Edisi 08-10-2018
KPK Ultimatum Sjamsul dan Istri Penuhi Panggilan


JAKARTA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Sjamsul Nursalim dan is trinya, Itjih S Nursalim, agar memenuhi panggilan permintaan keterangan dalam penyelidikan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyelidikan baru atas kasus dugaan korupsi penerbitan dan pemberian Surat Pemenuhan Kewajiban Peme gang Saham (SPKPS) atau Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada obligor Sjamsul Nu r salim selaku pemegang saham pe - ngendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) pada 2004 masih terus dilakukan KPK. Hingga saat ini sudah ada sekitar 26 orang yang dimintai keterangan sebagai terperiksa. Mereka berasal dari unsurBPPN, Komite Kebijakan Sek tor Keuangan (KKSK), dan swas ta.

Mereka di antaranya mantan Kepala BPPN I Putu Gede Ary Suta dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Gotong-Royong 2001-2004 me rangkap Ketua Komite Ke bi jak an Sektor Ke uangan (KKSK) saat itu Do rodjatun Kuntjoro Jakti. Berikutnya penyelidik sudah mengagendakan per mintaan keterangan terhadap Sjam - sul Nursalim dan istrinya Itjih S Nursalim pada Senin (8/10) dan Selasa (9/10). Untuk itu, Febri mengatakan, tim KPK bersama otoritas Singapura dan KBRI Si - ngapura sudah membawa surat panggilan permintaan ke te rangan di kediaman dan kantor Sjamsul dan Itjih di Singapura. Bahkan, KPK memastikan surat tersebut telah sampai.

“Kami harap dan kami im bau Sjamsul Nursalim dan Itjih Nur - salim kooperatif dengan proses hukum ini. Lebih baik hari Senin, 8 Oktober dan Se la sa, 9 Oktober nanti, mereka da tang ke Gedung KPK dan me menuhi panggilan. Bersedia memberikan kete ra - ngan kepada tim yang menangani kasus ini,” kata Febri di Ge - dung Merah Putih KPK, Jakarta, akhir pe kan lalu. Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini mengatakan, saat tahap pe - nyidikan sebelumnya dengan tersangka saat itu Kepala Badan Penyehatan Perbankan Na sional (BPPN) Syafruddin Arsjad Temenggung (telah divonis 13 tahun), KPK sudah beberapa kali melayangkan surat pang gil - an pemeriksaan Sjamsul dan It - jih sebagai saksi, tapi keduanya mangkir.

Sjam sul dan Itjih bisa menja dikan proses tersebut untuk menyampaikan klari fikasi atau bantahan kalau me mang me rasa tidak terlibat. Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Sjamsul Nursalim dan Itjih S Nursalim mengaku tidak mengetahui tentang agenda per mintaan keterangan dua kliennya dalam penyelidikan baru kasus SKL BLBI yang di la - kukan KPK. Apalagi Maqdir belum berkomunikasi dengan pi - hak keluarga kliennya. “Mohon maaf, saya tidak tahu ada ren cana pemeriksaan tersebut. Saya juga belum berkomunikasi dengan keluarga (dari Sjamsul dan Itjih),” ungkapnya.

Sabir laluhu