Edisi 08-10-2018
Jokowi Dapat Gelar Tertinggi Kesultanan Deli


MEDAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli. Penganugerahan salah satu gelar tertinggi Kesultanan Deli ini digelar di ruang utama Istana Maimun, kemarin.

Prosesi pemberian gelar dimulai dengan pembacaan sinop sis gelar adat oleh H OK Saidin yang bergelar Datuk Sri Amar Lela Cendikia. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan Teng kulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Alhaj kepada Presiden Jokowi. Selanjutnya Pin Kesultanan dan Keris disematkan Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam. Kemudian berakhir dengan pe nandatanganan Surat Ceri dan Cap Kesultanan. Presiden Jo ko wi pun sah menjadi kerabat baru di Kesultanan Deli dan meng ambil tempat di kursi ke hor matan. Sebagai ucapan rasa syukur dan selamat, Presiden Jokowi ke mudian ditepungtawari Sultan Deli dan beberapa unsur per wakilan.

Termasuk Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang bergelar Datuk Laksamana Nara Diraja, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan perwakilan keluarga rajaraja. Prosesi ini juga dihadiri Yani S Kuswodijoyo dari Ke sultanan Sumenep dan Ratu Ko - koda dari Papua Barat. “Selamat datang kerabat baru Kesultanan Deli, Bapak Pre si den Joko Widodo. Sesuai de ngan makna gelar yang di be - ri kan, semoga beliau senantiasa menjadi pemimpin yang baik, yang mampu mengembuskan tiupan angin segar ke seluruh pe losok negara Indonesia,” ung - kap Edy Rahmayadi selepas Aca ra Anugerah Gelar Adat di Ba lairung Istana Maimun, Medan, kemarin.

Sultan Deli Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Per - ksa Alam menyampaikan bah wa gelar Tuanku Sri Indera Uta ma Junjungan Negeri me ru pakan gelar bangsawan te r ting gi di Kesultanan Deli yang ber makna pemimpin baik pem ba wa angin segar ke pelosok ne geri. Menurut dia, ada beberapa hal menjadi pertimbangan pe - ng anugerahan gelar tersebut kepada Presiden Jokowi. “Per - timbangan-pertimbangan utama kami untuk menganugerahkan gelar kebangsawanan ter - ting gi bagi Presiden RI, Bapak Ir H Joko Widodo, adalah setelah menyaksikan betapa kerasnya upaya Bapak Presiden dalam menjalankan program-program pemerintahan, mem ba - ngun negara, dan me nye jah - terakan kehidupan rakyat di te - ngah gejolak politik dan eko - nomi yang melanda dunia saat ini,” ujarnya.

Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perksa Alam me ngatakan, salah satu per - timbangan lainnya adalah per - ha tian besar Presiden Jokowi terhadap kelangsungan hidup kesultanan dan kerajaan yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Hal ini dibuktikan de - ngan pelaksanaan serangkaian pertemuan rutin oleh Presiden dengan para sultan dan raja se- Nusantara untuk meng identifikasi dan mencari solusi ter ha - dap permasalahan-per masalah an yang dihadapi kesultanan dan kerajaan beserta ma sya ra - kat adat. Presiden Jokowi meng - ucapkan terima kasih sebesarbe sarnya kepada Kesultanan Deli atas gelar yang telah di perolehnya.

“Di dalam gelar adat ini, saya merasakan terkandung amanat dan tugas berat yang di - berikan pada saya untuk me wujudkan harapan dari Ke sul tanan Deli, harapan dari kerajaankerajaan se-Nusantara, pemang ku adat Indonesia, dan ula ma untuk bersama-sama me wujudkan Indonesia yang Baldatun, Thoyibatun wa Rabbun Gofur,” ujarnya. Menurut Jokowi, banyak yang berpikir bahwa kemajuan bisa dicapai dengan me nge samping kan budaya dan menying kir kan adat istiadat.

Namun, bagi Indonesia, katanya, justru energi utama dan modal untuk meraih kemajuan adalah bu daya. Karena itu, Jokowi me ng ajak semua pihak untuk turut me - lestarikan budaya dan adat is tiadat. “Indonesia maju dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur asli bangsa In do nesia,” ungkapnya.

Lia anggia nasution