Edisi 08-10-2018
Tren Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun


JAKARTA –Peluang calon presiden pe ta hana Joko Widodo (Jokowi) untuk terpilih kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin tinggi.

Potensi ini terlihat dari hasil survei Saiful Mujani Research and Con sul ting (SMRC) yang menyebutkan jarak elek ta bilitas Jokowi dan Prabowo Subianto melebar. Dalam pemaparan hasil survei bertajuk “Tren Elektabilitas Capres: Pengalaman Menjelang Hari H (2004-2019)” yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin, diketahui bahwa bila pilpres digelar sekarang, Jokowi diprediksi unggul atas Prabowo. Dalam simulasi dua calon presiden (capres), dukungan kepada Jokowi mencapai 60,2%, sementara untuk Prabowo 28,7%.

Bila dibandingkan dengan Mei 2018, tren dukungan dalam si mulasi dua calon untuk Jokowi cenderung meningkat, sedang kan Prabowo cenderung menu run. “Adapun dalam simulasi dua pasangan, dukungan ke pada Jokowi-Ma’ruf Amin se besar 60,4%, sementara untuk Prabowo-Sandiaga Uno 29,8%, yang belum tahu sekitar 9,8%,” ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan. Sementara itu dalam ja wab - an spontan dengan simulasi bebe rapa nama, dukungan untuk Jo kowi sebesar 47,4%, sedangkan untuk Prabowo 21,8% dan yang tidak menjawab atau menjawab tidak tahu 29,6%. “Bila dibandingkan dengan Mei 2018, dukungan spontan untuk Jokowi dan Prabowo pada Sep tember 2018 meningkat hampir sama besar,” tutur Djayadi.

Dukungan spontan untuk keduanya meningkat karena nama-nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) cenderung rendah setelah penetapan na - ma pasangan capres-cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penurunan dukungan kepada Jokowi juga sempat ter - jadi pada survei Mei 2018. Hal tersebut terjadi karena beberapa peristiwa penting seperti kejadian di Mako Brimob dan bom di Surabaya. “Ada kecemasan yang luas dengan kondisi keamanan wak tu itu. Namun kecemasan itu tampaknya sudah banyak ber kurang tiga bulan berikutnya (Sep tem - ber) sehingga du kung an kepada Jokowi kembali naik,” jelasnya.

Djayadi menyebutkan, tren selalu unggul dalam setiap hasil survei bisa menjadi parameter hasil Pilpres 2019. Sebab capres dan cawapres yang selalu ung - gul dalam survei biasanya akan sulit dikalahkan. Sebaliknya ca - pres petahana bisa kalah jika trennya selalu kalah sejak awal. Sebagai perbandingan, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Me gawati Soekarnoputri sebagai capres petahana pada Pil - pres 2004 kalah karena trennya sudah kalah dalam beberapa bulan menjelang hari pemilihan. “Dari pengalaman tiga kali pilpres, calon yang trennya unggul terus sulit dikalahkan pada hari H,” papar Djayadi.

Menurutnya, sebagai capres petahana, dalam berbagai hasil sur vei tren Jokowi dalam Pil pres 2019 selalu menguat. Kon disi ini berbanding terbalik de ngan Prabowo. Survei SMRC ter sebut dilakukan pada 7-14 Sep tember 2018 terhadap 1.220 responden dengan metode multistate ran - dom sampling dan margin of error sekitar 3,0%. Sementara itu kasus hoaks Ratna Sarumpaet yang saat itu masih tercatat dalam Badan Pe - menangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi dinilai mem be - ri kan citra negatif terhadap pa - sangan Prabowo-Sandi. Dja ya di menuturkan, citra negatif ini dinilai menyulitkan Prabowo- Sandi dalam menuai suara dari responden yang belum me nentukan pilihan. Juga menyu lit kan pasangan nomor urut 02 itu untuk meraih suara dari pe milih yang akan berpindah ha lu an dukungan.

“Namun pre dik si ini be - lum bisa dipastikan keaku ra tan - nya. Itu dugaan, hi potesis, perlu diuji dengan da ta,” paparnya. Meskipun menimbulkan ci - tra negatif, kata dia, kasus Rat - na Sarumpaet tidak meme nga - ruhi sikap pemilih Prabowo. Me nurutnya pemilih Prabowo tidak lari karena mereka me ru - pa kan anti-Jokowi. “Saya men - duga isu Ratna tidak akan meng akibatkan pemilih Pra bo - wo pergi, malah akan semakin membela,” ucapnya. Menanggapi hasil survei yang menyebutkan pasangan Jokowi- KMA unggul atas pa sa ng an Prabowo-Sandi, Se kre ta ris Tim Kampanye Nasional (TKN) pengusung Jokowi-KMA, Hasto Kristiyanto, me nga takan, me roket nya elektabi li tas Jokowi-KMA tersebut mem buktikan bah wa kam pa nye simpatik yang di lakukan tim Jokowi-KMA yang di da sar kan pada kinerja dan program serta menge de pan kan kesan tun a n pu - blik lebih diterima rakyat.

“Elektabilitas tinggi kami syu kuri sebagai energi positif, pe macu semangat untuk lebih masif lagi turun ke daerah dan me menangkan hati rakyat un - tuk Jokowi-Kiai Maíruf Amin,” tutur Hasto. Menurutnya, kampanye itu memang sudah seharusnya ber - adu gagasan dan program, men - jabarkan desain kemajuan bagi Indonesia Raya yang bertumpu pada jati diri dan kepribadian bangsa. “Sementara kelompok sebelah lebih memilih serangan tajam, bahkan menerapkan ju - rus model Donald Trump atau - pun teknik firehouse of the fal se - hood Rusia yang tidak se suai de - ngan budaya timur,” paparnya.

Dikatakan Hasto, berbagai mo del kampanye dengan nada ancaman seperti Indonesia akan bubar, harga sepiring nasi di Jakarta lebih mahal daripada di Singapura dan sejenisnya ter - nyata menjadi bahan tertawaan rakyat dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia. “Apa pun ma syarakat Indonesia lebih meng hormati sosok yang jujur, ramah, dan bersahabat, dari - pada sosok yang kontroversial dan grusa-grusu,” kata Hasto yang juga Sekjen PDIP. Kendati begitu Hasto me - minta agar seluruh tim kam pa - nye dan relawan tidak cepat puas diri. “Elektabilitas tinggi harus diikuti gerakan dari ru - mah ke rumah, menghadirkan keberhasilan Pak Jokowi untuk rakyat. Pada kesempatan yang sama, daya dukung ulama ka - rismatik yang kaya pengalaman serta menjadi pengayom rakyat seperti Kiai Maíruf Amin terus memperkuat kepemimpinan Pak Jokowi,” katanya.

Sementara itu jurkamnas Prabowo-Sandi Moh Nizar Zah ro menilai sah-sah saja hasil sur vei yang menempatkan pa sang an Jokowi-KMA sebagai kan didat pemenang Pilpres 2019. Ha nya saja dia meng ingat kan bahwa hasil jajak pen dapat dari lem baga survei tidak selalu ber ban ding lurus dengan hasil pemilu. Dia mencon toh kan ke ga galan lembaga survei dalam mem - prediksi perolehan suara pasangan calon yang diusung Koalisi Gerindra di Pilkada DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

“Sayangnya meskipun survei telah merugikan konstestan pilkada, tidak ada permintaan maaf yang meluncur. Lembaga survei sibuk berapologi dan berlindung di balik dinamika ma - sya rakat yang cepat,” kata Nizar saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta kemarin malam. Kendati demikian, lanjut Ketua DPP Partai Gerindra itu, hasil survei ini akan direkam dan dicatat BPN jika nanti ber beda jauh dengan hasil pe mu ngut an suara pada 17 April 2019 men - datang. Jadi tidak me nutup kemungkinan lembaga-lembaga survei tersebut akan diting galkan konsumennya.

“Bisa disimpul kan, survei yang dirilis SMRC kurang melihat fakta di la pa ngan. Padahal setiap berkunjung ke lapangan, (kegiatan) Prabowo- Sandi selalu dihadiri ribuan rakyat,” tandasnya.

Abdul rochim/ kiswondari