Edisi 08-10-2018
Berjuang Tak Kenal Lelah demi Merah Putih


JAKARTA – Lima tahun lalu Dheva Anrimusthi tak lagi berani bermimpi. Cita-citanya menjadi pebulu tangkis yang membawa nama Indonesia di kan cah internasional kandas.

Dengan pa hit dia pun mengubur semua mim pi nya. Kecelakaan motor pada 2013 meng ubah hidup remaja kelahiran Kuningan, Jawa Barat, tersebut. Dheva pun sempat patah semangat dan berkubang dalam masa sulit. Maklum Dhe va yang mulai bersinar sebagai atlet bulu tangkis remaja terpaksa va kum selama tiga tahun lantaran dam pak dari kecelakaan. Namun saat Dhe va berada di titik terendah hidupnya, orang tua serta orang-orang ter de kat nya tak pernah ragu akan bakat Dheva. Mereka pun terus mendo rong nya untuk kembali mene puk shuttlecock.

Kerja keras Dheva, keya kinan orang tua dan lingkungan se kitar terbayar kemarin. Diiringi aplaus yang membahana di Istora Senayan, Jakarta, Dhe va menjadi pahlawan bagi tim bulu tangkis beregu setelah berhasil mengunci medali emas pertama untuk Indo ne - sia di Asian Para Games 2018. Di partai penentuan, atlet ke - lahiran 5 Desember 1998 itu ber main dengan penuh per ca - ya diri hingga akhirnya mampu menundukkan wakil Malaysia Ahmad Azri dua set langsung, 21-6 dan 21-14. “Emang dari ke cil saya pengen terus jadi juara. Tapi ya mau gimana lagi, me mang rezeki saya di sini. Saya cuma pengen kasih yang ter baik untuk orang tua, buat Indonesia,” ujar Dheva setelah menggenggam medali emas kebanggaannya kemarin.

Sebelum kecelakaan yang mem buat tangannya tak berfungsi sempurna, Dheva merin tis karier bulu tangkisnya dengan bergabung ke salah satu klub bulu tangkis Chandra Wijaya Indonesia Badminton Club, kemudian pindah ke SGS Bandung. Dia cukup berpres - tasi dan sempat mengikuti ber - bagai macam turnamen. Dua tahun lalu Dheva men - da pat panggilan untuk mem - bela Jawa Barat di Peparnas 2016. Medali emas yang diraihnya kala itu menjadi satu acuan semangat untuk kembali ber - prestasi.

Sejak itu kariernya pun terus berlanjut dengan men jadi salah satu wakil Indo - nesia di ajang ASEAN Para Games 2017 hingga akhirnya anak pertama dari empat ber - saudara itu menjadi salah satu pahlawan Indonesia di Asian Para Games 2018. Emas persembahan Dheva dkk diharapkan menjadi modal semangat untuk para atlet lain untuk meraih hasil ter - ting gi pada multievent terbesar atlet disabilitas di Asia ini. “Saya sempat tegang, tapi saya tidak mau mikir apa-apa saat ber tanding. Saya coba untuk bisa terus mendapat poin. Apalagi di set kedua juga lawan sem pat ngejar sampai lima poin beruntun, tapi dari ofisial ju ga terus berusaha kasih ma - suk an biar saya balik lagi main dengan tenang. Hasilnya saya bisa menang,” ungkap Dheva.

Saat bertarung, pasukan bulu tangkis beregu Indonesia tampil sangat percaya diri me - la deni tim beregu putra Ma laysia sehingga unggul 2-1. “Saya sangat bangga sekali de ngan capaian tim bulu tangkis putra kita yang bisa me me - nangi pertandingan tadi. Ini me rupakan emas pertama bulu tangkis sekaligus emas pertama yang dipertandingkan dan kita mendapatkannya. Semo ga bisa juga di cabang-cabang berpotensi lainnya,” kata Ketua Kontingen (CdM) Indone sia Asian Para Games 2018 Arminsyah. Kesuksesan tim beregu putra Indonesia diawali Fredy Setia wan yang turun pada tun g - gal pertama.

Dia berhasil menyumbangkan poin untuk Indo nesia setelah menga lah - kan tunggal Malaysia Mu hammad Norhilmie Mohd Zainu - din 21-6 dan 21-12. Namun Ma laysia berhasil menya makan kedudukan seusai ganda pu tra Hafish Briliantsyah Pra - wiranegara/Harry Sutanto gagal menghadang pasangan Ma - laysia Cheach Like Hou/Hairul Fozi Saaba dan menyerah 10- 21 dan 17-21. Di laga penen tu - an, Dheva tampil gemilang dengan memukul Ahmad Azri. Selain itu Indonesia ber ha sil menuai medali perak dari atlet putri powerlifting Ni Ne ngah Widiasih pada kelas 41 kg di Balai Sudirman dan medali perunggu dari atlet para-swimming Syuci Indriani di nomor 200 meter gaya bebas putri (S14) di Stadion Akuatik Ge lo ra Bung Karno.

Dengan tam bah - an itu kontingen Indonesia su - dah menghasilkan satu emas, satu perak, dan satu pe runggu. Menteri Pemuda dan Olah - raga Imam Nahrawi mengaku ber syukur atas pencapaian atlet Indonesia yang langsung menyabet medali pada hari per - tama penyelenggaraan APG 2018, termasuk emas me la lui cabang paralimpik bulu tang - kis. Imam berharap per oleh an sementara ini bisa mem bakar semangat para atlet lain dalam bertanding. Bukan ha nya itu, Imam sangat yakin se mua atlet yang bertanding tengah berusa ha keras karena bukan hanya demi medali da lam Asian Para Games, tapi men jadi pintu masuk menuju per helatan nasional berikut nya, yaitu Paralimpik Tokyo 2020.

Selain itu Menpora mengata kan para atlet yang meraih me dali pada Asian Para Games 2018 akan mendapatkan bonus se segera mungkin. Imam me nam bahkan bahwa bonus yang di terima atlet peraih medali Asi an Para Games 2018 memi liki be sar an nominal yang sama de ngan atlet peraih medali Asi an Games 2018. Pada Asian Games 2018 lalu, bonus peraih medali emas sebesar Rp1,5 miliar.

Adapun pa sangan atau ganda men dapat kan Rp1 miliar per orang dan Rp750 juta per orang untuk beregu. Bagi peraih perak untuk tunggal mendapatkan Rp500 juta, ganda Rp400 juta, dan beregu Rp300 juta per orang. Adapun untuk perunggu, atlet tunggal dihadiahi Rp250 juta, ganda Rp200 juta, dan beregu Rp150 juta.

Raikhul amar/okezone