasak, bahan, serta cara penyajiannya. “Kalau masalah kuah putih ini, cuma cara bikinnya saja yang orang lain tidak tahu karena menggunakan teknik yang berbeda,” jelas Tahir.

Untuk menikmati coto kuah putih ala Dg Sirua, kita cukup menyiapkan kocek Rp17.000. Harga sekian untuk satu porsi coto. Bila ditambah dengan ketupat, harganya bisa lebih tinggi sedi kit karena satu buah ketupat di hargai Rp2.000.

Mengenai jenis isian nya, pengunjung bebas memilih ingin daging saja atau dicampur dengan ba gian-bagian lain. “Per porsi itu Rp17.000. Kita ada PPN juga 10%. Ciri khas kami memang terletak pada kuah putih coto serta ketupat yang kulitnya terbuat dari daun pandan,” tutup Tahir.

marhawanti sehe