Edisi 08-10-2018
Bangkitkan Optimisme dari Bali


JAKARTA –Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) 2018 yang digelar di Bali mulai hari ini diharapkan dapat membangkitkan optimisme di tengah tantangan perekonomian dalam negeri.

Ajang ini juga menjadi mo men tum untuk mempro mo si kan Indo nesia di dunia inter na sional. Pemerintah selaku tuan rumah memastikan event yang di ikuti pu luh an ribu delegasi itu siap dilak sanakan. Para delegasi dari negara-ne gara peserta pun telah berda tangan sejak akhir pekan lalu, salah satunya Direk tur Pelaksana IMF Christine La garde. Selain orang no mor satu di IMF itu, Presiden Bank Dunia Jim Yong-kim dan peserta dari 189 negara juga dijadwalkan hadir. Ketua Panitia Nasional Per te mua n IMF-World Bank (Bank Du nia) Luhut Pandjaitan me nga takan, Indonesia sudah siap men jadi tuan rumah pelak sana an forum IMF-Bank Dunia ta hun ini.

“Kita sudah siap me lak sanakan ini. Seluruh ve nue su dah siap dan kita puas,” kata dia di Nusa Dua, Bali, kemarin. Kesiapan pelaksanaan event ter sebut disampaikan Luhut se telah dia bersama Menteri Ke uangan Sri Mul yani meninjau ber bagai fasilitas di Bali Nusa Dua Convention Center (BN D CC). Luhut juga mengecek venue di Bali International Conven tion Center (BICC) yang akan di pakai untuk tempat pertemuan dan seminar. Menurut Luhut, hingga Ming gu (7/10), tercatat sudah 34.000 peserta yang mendaftar, termasuk 23 kepala negara. Jumlah itu melebihi perkiraan panitia sebanyak 22.000 orang. Luhut juga menegaskan ang garan yang dipakai dalam per temuan IMF-WB di kisaran Rp850 miliar dan hanya dipakai Rp560-an miliar.

“Jadi tidak benar kalau ada yang menyebut anggaran acara ini sampai Rp1 triliun lebih,” kata nya. Menurut dia, anggaran yang dikeluarkan Indonesia adalah yang terkecil bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang sebelumnya menggelar forum serupa. Nantinya dana yang terpakai juga akan di per tanggungjawabkan kepada rak yat. “Anggaran tersebut akan di lapor kan dan audit setelah itu akan kita sampaikan ke publik,” imbuh dia. Luhut menampik perte mu an IMF-World Bank menga bai kan bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Bahkan, kata dia, perwakilan IMFWB bersama Wakil Presi den Jusuf Kalla telah mengun jungi lokasi bencana, Sabtu (6/10).

Bahkan, Lagarde dijadwalkan berkunjung ke Lombok, di sela-sela pertemuan tahunan yang digelar 8-14 Oktober itu. Se perti diketahui, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga terkena musibah gem pa beberapa waktu lalu. “Sa ya bersama Bapak Luhut akan ke Lombok. Kami akan me nyam paikan donasi,” kata nya saat mela kukan penanam ka rang di Pantai Nusa Dua, Ka bu paten Badung, Bali, kemarin. Lagarde mengatakan, kunjungannya ke Indonesia bukan ha nya untuk menghadiri perte - mu an tahunan, tetapi juga menyampaikan dukungan sosial setelah bencana melanda wila yah Lombok dan Sulawesi Te ngah.

Kepala Task Force Bank Indo nesia (BI) untuk IMF-WB Annual Meetings 2018 Peter Ja - cobs menambahkan, kesiapan Indonesia menggelar pertemuan tahunan bergengsi itu men - dapat apresiasi dari para di rektur IMF. Menurutnya, mereka be lum pernah melihat per siapan sebaik ini. IMF juga menilai, Bali menjadi annual meeting terbesar untuk penyelenggaraan di luar Washington. Peter mengungkapkan, para gubernur bank sentral dan Men teri Keuangan dari ber bagai negara yang cukup jauh dari Indonesia juga sudah hadir, di antaranya dari Sudan selatan, Uganda, Namibia, Mauritania, Burundi, Bahama, Islandia, Mon tenegro, Trinidad Tobago.

“Sejauh ini hampir semua bank sentral confirm hadir, termasuk juga Gubernur The Fed wi layah New York John Williams. Dari China dan Jepang juga hadir, bahkan mereka akan menjadi pembicara di beberapa event,” tuturnya. Dia mengungkapkan, beberapa meeting akan dimulai pada hari ini hingga tanggal 14 Oktober 2018. Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan membuka secara resmi pertemuan ta hunan ini pada 12 Oktober. Jokowi juga akan melakukan pertemuan dengan Direktur Pelaksana IMF, Presiden Bank Dunia, serta sejumlah investor.

Tantangan Global

Pertemuan tahunan IMFWB kali ini digelar dalam kondisi perekonomian global yang menghadapi sejumlah tant angan. Meningkatnya proteksionis me akibat perang dagang dan kerentanan ekonomi negara-negara berkembang diperkirakan menjadi isu penting dalam pertemuan tersebut. Di samping itu tekanan perekonomian global juga diperkira kan mendorong IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi seperti yang dilakukan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Or ganisation for Economic Cooperation and Development /OECD).

Lembaga tersebut telah merevisi angka pertum buhan tahun menjadi 3,7%, melemah dari proyeksi sebelumnya 3,8% yang dirilis Mei lalu. Direktur Pelaksana IMF Chris tine Lagarde pun telah mem beri isyarat IMF akan memangkas outlook global yang pada Juli ditetapkan 3,9%. Saat itu IMF memproyeksikan pertum buhan 3,9% pada 2018 dan 2019. Namun proyeksi ini diper kirakan turun seiring mun - culnya sejumlah kendala dalam perekonomian global. “Beberapa risiko telah mulai muncul. Meningkatnya peng halang perdagangan itu mem per - lambat perdagangan dan me nurunkan investasi dan ma nu faktur saat berbagai keti dak pastian meningkat,” tutur Lagarde seper ti dikutip France24.com.

Lagarde menambahkan, mes ki ekspansi ekonomi global bergerak di level tercepat dalam tujuh tahun, terlihat adanya tan da-tanda penurunan. Sementara itu ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memandang, saat ini perekonomian Indonesia meng hadapi situasi yang cukup me nantang. Namun belajar dari pengalaman 20 tahun krisis pada 1998, sejumlah tantangan tersebut diyakini bisa dilalui. Menurut dia, Indonesia bisa ber benah dan memperkuat kerja sama moneter dengan 189 negara yang hadir pada ajang itu.

Pemerintah, kata Bhima, bisa me manfaatkan kesempatan un tuk menawarkan berbagai pro gram dan investasi kepada negara lain. Bhima berpendapat, per temu an IMF-Bank Dunia bisa men jadi angin segar buat membangun optimisme pelaku pasar. “Tetapi kembali lagi, in vestor akan melihat fundamental ekonomi dan sentimen global,” ujarnya. Dia menambahkan, ada bebe rapa tantangan yang akan dihadapi Indonesia pada bebe rapa bulan ke depan.

Di anta ranya, kenaikan suku bunga acuan The Fed, yang akan diikuti empat kebijakan serupa di tahun berikutnya. Kondisi tersebut diper kirakan bakal semakin menekan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di atas Rp15.000 per do lar AS (USD). “Saya perkirakan rupiah bisa tertekan sampai ta hun 2020,” ujar dia. Bhima memperingatkan, jika kondisi tersebut tidak diperbaiki, maka secara alamiah akan menyedot cadangan devisa.

Pengamanan Ketat

Kepolisian Daerah Bali memastikan, kehadiran para peting gi lembaga keuangan dunia di Bali akan mendapatkan pengawalan khusus alias VVIP. Pasukan pengamanan VVIP yang berasal dari Polri dan TNI akan dikerahkan terutama pada saat acara puncak, 10-12 Oktober 2018. Dalam tiga hari itu, pertemu an akan dihadiri banyak ke pala negara, menteri ke uangan, gubernur bank sentral, dan para petinggi lainnya. Sejumlah pebisnis raksasa juga akan hadir, di antaranya bos Alibaba Group Jack Ma dan pendiri Microsoft Bill Gates. “Untuk Managing Director IMF, dia sudah tiba sejak Jumat (5/10) sore,” kata Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Go lo se seusai menghadiri apel gelar pasukan pengamanan VVIP Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Lapangan Niti man dala Renon, Denpasar, ke marin.

Dia menambahkan, peting - gi dunia lainnya yang akan mendapatkan pengamanan VVIP ada lah Gubernur Bank Sentral AS Jarome Hayden Powell, Gubernur Bank Sentral Uni Eropa Mario Draghi serta Gubernur Bank Sentral Jepang Haruhiko Kuroda. Hingga Minggu (7/10), Golose menyebut delegasi dari 60 negara telah tiba di Bali. Sejak Minggu (7/10), lokasi pertemuan IMF-World Bank di kawasan Indonesia Tourism De velopment Center (ITDC) Nusa Dua dinyatakan steril. Seluruh pintu masuk ke kawasan itu dijaga ketat oleh Paspampres, TNI dan Brimob.

Pengamanan lebih ketat diber lakukan di pintu gerbang Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) yang menjadi gedung utama pertemuan. Pe tu - gas Paspampers, TNI, dan Polri berjaga di setiap sudut dilengkapi dengan pengerahan sejumlah kendaraan seperti panser TNI, Barracuda Polri, Jihandak dan Gegana. Polri mengerahkan 5.823 per sonel untuk mengamankan pertemuan IMF-World Bank, ter masuk dari Mabes Polri, terdiri dari 2.509 personel dari Polda Bali, 2.650 petugas satuan wilayah, dan 664 personel dari Mabes Polri.

Menurut Golose, selain penga manan dengan menem patkan personel di kawasan ITDC, pi haknya juga melakukan ste - rili sasi dan mengurangi kendara an yang masuk ke kawasan Nusa Dua. Hal ini mengingat seluruh hotel di kawasan ITDC menjadi tempat menginap para petinggi dunia dan delegasi. Polisi juga memberlakukan sistem ganjil-genap di sejumlah jalan menuju Nusa Dua. Sebagai solusinya, panitia menyedia kan transportasi dari sejumlah titik menuju ITDC. “Berbeda dengan Asian Games, per temu an IMFWorld Bank ini hanya satu tempatnya di Nusa Dua. Jadi kita perlu dis kresi dalam mengatur lalu lin tas,” sebut Golose.

Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan Ashaf dalam kesempatan sa ma mengatakan, peng a manan pertemuan IMF-World Bank diberlakukan secara ketat. “Ten tunya pengamanan di lapang an tidak mencolok seperti mau perang dunia,” tandasnya. TNI mengerahkan 5.050 pra jurit untuk membantu pengaman an baik darat, laut maupun udara.

Inda susanti/ miftahul chusna/ kunthi fahmar sandy/ ant